Rabu, 07 AGUSTUS 2024 • 16:20 WIB

Kisah Kodak, Primadona Produk Fotografi di Masa Lalu yang Bangkrut Akibat Enggan Berinovasi

Author

Logo Kodak.

INDOZONE.ID - Di masa lalu, Kodak adalah sebuah perusahaan produsen kamera unggulan yang sangat legendaris dan hampir seluruh negara di dunia ini bisa dipastikan terdapat gerai Kodak.

Termasuk di Indonesia, sepertinya bukan merupakan hal yang baru ketika dipinggir jalan protokol kita menemui gerai Kodak di masa lalu.

Namun lambat laun, nama besar yang dipegang oleh Kodak ini mengalami kemunduran. Hingga akhirnya hal yang paling tidak diinginkan pun terjadi: Bangkrut. 

Pada 2012, kebangkrutan pun akhirnya menimpa Kodak. Di sebut, penyebab bangkrutnya Kodak yaitu disebabkan sifat kolot para pimpinan yang menolak inovasi.

Sejarah

Kodak ditemukan oleh George Eastman dan Henry A. Strong. Pada mulanya, di bulan April 1880, Eastman menyewa lantai tiga sebuah gedung untuk memproduksi pelat kering yang kemudian dijual.

Sebelumnya, dia pergi ke London untuk memperoleh hak paten atas mesin pelapis pelatnya, yang kemudian mendapat hak paten di Amerika pada tahun berikutnya.

Baca Juga: Serem! Dua Penyihir Berpakaian Minim Ini Tertangkap Kamera Makan Bangkai Rusa di Taman

Keberhasilan usaha pelat kering ini menarik perhatian seorang pengusaha sukses bernama Henry A. Strong. Tak tanggung-tanggung, Henry A. Strong kemudian menginvestasikan uangnya untuk perusahaan yang didirikan oleh George Eastman ini.

Di sinilah awal mereka bertemu, yang kelak kemudian bermitra membentuk perusahaan bernama Eastman Dry Plate Company pada 1 Januari 1881.

George Eastman dan Henry Strong.

Pada 1884, perusahaan ini berganti nama menjadi Eastman Dry Plate and Film Company, dengan 14 pemegang saham.

Kemudian pada 1889, dibentuk perusahaan berikutnya bernama Eastman Company. Perusahaan ini kelak disebut Eastman Kodak Company sejak tahun 1892. Di tahun inilah, menjadi tahun resmi terbentuknya Kodak, tepatnya pada 23 Mei 1892.

Kemudian untuk penamaan Kodak, dilansir dari buku Kiplingers Personal Finance (Kiplingers Personal Finance, 1962).

Nama Kodak berawal dari huruf K yang menjadi huruf kesukaan George Eastman, yang menurut dia adalah huruf yang “kuat dan tajam“. 

Selanjutnya, ia juga menginginkan sebuah kata yang terbentuk dari awalan huruf K dan berakhir dengan huruf K, dengan berbagai percobaan kombinasi huruf dan angka, hingga akhirnya didapatkan hasil nama “Kodak“.

George Eastham pun berhasil mendapatkan hak paten atas nama Kodak, setelah keberhasilan peluncuran kamera rol film pertama pada musim panas 1888, yang diberi nama Kamera Kodak.

Hal ini juga yang mendorong Eastman mengubah nama perusahaanya menjadi Eastman Kodak Company pada 1892.

Seiring berjalannya waktu, Kodak mengalami kemajuan yang pesat dan menguasai pasar fotografi selama abad ke 20.

Dengan hadirnya Kodak pula, orang-orang dapat dengan mudah mengabadikan berbagai momen dalam hidupnya hanya dengan kamera yang berukuran segenggam tangan.

Di masa sebelum itu, kamera berukuran sangat besar serta ribet dalam penggunaannya.

Kebangkrutan

Dilansir dari PhotoPXL, pada dekade 70-an hingga 80-an, para ahli dari Kodak sudah berhasil mengembangkan kamera digital pertama. Bahkan pada 1986, Kodak berhasil menciptakan sensor megapiksel pertama di dunia.

Baca Juga: Penemu Kamera Kodak, George Eastmen Yang Menembak Jantungnya Sendiri

Sayangnya, momen ini gagal dimanfaatkan oleh Kodak, karena para petinggi perusahaan enggan memanfaatkan momen ini. Mereka memiliki  keyakinan bahwa dunia fotografi digital tidak akan pernah populer.

Bahkan Kodak hanya berkutat pada produk kamera filmnya, ketika kamera digital mulai populer di awal dekade 2000-an. Karena hal inilah, lambat laun Kodak mengalami kemunduran.

Kodak mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan pasar fotografi yang semakin lama berpihak kepada berbagai jenis kamera digital.

Hal ini yang pada akhirnya membuat produk kamera film Kodak menjadi usang, tenggelam di antara produk-produk kamera digital, smartphone, atau perangkat-perangkat lain yang bisa membuat dunia fotografi semakin simpel, mudah, dan efektif dalam penggunaanya.

Karena keengganan inovasi serta prediksi pasar yang salah inilah, akhinya pada 2012, Kodak mengalami kebangkrutan.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kodak.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU