Bajak Laut Ching Shih (Live Science)
INDOZONE.ID - Ching Shih merupakan bajak laut wanita yang dikenal sebagai salah satu perompak paling sukses dalam sejarah dunia.
Ia memimpin armada besar di Laut Cina Selatan pada awal abad ke-19 dan mengendalikan puluhan ribu awak kapal.
Kisahnya menarik perhatian banyak sejarawan karena Ching Shih mampu membangun kekuatan besar di dunia yang didominasi laki-laki.
Baca juga: Calico Jack, Bajak Laut Terkenal Yang Menginspirasi Film Pirates of the Caribbean
Perjalanan hidupnya dimulai dari latar belakang sederhana hingga akhirnya menjadi pemimpin armada bajak laut yang sangat ditakuti.
Merangkum laman Hong Kong Hike, Sabtu (14/03/2026), Ching Shih lahir dengan nama Shih Yang di wilayah Guangdong, Tiongkok, sekitar tahun 1775.
Ia berasal dari keluarga kelas pekerja dan pada masa mudanya bekerja sebagai pekerja seks di sebuah rumah bordil terapung di Guangzhou.
Kehidupannya berubah ketika ia menikah dengan pemimpin bajak laut bernama Zheng Yi pada tahun 1801. Setelah menikah, ia dikenal dengan nama Ching Shih yang berarti “istri Ching”. Bersama suaminya, ia mulai terlibat dalam aktivitas bajak laut di wilayah Laut Cina Selatan.
Baca juga: Edward Teach Bajak Laut Kejam Dengan Keragaman Senjatanya
Setelah Zheng Yi meninggal pada tahun 1807, Ching Shih mengambil alih kepemimpinan armada bajak laut milik suaminya.
Di bawah kepemimpinannya, kelompok bajak laut tersebut berkembang pesat dan menjadi salah satu kekuatan terbesar di kawasan tersebut.
Pada masa kejayaannya, Ching Shih memimpin armada yang terdiri dari sekitar 1.200 kapal dengan jumlah awak mencapai 70.000 orang. Armada tersebut dikenal dengan sebutan Armada Bendera Merah dan beroperasi di wilayah Laut Cina Selatan.
Kekuatan ini membuat banyak kapal dagang dan pelabuhan di kawasan tersebut merasa terancam oleh aktivitas perompakan yang dipimpin Ching Shih.
Baca juga: Port Royal, Kota Bajak Laut Yang Hancur Karena Gempa Dahsyat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hong Kong Hike