Minggu, 09 NOVEMBER 2025 • 09:09 WIB

6 Pahlawan Nasional yang Jarang Dikenal tapi Berjasa Besar bagi Indonesia

Author

Tan Malaka. (dok. Wikipedia)

INDOZONE.ID - Setiap tanggal 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional, momen untuk mengenang jasa pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan.

Selama ini, figur seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan Jenderal Sudirman dikenal luas sebagai ikon perjuangan kemerdekaan. Namun, di balik nama-nama besar tersebut, masih banyak pahlawan lain yang turut berjuang dengan keberanian dan pengorbanan yang sama, meski nama mereka tak banyak tercatat dalam sejarah.

Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan, mari mengenal lebih dekat beberapa tokoh yang jasanya luar biasa, tetapi belum banyak dikenal masyarakat luas.

Baca juga: Sejarah Hari Pahlawan 10 November: Ultimatum Maut dan Harga Sebuah Kemerdekaan di Surabaya

6 Pahlawan Tersembunyi di Balik Sejarah Kemerdekaan

1. S.K. Trimurti

Surastri Karma Trimurti, yang lebih dikenal dengan nama S.K. Trimurti, adalah sosok perempuan tangguh asal Boyolali, Jawa Tengah, yang menyalurkan semangat perjuangannya melalui dunia jurnalistik dan tulisan-tulisannya.

Sebagai jurnalis serta penulis, Trimurti aktif menggemparkan semangat kemerdekaan rakyat Indonesia melalui artikel-artikel perjuangan. Selain di bidang jurnalistik, ia juga ikut terlibat dalam kegiatan politik dan pergerakan nasional.

2. B.M. Diah

Burhanuddin Mohammad Diah, atau B.M. Diah, merupakan tokoh asal Aceh yang dikenal sebagai jurnalis sekaligus diplomat ulung. Ia menjadi salah satu orang kepercayaan Presiden Soekarno dalam menyampaikan berita kemerdekaan Indonesia ke kancah internasional.

Lewat perannya di media dan diplomasi, B.M. Diah membantu memperkuat posisi Indonesia di mata dunia pada masa-masa awal kemerdekaan.

3. Mayor Jenderal TNI Isman (Mas Isman)

Tokoh ini merupakan pahlawan nasional asal Kalimantan Timur yang memiliki peran besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Berkat keberaniannya memimpin pasukan di medan pertempuran, ia mendapat julukan “Panglima Kuning.” Mas Isman dikenal sebagai sosok pejuang tangguh yang menentang berbagai upaya penjajahan pasca-Proklamasi.

4. Frans Kaisiepo

Nama Frans Kaisiepo diabadikan dalam pecahan uang Rp10.000 sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya kepada bangsa. Lahir di Biak, Papua, ia dikenal sebagai tokoh penting yang memperjuangkan penyatuan Irian Barat (Papua) ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semangat kebangsaannya tumbuh setelah ia belajar di kursus Pamong Praja dan berkominikasi dengan tokoh nasionalis, Soegoro Atmoprasodjo. Usai masa perjuangan, Frans dipercaya menjabat sebagai Gubernur Irian Barat hingga tahun 1973.

5. Bernard Wilhelm Lapian

Bernard Wilhelm Lapian, pahlawan asal Kawangkoan, Sulawesi Utara, dikenal dengan julukan “pahlawan tiga zaman” karena kiprah perjuangannya yang berlangsung sejak masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga awal kemerdekaan Indonesia.

Sebagai pejuang yang teguh memegang nilai kebangsaan, Bernard Wilhelm Lapian mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional pada 1988. Warisannya terus hidup melalui monumen peringatan di tanah tempat ia dilahirkan—simbol abadi dari dedikasi dan cinta tanah air.

 6. Tan Malaka

Tokoh asal Sumatra Barat ini bernama lengkap Sutan Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka. Dikenal dengan pemikirannya yang visioner dan revolusioner, Tan Malaka berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia serta kerap memberikan kritik tajam terhadap kebijakan politik setelah masa penjajahan.

Pengakuan atas kontribusi besar dan pemikiran revolusionernya diwujudkan melalui penetapan Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1966 oleh Presiden Soekarno.

Baca juga: Seberapa Layak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional? Ini Kata Pakar Sejarah

Menghargai Pahlawan yang Jarang Disebut

Keenam tokoh tersebut hanyalah segelintir dari deretan pahlawan Indonesia yang mungkin jarang disebut dalam buku sejarah, namun memiliki peran besar dalam membentuk perjalanan bangsa.

Tanpa dedikasi, pengorbanan, dan keberanian mereka, kemerdekaan Indonesia mungkin tidak akan seperti sekarang.

Menghormati jasa para pahlawan tidak cukup hanya dengan mengenang nama-nama mereka, tetapi juga dengan meneruskan semangat perjuangan melalui kerja keras, kejujuran, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan yang tulus kepada Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU