Selasa, 07 APRIL 2026 • 13:59 WIB

Mengenang Momen Bersejarah Saat Indonesia Resmi Dinyatakan Bebas Polio oleh WHO

Author

Ilustrasi Vaksin (Freepik)

INDOZONE.ID - Indonesia memiliki salah satu momen bersejarah di dunia kesehatan ketika berhasil keluar dari ancaman penyakit polio.

Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kerja keras panjang pemerintah dan tenaga medis dalam melindungi generasi bangsa melalui program imunisasi.

Sertifikasi Bebas Polio dari WHO pada 2014

Mengutip laman Kemenkes, Selasa (07/04/2026) Pada 27 Maret 2014, Indonesia secara resmi memperoleh sertifikat bebas polio dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengakuan ini menjadikan Indonesia sebagai bagian dari 11 negara di kawasan Asia Tenggara yang berhasil mencapai eliminasi polio.

Baca juga: Fakta Sejarah Hari Kesehatan Dunia: Mengapa 7 April dan Siapa Tokoh yang Menginspirasi?

Keberhasilan tersebut bukan hal yang instan. Sebelumnya, Indonesia juga telah lebih dulu dinyatakan bebas dari penyakit cacar pada tahun 1974.

Artinya, polio menjadi penyakit kedua yang berhasil dikendalikan secara nasional melalui program kesehatan yang terstruktur.

Peran Penting Imunisasi dalam Pemberantasan Polio

Kunci utama keberhasilan ini adalah tingginya cakupan imunisasi dasar pada anak. Dengan imunisasi lengkap hingga usia dua tahun, anak-anak dapat terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya, termasuk polio.

Program vaksinasi dilakukan secara masif hingga ke berbagai wilayah. Pemerintah terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi agar perlindungan terhadap penyakit menular semakin merata.

Polio sendiri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan dapat menimbulkan kelumpuhan bahkan kematian. Karena itu, pencegahan melalui vaksin menjadi langkah paling efektif untuk menghentikan penyebarannya.

Baca juga: Kisah Eksperimen Nekat Edward Jenner dalam Menemukan Vaksin Pertama di Dunia

Perjuangan Tenaga Medis hingga ke Pelosok

Di balik pencapaian bebas polio, terdapat peran besar ribuan tenaga kesehatan yang bekerja tanpa lelah. Mereka menjangkau daerah terpencil, mendatangi rumah-rumah warga, hingga memberikan vaksin secara langsung kepada anak-anak.

Program imunisasi tetes polio yang sederhana ternyata menjadi senjata utama dalam melindungi masyarakat. Upaya ini tidak hanya membutuhkan tenaga, tetapi komitmen tinggi untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat.

Kerja keras tersebut menjadi fondasi kuat hingga akhirnya Indonesia berhasil mendapatkan pengakuan internasional.

Tantangan Setelah Status Bebas Polio

Baca juga: The Lady with the Lamp: Kisah Florence Nightingale Mengubah Sistem Kesehatan Internasional

Meski Indonesia telah dinyatakan bebas polio, tantangan tetap ada. Munculnya kembali beberapa kasus pada tahun-tahun berikutnya menunjukkan bahwa kewaspadaan tidak boleh menurun.

Salah satu penyebabnya adalah cakupan imunisasi yang belum merata di seluruh wilayah. Oleh karena itu, program vaksinasi harus terus diperkuat untuk mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB).

Selain itu, masyarakat perlu menjaga pola hidup bersih dan sehat guna meminimalkan risiko penyebaran virus.

Menjaga Warisan Bebas Polio

Keberhasilan Indonesia dalam memberantas polio adalah pencapaian besar yang harus dijaga bersama. Imunisasi tetap menjadi langkah utama untuk melindungi generasi mendatang dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

Dengan komitmen berkelanjutan dari pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan status bebas polio sekaligus berkontribusi pada target eradikasi global di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenkes

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU