Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 18 SEPTEMBER 2024 • 14:11 WIB

Menelusuri Sejarah Batik: Duta Budaya Indonesia Dengan Kekayaannya yang Mengagumkan

  Menelusuri Sejarah Batik: Duta Budaya Indonesia Dengan Kekayaannya yang MengagumkanRagam batik dipertunjukkan saat peresmian Museum Batik Indonesia, yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2023, di Jakarta

INDOZONE.ID - Indonesia dikenal di seluruh dunia berkat keragaman budayanya yang kaya, termasuk di dalamnya batik, yang merupakan warisan budaya yang sangat berharga.

Setiap tahun, Indonesia merayakan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan terhadap warisan ini.

Sejarah Hari Batik Nasional dimulai ketika batik diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO pada tahun 2009.

Pengakuan ini terjadi dalam sidang ke-4 Komite Antar Pemerintah tentang Warisan Budaya Tak Benda di Abu Dhabi pada (2/10/2009).

Bersamaan dengan beberapa unsur budaya lainnya seperti wayang, keris, noken, dan tari Saman, yang juga diakui sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Manusia.

Baca Juga: Representasi Mbok Semok, Etos Kerja Perempuan Pengrajin Batik di Jawa Tengah

Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia internasional oleh Presiden Soeharto di sebuah konferensi PBB.

Indonesia kemudian mengajukan batik untuk mendapatkan status Warisan Budaya Tak Benda melalui UNESCO pada (4/9/2008) di Jakarta.

Pada tahun 2009, pengajuan ini diterima secara resmi, dan batik akhirnya diakui dalam sidang keempat Komite Antar Pemerintah UNESCO di Abu Dhabi.

Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009, yang dikeluarkan pada (17/11/2009).

Keputusan ini mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk mengeluarkan surat edaran yang mengajak seluruh pegawai pemerintah mengenakan batik setiap Hari Batik Nasional.

Baca Juga: Deretan Fakta Tentang Batik yang Diakui Dunia Sebagai Warisan Budaya Indonesia

Sejarah batik di Indonesia terkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran Islam di Jawa.

Batik mulai dikembangkan pada masa kerajaan Mataram dan berlanjut di kerajaan Solo serta Yogyakarta.

Awalnya, batik digunakan di keraton untuk pakaian raja dan keluarganya, sebelum akhirnya diproduksi oleh masyarakat umum dan menjadi tren.

Batik tradisional menggunakan pewarna alami dari tumbuhan seperti pohon mengkudu dan soga.

Pembuatan batik melibatkan berbagai teknik, seperti batik tulis, batik cap, dan batik printing, serta menawarkan beragam motif dengan makna filosofis yang berbeda.

Batik terus berkembang di berbagai daerah di Indonesia, masing-masing dengan ciri khas tersendiri, dan kini telah mendapatkan pengakuan internasional, berpartisipasi dalam berbagai pagelaran mode di kota-kota besar seperti New York dan Milan.

Baca Juga: Mengapa Batik Begitu Istimewa Hingga Jadi Warisan Dunia?

Hari Batik Nasional lebih dari sekadar perayaan, upaya untuk menjaga identitas bangsa dan memperkuat persatuan.

Mengenakan batik menjadi simbol persatuan yang melampaui perbedaan sosial.

Melalui peringatan ini, batik semakin dikenal secara global, dan masyarakat Indonesia diharapkan lebih percaya diri dalam melestarikan warisan budaya ini.

Selain itu, Hari Batik Nasional juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui industri batik.

Penulis: Amanda Latfah

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itjen.kemdikbud.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menelusuri Sejarah Batik: Duta Budaya Indonesia Dengan Kekayaannya yang Mengagumkan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!