Selasa, 01 OKTOBER 2024 • 21:11 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional: Momentum Warisan Budaya Bangsa yang Harus Dilestarikan

Author

Semangat para pengrajin batik perempuan di Jawa Tengah. (Jurnal Panggung/Desy)

INDOZONE.ID - Setiap tanggal 2 Oktober, rakyat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional.

Peringatan ini memiliki sejarah penting yang menjadi tonggak pengakuan dunia terhadap batik sebagai warisan budaya tak benda.

Dikutip dari laman Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sejarah Hari Batik Nasional berawal dari pengakuan yang diberikan oleh UNESCO pada tahun 2009.

Pada sidang ke-4 Komite Antar Pemerintah di Abu Dhabi, pada tanggal 2 Oktober 2009, batik resmi diterima sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.

Pengakuan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, karena batik tidak hanya diakui sebagai simbol budaya lokal, tetapi juga sebagai warisan budaya dunia yang tak ternilai.

Sejalan dengan itu, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil langkah lebih lanjut dengan menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Batik: Duta Budaya Indonesia Dengan Kekayaannya yang Mengagumkan

Kartini sedang membatik dengan adik-adiknya Rukmini (tengah) dan Kardinah (kiri). (Perpustakaan Nasional)

Keputusan ini disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009 yang diterbitkan pada 17 November 2009.

Untuk memperkuat keputusan ini, Kementerian Dalam Negeri kemudian menerbitkan Surat Edaran yang mengimbau seluruh pegawai pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten, untuk mengenakan batik setiap peringatan Hari Batik Nasional.

Menurut Kemdikbud, Hari Batik Nasional tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi upaya dalam menjaga dan melestarikan identitas bangsa Indonesia.

Batik, yang kini telah diakui dunia, menjadi simbol persatuan yang melampaui perbedaan sosial, baik itu status ekonomi, budaya, maupun agama.

Memakai batik dalam keseharian, terutama pada Hari Batik Nasional, diharapkan dapat memperkuat rasa bangga dan percaya diri masyarakat Indonesia terhadap warisan budaya yang dimilikinya.

Baca Juga: Representasi Mbok Semok, Etos Kerja Perempuan Pengrajin Batik di Jawa Tengah

Semangat para pengrajin batik perempuan di Jawa Tengah. (Jurnal Panggung/Desy)

Tahun ini, peringatan Hari Batik Nasional jatuh pada Rabu, 2 Oktober 2024. Masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan turut memeriahkannya dengan mengenakan batik, mulai dari siswa sekolah hingga para pekerja.

Peringatan ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya batik, baik di tingkat lokal maupun global.

Dengan pengakuan batik di dunia internasional, masyarakat Indonesia semakin terdorong untuk bangga mengenakan batik dalam berbagai kesempatan, menjadikan batik tidak hanya sebagai busana tradisional, tetapi juga bagian integral dari kehidupan modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemendikbud RI

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU