Kamis, 17 JULI 2025 • 20:45 WIB

Dari Konflik Menuju Kemerdekaan: Peran Partai Liga Muslim dalam Lahirnya Pakistan

Author

Bendera Partai Liga Muslim Pakistan (sumber: Samaa TV)

INDOZONE.ID - Kalau kamu pernah bertanya-tanya kenapa India dan Pakistan terpisah, jawabannya nggak sesederhana "karena beda negara." Di balik pemisahan itu, ada sejarah panjang tentang perjuangan identitas, ketegangan politik, dan cita-cita untuk kebebasan beragama. Semuanya bermula dari ketegangan antar komunitas Hindu dan Muslim di India pada akhir abad ke-19.

Ketegangan Hindu-Muslim dan Lahirnya Liga Muslim

Pada masa itu, umat Muslim di India menghadapi tantangan berat. Mereka merasa termarjinalkan, baik oleh dominasi politik Hindu yang makin menguat, maupun oleh kebijakan kolonial Inggris yang tidak berpihak. Dalam situasi itulah, Partai Liga Muslim India dibentuk pada tahun 1906 di Dhaka (sekarang Bangladesh).

Tujuannya jelas, yaitu memperjuangkan hak-hak politik umat Muslim dan mencari perlindungan agar suara mereka tetap didengar di tengah arus politik India yang didominasi oleh mayoritas Hindu.

Baca juga: Kisah Aasia Bibi di Pakistan yang Tak Suka Dijodohkan dan Berniat Meracuni Suaminya, Malah Belasan Orang Tewas

Teori Dua Bangsa: Saat India Terasa Terlalu Sempit

Titik balik penting terjadi pada tahun 1937, saat Liga Muslim mulai menarik dukungan luas dari masyarakat Muslim India. Namun yang benar-benar bikin heboh adalah Konferensi Lahore tahun 1940. Di sana, pemimpin karismatik Liga Muslim, Muhammad Ali Jinnah, memperkenalkan konsep “Two-Nation Theory” alias Teori Dua Bangsa.

Menurut Jinnah, umat Hindu dan Muslim bukan cuma berbeda agama, tapi juga budaya, nilai hidup, dan tujuan politik. Mereka dianggap dua bangsa yang nggak bisa hidup berdampingan dalam satu negara tanpa konflik. Solusinya? Mendirikan negara Muslim yang berdiri sendiri.

Muhammad Ali Jinnah: Bapak Bangsa Pakistan

Muhammad Ali Jinnaah, tokoh kemerdekaan Pakistan (sumber: Getty images)

Jinnah bukan sekadar politisi, tapi juga orator ulung. Lewat pidatonya, dia sukses menggiring opini publik dan membakar semangat umat Muslim untuk memperjuangkan negara yang menjamin hak dan kebebasan mereka. Di balik layar, ada juga sosok Muhammad Iqbal, penyair dan filsuf Muslim, yang pertama kali menggagas ide tentang “homeland” untuk umat Islam di Asia Selatan.

Baca juga: 5 Fakta Perang India-Pakistan 1971: Pemicu Ketegangan yang Mengubah Sejarah Asia Selatan

Akhirnya Merdeka! Tapi Penuh Luka

Setelah negosiasi panjang dengan Inggris dan meningkatnya ketegangan antar komunitas, akhirnya pada tahun 1947, wilayah anak benua India resmi dibagi menjadi dua negara yaitu, India dan Pakistan.

Namun pemisahan ini tidak berjalan mulus. Ada migrasi massal yang melibatkan lebih dari 10 juta orang. Banyak keluarga terpisah, banyak nyawa melayang akibat konflik berdarah antara umat Hindu dan Muslim. Ini jadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar abad ke-20.

Wilayah Pakistan mencakup bagian barat laut dan timur India kala itu Punjab, Sindh, Baluchistan, dan Benggala Timur (yang kemudian menjadi Bangladesh di tahun 1971). Tapi, isu sensitif seperti konflik Kashmir masih terus membayangi hubungan India-Pakistan hingga sekarang.

Cerita tentang berdirinya Pakistan bukan sekadar sejarah politik, tapi juga pelajaran soal pentingnya identitas, toleransi, dan hak asasi manusia. Liga Muslim dan tokoh-tokohnya seperti Jinnah dan Iqbal bukan cuma memperjuangkan wilayah, tapi juga masa depan di mana umat Muslim bisa hidup dengan bebas dan bermartabat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uinjkt.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU