Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 08:00 WIB

Benarkah Kapitan Pattimura Bernama Asli Ahmad Lussy? Ini Profil Lengkapnya

Author

Ilustrasi Kapitan Pattimura. (History)

INDOZONE.ID - Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy menjadi salah satu pahlawan nasional yang selalu membekas di ingatan. Kapitan Pattimura simbol keberanian rakyat Nusantara melawan kolonialisme pada abad ke-19. Sosok Kapitan Pattimura diabadikan pada uang kertas pecahan Rp1.000 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.

Nama Kapitan Pattimura sempat diperdebatkan, setelah ustaz Adi Hidayat mengklaim sang pahlawan bernama asli Ahmad Lussy dan beragama Islam. 

Lalu benarkah klaim tersebut? Dalam artikel ini, Indozone akan membahas profil lengkap Kapitan Pattimura.

Baca juga: Mengenal Sosok Kapitan Pattimura dan Sejarah Perang Saparua di Maluku

Profil Kapitan Pattimura

Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy lahir pada 8 Juni 1783 di Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kapitan Pattimura meninggal dunia pada 16 Desember 1817.

Dilansir Wikipedia, leluhur keluarga Matulessy berasal dari Pulau Seram. Secara turun-temurun, keluarga ini kemudian berpindah dan menetap di Negeri Itawaka. 

Dari sana, sebagian anggota keluarga Matulessy menetap di Negeri Ullath, sementara sebagian lainnya berpindah ke Negeri Haria.

Salah satu tokoh dari garis keluarga ini yang tinggal di Negeri Haria adalah Frans Matulessy. Di sana, ia menikah dengan Fransina Silahooi yang berasal dari Negeri Siri Sori Sarani. Dari pernikahan tersebut, lahirlah Yohannes Matulessy dan Thomas Matulessy.

Keluarga Matulessy dikenal menganut agama Kristen Protestan, dan nama Yohannes serta Thomas diberikan berdasarkan nama tokoh dalam Alkitab.

Asal Usul Nama Ahmad Lussy

Klaim nama asli Kapitan Patiimura adalah Ahmad Lussy berasal dari sejarawan Ahmad Mansur Suryanegara dalam Api Sejarah Volume I (2009).

Dikatakan bahwa, nama asli Patimura adalah Ahmad Lussy atau Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan. Mansyur Suryanegara menyebut, Pattimura adalah muslim yang taat.

Selain keturunan bangsawan, Pattimura juga disebut keturunan ulama. Di mana saat itu semua pemimpin perang di Maluku merupakan bangasawan atau ulama.

Tapi tak ada catatan sejarah resmi yang menyebut nama asli Pattimura adalah Ahmad Lussy.

Perjuangan Kapitan Pattimura

Kapitan Pattimura menjadi simbol perlawanan masyarakat Maluku khususnya di Pulau Saparua pada tahun 1817. Perlawanan ini dipicu oleh kebijakan Belanda yang memonopoli perdagangan rempah-rempah dan merampas hak ekonomi masyarakat Maluku.

Di masa itu, Pattimura berhasil menyatukan para pemimpin dan rakyat Maluku untuk melawan kembali Belanda. Puncaknya, Pattimura dan pasukannya berhasil merebut Benteng Duurstede pada 16 Mei 1817.

Dalam perang itu, seluruh penghuni benteng Belanda, termasuk Residen Van Den Berg tewas. Kemenangan ini lantas membakar semangat masyarakat Maluku dalam menjaga kesejahteraan hidup pribumi.

Pattimura Ditangkap

Belanda terus mengerahkan prajurit militernya untuk menghentikan pemberontakan masyarakat Maluku. Meski begitu, Pattimura dan pasukannya terus berjuang secara gerilya.

Pada akhirnya, Pattimura ditangkap usai dikhianiati. Ia kemudian dijatuhi hukuman gantung di Benteng Victoria, Ambon, pada 16 Desember 1817.

Baca juga: Perang Pattimura dan Perjuangan Rakyat Maluku Melawan Kolonialisme Belanda

Pengorbanan Pattimura membuatnya jadi salah satu pahlawan kemerdekaan pertama di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia, Api Sejarah Volume I

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU