INDOZONE.ID - Pada umumnya, kita sebagai manusia akan jatuh sakit bila terpapar virus, parasit ataupun cacing. Pada kasusnya manusia, kita akan mengalami yang namanya Cacingan jika terpapar cacing di dalam tubuh kita. Faktanya, penyakit Cacingan tidak hanya menimpa manusia saja, tapi juga komputer.
Pada 2 November 1988, AS digegerkan dengan keberadaan "Cacing" pada beberapa komputer yang terhubung dengan internet. "Cacing" ini adalah sebuah program komputer yang menginfeksi dan menggandakan dirinya sendiri dari satu komputer ke komputer lain. Dalam kasus ini, penyebaran "Cacing" ini terjadi akibat sambungan internet.
Selain itu, "Cacing" tersebut juga tersebar berkat kelemahan sistem dalam protokol email komputer. Kelemahan tersebut disebabkan oleh lemahnya penggunaan kata sandi pada akun komputer yang terinfeksi "Cacing" tersebut.
Baca Juga: Eksperimen Tuskegee: 40 Tahun Kekejaman Medis Terhadap Pria Kulit Hitam di Amerika Serikat
Akibat "Cacing" ini, setiap komputer yang terinfeksi akan langsung mengalami memori penuh tanpa alasan yang jelas. Bukan cuma itu, si "Cacing" ini akan mengirimkan sejumlah surel ke seluruh kontak yang ada di akun komputer dengan sendirinya, sekalipun kita tidak sedang menggunakan email.
"Cacing" ini mengenai sejumlah instansi pemerintah dan pendidikan di AS, seperti Universitas Harvard, Princeton, Stanford sampai Badan Penerbangan dan Antariksa AS. Gara-gara "Cacing" tersebut, sejumlah fungsi penting dari sistem komputer yang dimiliki instansi tersebut mengalami gangguan.
Setelah kasus "Cacing" ini menyebar luas, barulah si pelaku membongkar dirinya ke publik. Ia adalah seorang lulusan ilmu komputer Universitas Cornell bernama Robert Tappan Morris. Robert muncul karena kekhawatirannya terhadap "Cacing" buatannya yang menyebar luas hingga menyerang sistem komputer milik instansi pemerintah dan pendidikan di AS.
Baca Juga: Mitsubishi A6M Zero: Pesawat Tempur Jepang yang Sangat Ditakuti Pada Perang Dunia II
Sedikit informasi tentang Robert, Ia lahir di tanggal 8 November 1965 dan besar di New Jersey, AS. Ayahnya adalah seorang ahli komputer yang bekerja di Badan Keamanan Nasional AS. Menariknya, Robert menggunakan salah satu sistem komputer milik Ayahnya dalam menciptakan si "Cacing", yaitu Unix.
Robert mengenyam pendidikan di The Peck School dan Delbarton School. Kemudian Ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Harvard dan Cornell. Dari sinilah Robert mulai menggarap "Cacing" buatannya.
Pada awalnya, "Cacing" tersebut adalah proyek coba-cobanya untuk melihat seberapa kuat sistem komputer di AS. Ia meluncurkan si "Cacing" dari salah satu komputer milik kampusnya saat itu, Institut Teknologi Massachusetts (MIT). Untuk menyamarkan identitasnya, Robert menggunakan akun tamu pada komputer yang Ia gunakan untuk merilis si "Cacing".
Baca Juga: Mengenal Kisah Rasul Thomas: Sang Pendiri Gereja Kristen Tertua di India
Si "Cacing" pun mulai dirilis dan langsung menyebar ke seluruh penjuru AS. Karena penyebarannya yang tidak dapat dikendalikan, Robert pun mulai takut dan memutuskan untuk menyerahkan diri kepada pihak yang berwenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia