INDOZONE.ID - Belanda menobatkan R. Ng. Reso Diwiryo sebagai Bupati Purworejo I dengan gelar Raden Adipati Arya Cokronegoro. Penobatan tersebut merupakan bentuk balas jasa atas bantuannya dalam perang Jawa. Surat Keputusan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang terbit pada tahun 1831 M, mengukuhkan Raden Adipati Arya Cokronegoro sebagai Bupati Purworejo yang pertama.
Peninggalan Bupati Cokronegoro I di Purworejo
Pemerintahan resminya berlangsung sekitar 25 tahun, mulai dari 1831 M sampai dengan 1856 M. Beliau memainkan peran sentral dalam membangun fondasi pemerintahan daerah serta mengembangkan wilayah Purworejo menjadi daerah administratif yang tertata.
Purworejo adalah nama baru yang diusulkan dan diberikan oleh Raden Adipati Arya Cokronegoro I sebagai pengganti nama Brengkelan. Kombinasi dari ilmu dan pengalaman dalam politik feodal serta kolonial yang diperolehnya selama pengabdian mencerminkan mentalitas seorang bupati. Ilmu, pengalaman politik, serta pengabdiannya mengantarkannya menjadi Bupati penguasa yang punya peran besar bagi Purworejo.
Dalam masa pemerintahannya sebagai Bupati, Raden Adipati Arya Cokronegoro I meninggalkan berbagai peninggalan infrastruktur serta bangunan bersejarah di Purworejo.
Berikut Beberapa Peninggalan Infrastruktur dan Bangunan Bersejarah Masa Pemerintahan Bupati Raden Adipati Arya Cokronegoro I di Purworejo:
Masjid Agung Purworejo (Foto: Instagram/@Indrasutantoo)
Masjid Agung Purworejo atau juga dikenal sebagai “Masjid Agung Darul Muttaqin” merupakan salah satu bangunan peninggalan masa kolonial Belanda. Diresmikan pada tahun 1834 Masehi, tepatnya 3 tahun setelah pengangkatan Bupati pertama Purworejo Raden Adipati Arya Cokronegoro.
Pembangunan masjid ini tidak lepas dari kontribusi Bupati penguasa saat itu, yaitu Raden Adipati Arya Cokronegoro. Karena ilmu dan pengalaman politik Raden Adipati Arya Cokronegoro di Kasunanan Surakarta membuat arsitektur masjid dan pemilihan lokasi pembangunan tidak lepas dari pengetahuan yang diadopsi di Kasunanan Surakarta.
Hal ini bisa dilihat dari penempatan lokasi Masjid Agung Purworejo yang dibangun di sebelah barat alun-alun kota Purworejo, mengikuti struktur tata kota di Kasunanan Surakarta yang menempatkan masjid di sebelah barat alun-alun Kota.
Salah satu keunikan di masjid ini adalah adanya Bedug Kyai Bagelen yang mempunyai ukuran sangat besar, dibuat dari kayu jati dan masih digunakan hingga kini.
Pendopo Kabupaten Purworejo (Foto: Instagram/@purworejonan)
Pendopo Bupati Purworejo atau sekarang lebih dikenal sebagai Pendopo Kabupaten Purworejo merupakan bagian dari lingkup Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Pendopo ini dibangun pada 1840, masa pemerintahan Bupati Raden Adipati Arya Cokronegoro I.
Arsitektur dan tata letak pendopo mengadopsi pengetahuan-pengetahuan dari Kasunanan Surakarta. Pendopo menghadap selatan dengan bagian atap joglo dan perpaduan arsitektur bangunan jawa dan dibelakang kediaman Bupati yang bergaya arsitektur Indische.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal UGM