Minggu, 10 SEPTEMBER 2023 • 15:05 WIB

Hari Ini Dalam Sejarah: Mengenang Elisabeth, Permaisuri Cantik Austria yang Dibunuh Anarkis Italia

Author

Permaisuri Elisabeth dari Austria.

INDOZONE.ID - Permaisuri Elisabeth dari Austria, yang lebih dikenal dengan sebutan Sisi, adalah salah satu tokoh bersejarah yang penuh misteri.

Ia juga menjadi ikon keindahan serta kompleksitas dalam sejarah kerajaan Eropa.

Ada banyak aspek kehidupan Sisi yang menarik untuk dibahas, salah satunya soal kematiannya. Sisi tewas usai ditembak seorang anarkis asal Italia bernama Luigi Lucheni.

Tentu banyak yang bertanya motif di balik pembunuhan Sisi. Nah, kali ini Indozone akan membahas mengenai kehidupan serta kronologi kematian Sisi.

Baca Juga: Agrippina, Permaisuri Kaisar Romawi Kuno yang Rela Dibunuh Nero, Anaknya Sendiri!

Profil Sisi

Elisabeth atau Sisi lahir pada 24 Desember 1837, di Munich, Jerman. Ia merupakan putri dari Duke Maximilian Joseph in Bavaria dan Putri Ludovika dari Bavaria.

Memiliki paras cantik dan keturunan bangsawan, membuat Sisi jadi incaran para pangeran kerajaan.

Jadi Permaisuri di Usia 16 Tahun

Permaisuri Elisabeth.

Sisi menikah pada usia 16 tahun dengan Kaisar Franz Joseph I dari Austria pada tahun 1854. Menikah dengan Franz menjadikan Sisi sebagai Permaisuri Austria.

Namun selama 44 tahun memerintah, Sisi tidak mudah beradaptasi dengan tugas dan protokol kerajaan.

Ia sering kali merasa terkekang oleh tuntutan kehidupan istana yang sangat terstruktur dan monoton.

Kehidupan Pribadi yang Penuh Kontradiksi

Sisi dan suami serta keluarganya.

Sisi dikenal memiliki kehidupan pribadi yang penuh kontradiksi. Ia sangat kutu buku, berbicara banyak bahasa, dan sangat terampil dalam berolahraga, termasuk berkuda dan berenang.

Meskipun demikian, ia juga memiliki kecenderungan depresi dan menghabiskan banyak waktu untuk merawat kesehatannya yang sering kali rapuh.

Obsesi dengan Kecantikan

Salah satu karakteristik terkenal dari Sisi adalah obsesinya terhadap kecantikan. Ia menghabiskan banyak waktu untuk merawat rambutnya yang panjang dan indah, serta menjaga berat badannya.

Kecantikan Sisi menjadi legenda di Eropa, dan ia bahkan memiliki rahasia perawatan kecantikan yang sangat eksklusif.

Punya Sifat Dermawan

Selain perannya sebagai permaisuri, Sisi juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Ia sangat peduli terhadap anak-anak dan mendirikan berbagai organisasi amal.

Sisi juga mengambil peran dalam mendukung seni dan budaya, menjadi pelindung seniman dan penulis terkenal.

Ditembak di Swiss

Sisi meninggal pada 10 September 1898 di Jenewa, Swiss, ketika mendatangi kota itu dengan nama palsu.

Elisabeth ditembak oleh seorang anarkis Italia bernama Luigi Lucheni.

Lucheni awalnya akan membunuh Pangeran Henri dari Orleans, namun batal karena kedatangan Pangeran ditunda.

Baca Juga: Kisah Permaisuri Messalina, Istri Kaisar Romawi yang Dikenal Paling Cabul

Setelah mengetahui identitas palsu Sisi, Lucheni pun mengincarnya. Lucheni mengikuti dan menembak Sisi yang tengah berjalan di tepi Danau Leman, saat hendak menuju kapal.

Sayangnya, luka yang ditimbulkan oleh tembakan itu terlalu serius, dan ia meninggal dunia beberapa jam kemudian.

Kematian Sisi menjadi berita internasional dan mengejutkan banyak orang. Hal ini juga menyoroti tantangan emosional dan psikologis yang ia hadapi sepanjang hidupnya.

Meskipun hidupnya penuh dengan prestasi dan tragis, Permaisuri Elisabeth dari Austria, Sisi, tetap menjadi salah satu tokoh bersejarah yang memikat dan menginspirasi banyak orang hingga saat ini. '

Keindahan, kepintaran, dan kerumitannya akan selalu menjadi bagian dari legenda yang terus hidup.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU