INDOZONE.ID – Soeharto, Presiden Ke-2 Indonesia dan memerintah selama 32 tahun ternyata sering melakukan tradisi Kejawen.
Pria bernama lengkap Haji Muhammad Soeharto ini lahir di Kemusuk, Argomulyo, Godean, Yogyakarta pada Rabu 8 Juni 1921.
Sehingga, budaya Jawa masih kental ada dalam dirinya termasuk tradisi kejawen.
Baca Juga: Supersemar: Surat Mandat Soekarno kepada Soeharto yang Diklaim Palsu, Tapi Dirasa Perlu
Semua bermula saat Soeharto pindah dari Yogyakarta ke Wonigiri pada tahun 1935, dan bertemu dengan seseorang bernama Romo Daryatmo, yang kemudian menjadi ayah angkatnya.
Menurut buku “Soeharto Muda: Pembentukan Prajurit, 1921-1945” penulis David Jenkisn, menceritakan kehidupan awal Soeharto saat memimpin Indonesia, Soeharto mulai mempelajari terkait ilmu spiritual.
Sementara dalam buku otobiografi berjudul “Soeharto: Pikiran, Perkataan, dan Perbuatanku”, yang ditulis oleh G. Dwipayana dan Ramadhan KH dirilis tahun 1989, disebutkan bahwa Soeharto kalau Daryatmo ini berarti manusia spiritual.
Ketika Soeharto berkuasa dari tahun 1965–1998 dalam masa Kepimpinan selama Presiden, Soeharto langsung menghubungi Daryatmo.
Baca Juga: Sejarah Singkat G30S/PKI dan Isu Keterlibatan Soeharto
Soeharto juga pernah melakukan ziarah ke Gunung Srandil yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah.
Di Gunung Srandil banyak petilasan orang-orang yang dianggap mempunyai kedigdayaan yang linuwih atau kemampuan melebihi orang lain yang dikenal sebagai tokoh- tokoh orang sakti mandraguna. Konon, kesaktiannya itu, maka tempat-tempat yang disinggahi dianggap keramat dan disakralkan.
Adapun petilasan-petilasan yang ada di Gunung Srandil adalah Mbah Kanjeng Gusti Agung, Nyai Dewi Tanjung Sekarsari, Kaki semar Tunggul Sabdojati Dayo amongrogo, Juragan Dampo Awang, Kanjeng Gusti Agung Akhmat atau Petilasan Langlang Buwana yang berada diatas bukit dan petilasan Hyang Sukma Sejati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber