Selasa, 29 OKTOBER 2024 • 14:59 WIB

10 Hewan Paling Mematikan di Dunia: Hati-Hati, Ada yang Mungil tapi Bahaya Banget!

Author

Ilustrasi jasad (Freepik)

INDOZONE.ID - Saat membahas hewan paling mematikan di dunia, banyak orang mungkin langsung membayangkan predator besar, seperti hiu.

Namun, kenyataannya, hewan-hewan kecil juga bisa menjadi ancaman serius. Misalnya, nyamuk, yang hanya menggigit dengan ukuran sebesar tusukan jarum, mampu menyebarkan penyakit dengan ancama kematian.

10 Hewan Paling Mematikan di Dunia

1. Nyamuk

Ilustrasi nyamuk.

Nyamuk menempati posisi teratas sebagai hewan paling mematikan. Meskipun tidak membunuh secara langsung, mereka menularkan penyakit seperti malaria, yang menyebabkan sekitar 780.000 kematian setiap tahun menurut data WHO.

Habitat nyamuk umumnya di daerah panas, lembap, dan dekat sumber air. Dari lebih dari 3.500 spesies nyamuk, hanya sebagian kecil yang membawa penyakit, seperti Anopheles (penyebab malaria) dan Aedes aegypti (penyebab demam berdarah).

2. Ular Mamba Hitam

Mamba Hitam.

Ular mamba hitam, yang ditemukan di Afrika sub-Sahara, dikenal sebagai ular paling mematikan di benua tersebut.

Racun yang dihasilkan memiliki efek cepat dan dapat menyebabkan kegagalan pernapasan, kelumpuhan, dan kematian dalam waktu tiga hingga 16 jam jika tidak diobati.

Baca Juga: 5 Hewan Paling Unik dan Mengerikan di Hutan Amazon yang Bikin Merinding!

3. Ular Sisik Gergaji

Ular sisik gergaji.

Ular ini menyebabkan sekitar 58.000 kematian setiap tahun di India. Racun dari ular sisik gergaji memengaruhi kemampuan tubuh untuk membentuk gumpalan darah, yang dapat menyebabkan kegagalan ginjal dan organ lainnya jika tidak ditangani segera.

4. Anjing

Ilustrasi Digigit Anjing (Freepik.com @aleksandarlittlewolf)

Meskipun dikenal sebagai sahabat manusia, anjing dapat menjadi sangat berbahaya jika terinfeksi rabies.

Gigitan dari anjing rabies menyumbang 99 persen kasus rabies pada manusia, terutama di Asia dan Afrika.

Virus ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat berakibat fatal dalam waktu satu hingga tiga bulan tanpa pengobatan.

5. Kuda Nil

Fakta menarik kuda nil. (Freepik/vladimircech)

Kuda nil adalah mamalia darat paling mematikan, membunuh sekitar 500 orang setiap tahun.

Dengan bobot mencapai 2.065 kg, kuda nil merupakan hewan agresif yang dapat berlari hingga 32 km/jam di darat dan 13 km/jam di air, serta memiliki gigi tajam yang mampu menenggelamkan perahu.

Baca Juga: Mengapa Amerika Selatan Menjadi Benua dengan Spesies Hewan Terbanyak di Dunia?

6. Singa

Singa.

Singa dapat menjadi ancaman serius saat merasa terancam, terutama ketika melindungi anaknya.

Antara 1950 hingga 2019, tercatat 282 orang diserang singa. Di Tanzania, sekitar 563 orang dilaporkan tewas akibat serangan singa sejak tahun 1990.

7. Buaya

Ilustrasi buaya. (Freepik)

Buaya dikenal sebagai pembunuh oportunis. Meski jarang memangsa manusia, serangan buaya dapat berakibat fatal, dengan sekitar 1.000 kematian setiap tahun akibat serangan hewan ini.

Buaya sering menyerang untuk melindungi wilayahnya, menggunakan rahang kokoh dan gigi besar untuk menyerang.

8. Kutu Triatoma

Kutu Triatoma.

Gigitan kutu triatoma sangat menyakitkan dan dapat menularkan parasit Trypanosoma cruzi, penyebab penyakit Chagas.

Menurut WHO, penyakit ini telah menginfeksi 6 hingga 7 juta orang pada tahun 2024 dan menyebabkan sekitar 10.000 kematian per tahun.

Baca Juga: Katanya, Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang dengan Golongan Darah O, Mitos atau Fakta?

9. Gajah

Ilustrasi Gajah. (Freepik)

Gajah, meskipun dikenal sebagai hewan damai, dapat menjadi ancaman jika merasa terancam.

Mereka telah membunuh sekitar 400 orang di India setiap tahun, terutama di daerah pedesaan.

10. Lalat Tsetse

Lalat tsetse.

Lalat tsetse, yang mirip dengan lalat rumahan, dapat menularkan penyakit trypanosomiasis Afrika, atau penyakit tidur, yang menyebabkan sekitar 50.000 kematian setiap tahun di Afrika Sub-Sahara.

Daftar ini menunjukkan, bahwa ukuran hewan tidak selalu mencerminkan seberapa mematikannya mereka.

Hewan-hewan kecil seperti nyamuk dan lalat tsetse dapat memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap kesehatan manusia dibandingkan predator besar.


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Live Science

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU