Sabtu, 18 APRIL 2026 • 16:40 WIB

Sejarah Hari Bumi dan Sosok Inspiratif di Balik Gerakan Global Ini

Author

Sejarah Hari Bumi dan Sosok Inspiratif, Senator Gaylord Nelson (Freepik - American Forests)

INDOZONE.ID - Hari Bumi adalah hari peringatan tahunan yang diperingati setiap tanggal 22 April. Momen ini menjadi simbol kepedulian global terhadap kondisi Bumi serta ajakan untuk menjaga lingkungan.

Awal Mula Hari Bumi

Berdasarkan laman Earth Day, Sabtu (18/04/2026) sebelum tahun 1970, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih sangat rendah.

Polusi udara dan air dianggap sebagai bagian dari kemajuan industri. Penggunaan bensin bertimbal serta emisi dari pabrik terjadi tanpa banyak perhatian terhadap dampaknya bagi kesehatan manusia.

Perubahan mulai terlihat setelah terbitnya buku Silent Spring karya Rachel Carson pada tahun 1962.

Buku tersebut membuka mata publik tentang bahaya polusi dan kaitannya dengan kesehatan serta lingkungan.

Mengutip Earth Day, karya ini menjadi titik penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

Baca juga: Begini Hari Bumi Sedunia Pertama Kali Dirayakan, Aksi Unjuk Rasa di Amerika pada 1970

Sosok Inspiratif di Balik Hari Bumi

Senator Gaylord Nelson (Earth Day)

Tokoh utama di balik lahirnya Hari Bumi adalah Gaylord Nelson, seorang senator dari Wisconsin yang prihatin terhadap kerusakan lingkungan. Ide ini semakin kuat setelah ia menyaksikan dampak besar tumpahan minyak di Santa Barbara pada tahun 1969.

Gaylord Nelson kemudian menggagas kegiatan edukasi lingkungan di kampus-kampus dengan melibatkan mahasiswa. Ia juga menggandeng Pete McCloskey sebagai ketua bersama.

Untuk memperluas gerakan ini, Gaylord Nelson merekrut Denis Hayes sebagai koordinator nasional. Denis Hayes mengembangkan konsep tersebut menjadi gerakan besar dan menetapkan tanggal 22 April agar partisipasi mahasiswa maksimal.

Baca juga: Ilmuwan Akhirnya Bisa Bingung, Panjang Hari di Bumi Semakin Meningkat Misterius, Kok Bisa?

Hari Bumi Pertama dan Dampaknya

Hari Bumi pertama pada tahun 1970 menjadi tonggak penting dalam sejarah lingkungan. Mengutip Earth Day, sekitar 20 juta warga Amerika Serikat turun ke jalan untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. Jumlah ini setara dengan sekitar 10% populasi saat itu.

Gerakan ini berhasil menyatukan berbagai kelompok, mulai dari aktivis, pelajar, hingga masyarakat umum yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri dalam isu lingkungan. 

Dampaknya sangat besar, termasuk terbentuknya Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat serta lahirnya berbagai undang-undang lingkungan seperti Undang-Undang Udara Bersih dan Air Bersih.

Perkembangan Menjadi Gerakan Global

Seiring waktu, Hari Bumi berkembang menjadi gerakan global. Pada tahun 1990, peringatan ini melibatkan sekitar 200 juta orang di 141 negara, menurut Earth Day.

Momentum ini membantu mengangkat isu lingkungan ke tingkat internasional dan mendorong upaya daur ulang di berbagai negara.

Memasuki tahun 2000, Hari Bumi semakin meluas dengan dukungan teknologi internet. Lebih dari 5.000 organisasi lingkungan bergabung dan menjangkau ratusan juta orang di 184 negara.

Baca juga: Peringati Hari Bumi Sedunia, Benarkah Aksi Menanam Pohon Sangat Berguna bagi Bumi?

Pada tahun 2010, hampir satu miliar orang di seluruh dunia turut berpartisipasi dalam berbagai aksi lingkungan.

Kemudian, pada tahun 2016, momen Hari Bumi turut menjadi waktu penandatanganan Perjanjian Paris oleh 175 negara, yang merupakan langkah penting dalam upaya global menghadapi perubahan iklim.

Hari Bumi di Era Modern

Peringatan Hari Bumi terus berkembang hingga saat ini. Pada tahun 2020, yang merupakan peringatan ke-50, lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia terlibat dalam berbagai kegiatan, meskipun banyak di antaranya dilakukan secara daring akibat pandemi COVID-19.

Berdasarkan Earth Day, kegiatan yang dilakukan mencakup aksi bersih-bersih, edukasi lingkungan, hingga kampanye perubahan iklim.

Tema yang diangkat saat itu adalah “Aksi Iklim,” yang menekankan pentingnya langkah nyata untuk menjaga Bumi.

Baca juga: Peristiwa 22 April: Saat Spanyol dan Portugis Berebut Maluku sampai Hari Bumi

Hari Bumi bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan merupakan simbol gerakan global yang berawal dari kepedulian individu hingga menjadi aksi bersama dunia.

Peran tokoh seperti Gaylord Nelson dan Denis Hayes sangat penting dalam membangun kesadaran global terhadap lingkungan. Hingga kini, Hari Bumi terus menjadi pengingat bahwa menjaga Bumi adalah tanggung jawab bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Earth Day

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU