INDOZONE.ID - Indonesia memiliki salah satu momen bersejarah di dunia kesehatan ketika berhasil keluar dari ancaman penyakit polio.
Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata kerja keras panjang pemerintah dan tenaga medis dalam melindungi generasi bangsa melalui program imunisasi.
Mengutip laman Kemenkes, Selasa (07/04/2026) Pada 27 Maret 2014, Indonesia secara resmi memperoleh sertifikat bebas polio dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengakuan ini menjadikan Indonesia sebagai bagian dari 11 negara di kawasan Asia Tenggara yang berhasil mencapai eliminasi polio.
Baca juga: Fakta Sejarah Hari Kesehatan Dunia: Mengapa 7 April dan Siapa Tokoh yang Menginspirasi?
Keberhasilan tersebut bukan hal yang instan. Sebelumnya, Indonesia juga telah lebih dulu dinyatakan bebas dari penyakit cacar pada tahun 1974.
Artinya, polio menjadi penyakit kedua yang berhasil dikendalikan secara nasional melalui program kesehatan yang terstruktur.
Kunci utama keberhasilan ini adalah tingginya cakupan imunisasi dasar pada anak. Dengan imunisasi lengkap hingga usia dua tahun, anak-anak dapat terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya, termasuk polio.
Program vaksinasi dilakukan secara masif hingga ke berbagai wilayah. Pemerintah terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi agar perlindungan terhadap penyakit menular semakin merata.
Polio sendiri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan dapat menimbulkan kelumpuhan bahkan kematian. Karena itu, pencegahan melalui vaksin menjadi langkah paling efektif untuk menghentikan penyebarannya.
Baca juga: Kisah Eksperimen Nekat Edward Jenner dalam Menemukan Vaksin Pertama di Dunia
Di balik pencapaian bebas polio, terdapat peran besar ribuan tenaga kesehatan yang bekerja tanpa lelah. Mereka menjangkau daerah terpencil, mendatangi rumah-rumah warga, hingga memberikan vaksin secara langsung kepada anak-anak.
Program imunisasi tetes polio yang sederhana ternyata menjadi senjata utama dalam melindungi masyarakat. Upaya ini tidak hanya membutuhkan tenaga, tetapi komitmen tinggi untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat.
Kerja keras tersebut menjadi fondasi kuat hingga akhirnya Indonesia berhasil mendapatkan pengakuan internasional.
Baca juga: The Lady with the Lamp: Kisah Florence Nightingale Mengubah Sistem Kesehatan Internasional
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenkes