Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 24 APRIL 2024 • 07:05 WIB

Sejarah Kereta Api dan Keterkaitannya dengan Ekonomi Hindia Belanda di Abad Ke-19

Sejarah Kereta Api dan Keterkaitannya dengan Ekonomi Hindia Belanda di Abad Ke-19Ilustrasi kreta api di zaman Hindia Belanda. (Facebook/Kereta Api Kita)

INDOZONE.ID - Kereta Api menjadi moda transportasi yang digunakan oleh manusia untuk mengangkut barang dan penumpang, tidak terkecuali di Indonesia.

Dalam catatan sejarah, hadirnya Perkeretaapian di Indonesia bermula dari sebuah tulisan memo yang ditunjukkan untuk Pemerintah Belanda.

Bagaimana perkembangan serta keterkaitannya dengan ekonomi abad ke-19?

Permulaan Sepur

Munculnya kereta api di Indonesia pada awalnya ditujukan sebagai pengangkutan hasil bumi, keuntungan program Sistem Tanam Paksa, atau Cultuurstesel dengan meningkatnya hasil perkebunan perlu diangkut membuat sarana angkutan dari daerah yang cepat sangat diperlukan, semakin cepat tiba di pelabuhan akan semakin baik karena dapat mengurangi risiko kerusakan hasil perkebunan yang diangkut.

Baca Juga: Terowongan Sasaksaat: Kisah Misteri Di Balik Terowongan Kereta Api Terpanjang di Indonesia

Upaya pembangunan kereta api di Jawa bermula dari sebuah tulisan memo yang ditulis oleh Kolonel Jhr. Van der Wijk kepada Pemerintah Belanda pada tanggal 15 Agustus 1840, Ia memberi alasan pembangunan kereta api akan memberikan keuntungan secara Ekonomi dan pertahanan.

Pada tahun 1842 terbit Surat Keputusan Raja Nomor 270 tanggal 28 Mei 1842 yang berisi tentang akan dibangunnya jalan kereta api dari besi yang membentang dari Semarang ke Kedu dan Yogyakarta, namun surat tersebut tidak langsung dilaksanakan karena perbedaan pendapat tentang siapa yang akan membangun jalur tersebut, yakni antara swasta atau pemerintah.

Setelah perdebatan panjang, maka Pemerintah Hindia Belanda kemudian memberikan izin mengenai pembangunan kereta api melalui Gubernur Jenderal L.A.J Baron Sloet van de Beele, konsesi pembagunan jalur kereta api diberikan kepada perusahaan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada tahun 1862.

NISM yang diberikan konsesi kemudian menciptakan sejarah, yakni dengan memulai serta menyelesaikan pembangunan jalur rel kereta api pertama di Hindia Belanda antara Semarang- Tanggung pada tanggal 7 Juni 1864, dan selesai pembangunan pada tanggal 10 Agustus 1867, rel kereta api pertama ini memiliki lebar rel sepur sebesar 1435 mm.

Baca Juga: Tragedi Terowongan Paledang Bogor, Tewaskan 20 Orang Penumpang di Atap Kereta Api

Ekspansi Sepur

Keberhasilan NISM dalam membangun jalur rel kereta api antara Semarang-Tanggung pada tahun 1867 membuat NISM melanjutkan pembangunan jalur Semarang-Solo-Jogja yang selesai pada tanggal 21 Mei 1873, selain itu NISM juga memulai pembangunan jalur kereta api antara Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor) yang selesai di tahun yang sama, hal ini terjadi

karena tingginya kebutuhan angkutan massal untuk mengangkut komoditas yang laku di pasaran dunia ke Pelabuhan.

Selain perusahaan swasta, Perusahaan Kereta Api Negara, atau Staatsporwegen (SS) yang didirikan pada tahun 1875 juga membangun jalur kereta api Surabaya-Pasuruan-Malang yang diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878, lalu jalu Bangil-Malang juga dibuka pada tanggal 20 Juli 1879, serta jalur dari Kertosono-Madiun-Solo diselesaikan pada tanggal 24 Mei 1884, sehingga dapat berhubungan dengan jalur milik NISM di Solo.

Seiring perkembagan waktu, SS dan NISM meluaskan jaringan rel kereta api ke seluruh Pulau Jawa dan Sumatera, hal ini terlihat dari terjadinya perluasan besar-besaran jalur kereta api, awalanya pada tahun 1867 hanya terdapat sekitar 25 km jalur kereta api di Hindia Belanda, namun kemudian terjadi ekspansi yang pesat, terlihat pada tahun 1930, Hindia Belanda memiliki jalur kereta api dan trem sepanjang 7.425 km.

Baca Juga: Arkeolog Temukan Jalur Kereta Api Bawah Tanah Kuno Tempat Korban Perbudakan Melarikan Diri

Sepur dan Kemaslahatan

Kehadiran Jalan Pos yang dibuat oleh Gubernur Jenderal Daendels mengakibatkan terhubungnya kota-kota besar seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya dengan berbagai percabangan jalan yang ada. Namun, kehadiran kereta api memberi makna baru bagi masyarakat Hindia Belanda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Direktorat Pai

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sejarah Kereta Api dan Keterkaitannya dengan Ekonomi Hindia Belanda di Abad Ke-19

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!