INDOZONE.ID - Hukuman gantung adalah salah satu jenis hukuman mati yang diberikan kepada seorang pelaku kasus kriminal.
Pelaku akan dijerat pada bagian lehernya dan tubuhnya akan dibiarkan tergantung pada sebuah tiang. Si pelaku kemudian dibiarkan tercekik hingga kehabisan nafas dan kehilangan nyawanya.
Jenis hukuman mati ini diduga sudah ada sejak abad pertengahan. Dan semenjak saat itu, hukuman ini diterapkan di berbagai penjuru dunia hingga memasuki zaman modern.
Di AS misalnya, hukuman seperti ini sudah diterapkan sejak tahun 1608. Pada pengaplikasian perdananya, hukuman ini dilakukan oleh kelompok Puritans sebagai bentuk pemaksaan terhadap koloni di Teluk Massachusetts untuk mengikuti ajaran agama yang dianut oleh mereka.
Baca Juga: 3 Kisah Narapidana yang Kabur dari Penjara, Berakhir Gagal dan Ketiban Sial
Dan seiring berjalannya waktu, hukuman gantung pun mulai diterapkan bagi para pelaku kriminal.
Dari sekian banyak pelaku kriminal yang mendapat vonis hukuman gantung, sosok narapidana ini menjadi yang terakhir dalam menerima hukuman gantung dari kepolisian AS.
Siapakah dia? Langsung saja kita masuk ke pembahasannya.
Billy Bailey, Narapidana Terakhir yang Divonis Hukuman Gantung di AS
Namanya adalah Billy Bailey, seorang pria asal Smyrna, Delaware, AS kelahiran Januari 1947. Billy adalah anak ke-9 dari 23 bersaudara.
Sejak kecil, hidupnya sudah sangat sengsara, di mana Ia harus kehilangan sang Ibu saat usianya masih beberapa bulan, hidup dalam kemiskinan dan kerap disiksa oleh Ayah dan Ibu tirinya. Masa lalunya yang kelam membuatnya tumbuh menjadi seorang pembuat onar dan pencuri.
Memasuki tahun 1979, Billy ditangkap usai melakukan tindakan penipuan. Atas tindakannya, Ia mendekam di penjara yang berlokasi di Wilmington, Delaware.
Tapi, Billy berhasil kabur dari penjara dan bersembunyi di rumah saudari tirinya yang bernama Sue Ann Coker.
Di tanggal 12 Juni 1979, Billy dan suaminya Sue yang bernama Charles Coker pergi bekerja mengendarai truk milik Charles.
Di tengah perjalanan, Billy meminta Charles untuk berhenti di sebuah toko minuman keras. Disana, Billy malah merampok dan mengancam penjaga toko itu dengan pistol.
Billy berhasil menjalankan aksi kriminalnya. Setelah itu, Ia meminta Charles untuk membawanya ke sebuah tempat bernama Lambertson's Corner yang jaraknya 2,4 KM dari toko minuman itu.
Sesampainya di Lambertson's Corner, Billy melakukan aksi kriminalnya lagi. Kali ini, Ia menghabisi nyawa pemilik tempat itu, pasangan suami istri bernama Gilbert dan Clara Lambertson.
Usai melakukan aksi kriminalnya, truk yang dibawa Billy dan Charles berhasil ditemukan oleh helikopter milik Kepolisian Delaware.
Billy sempat melakukan perlawanan dengan menembaki co-pilot helikopter tersebut. Beruntung Kepolisian Delaware tidak membutuhkan waktu lama untuk meringkus Billy dan Charles, walaupun Charles awalnya hanya berniat untuk mengajak Billy bekerja saja.
Penyelidikan & Hasil Persidangan
Dari hasil persidangan yang dilakukan pada tahun 1980, Billy divonis hukuman mati. Rencana awalnya Billy akan disuntik mati, namun Ia menolak hukuman tersebut.
Sampai akhirnya, para hakim memutuskan untuk menggantung Billy sebagai hukuman matinya.
Dalam penyelidikan Polisi, Billy menyusun jenazah Gilbert dan Clara dengan menempatkan posisi mereka seolah sedang duduk di kursi.
Ia juga meletakkan sebuah shotgun di dekat jenazah korbannya sebelum melarikan diri dari TKP.
Persiapan Menjelang Proses Hukuman Gantung
Di Delaware saat itu, mereka sudah lama tidak memberikan vonis hukuman gantung pada narapidananya selama 50 tahun.
Sebelum melakukan hukuman tersebut untuk Billy, pihak berwajib Delaware sempat berkonsultasi dengan pihak Penjara Washington, di mana pertemuan antara kedua belah pihak dilakukan di Walla Walla, Washington.
Tempat eksekusi pun mulai dibuat. Pihak berwajib Delaware membuatnya dari sebuah kayu. Untuk bisa naik ke atasnya, terdapat 23 anak tangga yang akan membawa pelaku dan sang eksekutor.
Pelaku nantinya akan diminta berdiri di atas sebuah pintu jebakan dan akan tergantung saat pintunya dibuka.
Tempat eksekusinya sendiri memiliki tinggi 9,1 meter dengan menggunakan tali setebal 19 milimeter untuk menjerat leher si pelaku.
Jarak antara pintu jebakan dengan permukaan tanah hanya sepanjang 4,6 meter.
Saat Terakhir Sang Narapidana
Pada 25 Januari 1996, hari yang ditunggu pun tiba. Billy akan menjalani hukuman matinya di tempat yang sudah disediakan.
Pada 24 jam terakhirnya, Billy menghabiskan waktunya dengan menonton TV, makan, tidur dan mengobrol dengan Adik dan beberapa sipir penjara.
Sebagai hidangan terakhirnya, Billy memakan sebuah daging steak, kentang panggang, roti, kacang dan es krim vanila.
Sebelum dieksekusi, bobot tubuh Billy sempat dicek dengan bobot terakhirnya mencapai 100 kilogram.
Saat dieksekusi, Billy tergantung pada jarak 1,5 meter dari pintu jebakan. Dan itulah saat terakhir dari seorang Billy Bailey.
Per tahun 2003, tempat hukuman gantung tersebut akhirnya dihancurkan oleh pihak berwenang Delaware.
Hingga saat ini, Billy menjadi orang ketiga dan terakhir yang mendapat hukuman gantung dalam sejarah AS.
Sebagai informasi, orang pertama yang divonis hukuman gantung di AS adalah Westley Allan Dodd.
Ia adalah seorang pembunuh berantai dan pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak. Proses hukumannya sendiri dilaksanakan pada 5 Januari 1993.
Baca Juga: 3 Kisah Narapidana yang Kabur dari Penjara, Berakhir Gagal dan Ketiban Sial
Dan yang kedua ada Charles Rodman Campbell, seorang pelaku kasus rudapaksa dan pembunuhan pada 3 orang wanita yang menjadi korbannya. Charles menjalani hukumannya pada 27 Mei 1994.
Writer: Victor Median
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia