INDOZONE.ID - Di luar panca indra yang dimiliki makhluk hidup untuk melihat, merasakan, mencium, dan mendengar sesuatu. Ada beberapa hewan yang memiliki magnetoreseptor untuk melakukan migrasi atau perjalanan jarak jauh.
Magnetoreseptor adalah kemampuan hewan untuk mendeteksi medan magnet, mirip seperti kompas yang digunakan oleh manusia untuk menemukan arah. Hewan yang bisa merasakan medan magnet ini dapat disebut sebagai hewan magnetik.
Dalam kasusnya, ada beberapa hewan magnetik mempunyai partikel besi atau mineral magnetik di dalam tubuh sehingga dapat mendeteksi medan magnet.
Lalu hewan lainnya memiliki sel-sel khusus yang peka pada medan magnet sebagai penunjuk arah dalam melakukan migrasi.
Kemampuan ini sangat membantu para hewan untuk selalu menemukan jalur yang benar dalam melakukan migrasi dan kembali ke tempat asal mereka.
Penasaran dengan hewan apa saja yang mempunyai kemampuan magnoresepsi ini? Yuk, simak daftar berikut.
Baca Juga: Mengungkap Mitologi Enggang, Burung Keramat dari Kalimantan
1. Burung
Beberapa jenis burung memiliki partikel magnetik di dalam tubuh. Partikel tersebut dapat membantu burung untuk melakukan migrasi di musim tertentu, contohnya burung merpati, burung elang, dan burung layang-layang.
Kemampuan burung merpati dalam menemukan jalur sangatlah kuat karena mata burung merpati sensitif terhadap cahaya matahari. Oleh karena itu burung merpati di zaman dulu dapat berguna sebagai pengantar pos berkat kemampuannya ini.
2. Penyu
Migrasi penyu dimulai dari Pantai Timur Florida menuju Laut Saegasso di Samudera Atlantik sejauh 12.900 km. Waktu migrasi penyu terjadi setiap 5-10 tahun yang dilakukan oleh satu ekor penyu tanpa berkelompok dengan penyu lain.
Penyu memanfaatkan medan magnet untuk memberikan arah selama melakukan migrasi untuk mencari tempat bertelur yang kaya akan sumber makanan. Jalur magnet yang diikuti oleh penyu juga memiliki tujuan agar penyu terus berada di laut yang hangat.
3. Ikan Salmon
Pada setiap tahun ikan salmon selalu melakukan migrasi dari Samudera Pasifik atau Samudera Atlantik menuju sungai air tawar tempat asal mereka untuk berkembang biak. Perjalanan migrasi ikan salmon dapat mencapai lebih dari 1.000 kilometer.
Ikan Salmon akan bertelur di sungai, kemudian anak-anak salmon mulai melakukan perjalanan jauh menuju ke laut setelah mereka mencapai usia remaja. Sekitar dua tahun kemudian, salmon dewasa yang telah lama hidup di laut akan kembali ke sungai Fraser untuk bertelur.
Perjalanan jauh ikan salmon tersebut berhasil dilakukan karena mereka mempunyai sel-sel yang sensitif terhadap medan magnet di dalam tubuh, terutama di bagian hidung dan rahang.
Medan magnet tersebut membantu para salmon untuk menemukan arah migrasi yang harus ditempuh. Aliran di sungai Frazer juga memiliki meden magnet tertentu sehingga dapat dideteksi oleh ikan salmon.
4. Lobster Duri
Lobster Duri yang hidup di laut juga melakukan migrasi dengan mengandalkan bantuan navigasi dari medan magnet bumi.
Proses migrasi dari lobster duri terjadi mulai dari pantai Florida menuju ke laut lepas dengan suhu yang lebih hangat dan tenang di akhir musim gugur setiap tahunnya.
5. Bakteri Magnetotatic
Magnetotatic bacteria ditemukan oleh Richard P. Blakemore di tahun 1975. Bakteri ini mempunyai flagela yang dapat berfungsi sebagai pendorong. Kemudian, bakteri magnetotatic mampu berpindah dengan bantuan navigasi dari medan magnet.
Tubuh bakteri magnetotatic mengandung magnetosome yang tersusun dari senyawa magnetite atau greigite dengan sifat kemagnetan lebih kuat daripada magnet buatan manusia.
Untuk saat ini megnetosome dan senyawa lain yang terkandung dalam bakteri ini masih terus diteliti dan terdapat dugaan adanya potensi besar untuk dikembangkan dalam bidang kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/@guruipa