Rabu, 02 JULI 2025 • 16:35 WIB

Indigofera, Emas Biru Pemicu Kelaparan yang Jadi Mimpi Buruk Pribumi di Era Kolonial

Author

Tanaman indigofera 

INDOZONE.ID - Pada masa tanam paksa, indigofera atau tarum kembang masuk komoditas tanaman ekspor yang sedang laku dipasaran Eropa. 

Indigo tidak dapat langsung dipasarkan seperti kopi, tetapi harus diolah terlebih dahulu di pabrik. Olahan tanaman indigo menghasilkan bahan pewarna. 

Warna yang dihasilkan adalah biru tua yang biasanya digunakan untuk mewarnai tekstil. 

Baca juga: Gila! Mantan Napi Ini Ubah Asrama Kampus Jadi Sarang Teror Psikologis Selama 8 Tahun, Mahasiswa Dikendalikan hingga Diperas!

Hasil industri indigo terbukti memberikan keuntungan yang cukup besar bagi pemerintah kolonial Belanda. Karena itu, indigo disebut “Emas Biru”. 

Pada kenyataanya keuntungan industri ini hanya berlaku untuk pemerintah kolonial saja, bagi rakyat praktik menanam indigo ini merupakan mimpi buruk yang berujung pada penderitaan mereka.

Pada mulanya tanah-tanah yang disiapkan untuk menanam indigo bukanlah lahan-lahan di sekitar pemukiman penduduk, tetapi tanah yang jaraknya jauh dari kampung dan tidak dipakai untuk menanam tanaman konsumsi penduduk. 

Jarak jauh ini tak jarang juga menimbulkan masalah bagi petani penanam, situasi ini terjadi di Cirebon. 

Baca juga: 5 Weton yang Punya Aura Gaib Kuat, Konon Membawa Energi Mistis

Akan tetapi karena permintaan yang semakin besar, lahan-lahan yang seharusnya digunakan untuk menanam padi, pada akhirnya hanya digunakan untuk menanam indigo saja. 

Akibatnya terjadi kelangkaan beras, yang membuat harga beras melonjak dan rakyat tidak bisa menjangkaunya dengan upah perkebunan mereka yang tidak seberapa. 

Pada tahun 1844 terjadi gagal panen besar-besaran di Cirebon yang diikuti banyak kematian akibat kelaparan. Hal yang sama juga terjadi di Pekalongan. 

Lahan yang diperuntukkan untuk menanam indigo mengalami penurunan kesuburan tanah. Hal itu karena tanah-tanah yang telah ditanami indigo akan kehilangan nutrisinya, sehingga tidak lagi subur untuk pertanian setelah beberapa kali panen. 

Baca juga: Ajian Bandung Bondowoso: Ilmu Sakti Tingkat Dewa yang Konon Bisa Bikin Raja Jin Tunduk

Tentunya hal ini sangat merugikan petani, karena lahannya tidak bisa ditanami padi lagi.

Industri indigo sangatlah menguntungkan bagi pemerintah kolonial Hindia Belanda. Itu terbukti dengan bagaimana hasil dari industri ini dapat membantu pemasukan kas Hindia Belanda dan mengatasi masalah keuangannya. 

Indigo yang disebut “Emas Biru” ternyata menjadi penderitaan bagi petani pada masa itu. Warisan sejarah ini menggambarkan bagaimana dampak eksploitasi kolonial begitu besar dan hebatnya bagi rakyat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Buku Sejarah Indonesia Modern

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU