Rabu, 28 MEI 2025 • 16:05 WIB

Pertama dalam Sejarah! Bayi Lahir dari Embrio yang Dibekukan selama 24 Tahun

Author

Bayi lahir dari hasil embrio yang dibekukan selama 24 tahun.

INDOZONE.ID - Rekor baru di dunia medis, di mana bayi bernama Emma Wren Gibson lahir dari embrio yang dibekukan hampir seperempat abad lalu.

Bayi tersebut lahir dengan kondisi sehat dari seorang perempuan Amerika Serikat bernama Tina Gibson.

National Embryo Donation Center (NEDC) menyebut, Emma lahir sehat pada 25 November 2017.

Embrio dibekukan pada 14 Oktober 1992. Sementara Tina Gibson dilahirkan pada tahun 1991.

Baca Juga: Penemuan Ratusan Telur Dinosaurus Berusia 193 Juta Tahun, Banyak Embrio yang Masih Utuh!

"Kami bisa menjadi teman baik" ujar Tina Gibson, mengetahui bahwa berdasarkan umur, embrio putrinya hanya satu tahun lebih muda darinya.

Tina Gibson mengatakan, ia tidak diberitahu oleh dokter sampai ia hamil, bahwa embrio tersebut telah dibekukan lebih dari 24 tahun yang lalu.

Mark Mellinger mengatakan, Tina dan suaminya memilih embrio berdasarkan profil karakteristik genetik, namun mereka tidak diberitahu berapa lama embrio tersebut dibekukan.

Staf peneliti di University of Tennessee Preston Medical Library menyebut, kelahiran ini merupakan "embrio beku terlama yang berhasil lahir".

Rekor sebelumnya dicatat oleh bayi laki-laki yang lahir pada tahun 2011 dari embrio yang telah dibekukan selama 20 tahun.

Baca Juga: Balut, Embrio Telur Yang Jadi Makanan Populer di Filipina

Perlu diketahui, National Donate Dontion Center NEDC adalah organisasi keagamaan yang memiliki misi melindungi kehidupan dan martabat embrio beku yang tidak akan digunakan oleh orang tua genetik mereka dan untuk membantu pasangan lain membangun keluarga yang mereka idamkan melalui embrio yang disumbangkan.

Hingga saat ini, sebanyak 686 bayi telah lahir lewat program NEDC.

Direktur NEDC Dr. Jeffrey Kennan mengatakan, dia berharap kisah Emma dapat menggerakkan banyak orang untuk menyumbangkan embrio mereka kepada keluarga yang membutuhkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: DW.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU