INDOZONE.ID - Mona Lisa adalah salah satu lukisan paling bersejarah di dunia yang dibuat oleh seorang pelukis asal Italia bernama Leonardo da Vinci. Apa yang membuat lukisan ini sangat ikonik? Jawabannya ada pada komposisi lukisan tersebut, mulai dari gambar wanita yang jadi model dari lukisan tersebut, sampai penggambaran latar dari lukisan itu.
Selain itu, lukisan ini mempunyai kesan enigmatik yang seolah-olah menyembunyikan sebuah teka-teki besar di belakangnya.
Lukisan ini diprediksi sudah dibuat pada periode 1503-1506. Setelah Leonardo da Vinci wafat pada tahun 1519, lukisan ini diambil alih oleh pemerintah Perancis sebagai salah satu warisan budaya mereka. Dan pada tahun 1797, lukisan ini mulai dipamerkan di Museum Louvre, Paris.
Pada tahun 1911, lukisan Mona Lisa pernah dicuri oleh seorang pria asal Italia bernama Vincenzo Peruggia. Alasannya adalah karena lukisan tersebut seharusnya menjadi milik masyarakat Italia, karena lukisan Mona Lisa dibuat oleh Leonardo da Vinci yang merupakan seorang seniman asal Italia.
Baca Juga: Kisah Veteran Perang Dunia Asal Jerman yang Bantai Satu Sekolah Pakai Penyemprot Api dan Tombak
Beruntung pada tahun 1914, lukisan ini berhasil dikembalikan ke Perancis. Atas tindakannya, Vincenzo sempat dipenjara selama 1 tahun 15 hari. Sebagai penebusan atas kesalahannya, Vincenzo mengabdikan dirinya sebagai tentara Italia pada masa Perang Dunia pertama. Fun fact, karena kasus pencurian ini, lukisan Mona Lisa mulai naik daun di kalangan masyarakat dunia dan namanya masih terus eksis sampai sekarang.
Lukisan Mona Lisa juga berhasil mencatatkan namanya di Guinness Book of World Record sebagai "Lukisan Termahal di Dunia". Lukisan ini dibanderol dengan harga sekitar 1 miliar US Dolar.
Nah, itu tadi sekilas soal lukisan Mona Lisa. Sekarang yang jadi pertanyaannya adalah siapakah sosok wanita yang dijadikan model dari lukisan Leonardo da Vinci tersebut? Penasaran siapa orangnya? Langsung saja kita masuk ke pembahasannya.
Baca Juga: Kisah Kusni Kasdut, Perampok Legendaris hingga Dapat Julukan 'Robin Hood' Indonesia
Lisa del Giocondo, Sang Model Wanita dibalik Lukisan Mona Lisa
Namanya adalah Lisa del Giocondo, seorang wanita asal Firenze, Italia kelahiran 15 Juni 1479. Ia berasal dari keluarga peternak yang sederhana namun berkecukupan.
Faktanya, Ibunya Lisa yang bernama Lucrezia del Caccia, merupakan istri ketiga dari Ayahnya yang bernama Antonmaria di Noldo Gherardini. Ayahnya Lisa sudah kehilangan 2 mantan istrinya yang meninggal saat melahirkan anaknya.
Lisa adalah anak pertama dari 7 bersaudara. Ia memiliki 3 Adik Perempuan dan 3 Adik Laki-Laki. Nama Lisa ini diambil dari nama Nenek dari pihak sang Ayah.
Baca Juga: Kisah Marianne Bachmeier, Ibu di Jerman yang Tembak Pembunuh Anaknya hingga Tewas di Hadapan Hakim
Pada awalnya, keluarga Lisa menetap di Santa Trinita, namun karena tak mampu membayar biaya perbaikan rumah, mereka memutuskan untuk pindah. Sampailah mereka di Santa Croce, dimana mereka menjadi tetangga dari keluarganya Leonardo da Vinci.
Di sisi lain, keluarganya Lisa masih memiliki rumah lain yang berada di Desa Poggio, San Donato, dan sebuah peternakan di wilayah Chianti, dekat dengan Rumah Sakit Santa Maria Nuova. Peternakan ini merupakan warisan dari Kakeknya Lisa. Setiap musim panas, keluarganya Lisa selalu memanen gandum di peternakan tersebut.
Kehidupan Pribadinya Lisa
Di usianya yang ke-15, Lisa sudah menikah dengan seorang pria bernama Francesco di Bartolomeo del Giocondo yang usianya 29 tahun. Francesco adalah seorang pedagang kain dan sutra. Ia menikahi Lisa untuk dijadikan Istri keduanya.
Fun fact, bagi masyarakat Firenze saat itu, sangat wajar bagi seorang gadis untuk menikah dengan pria yang umurnya hampir 2 kali lipat lebih tua darinya. Jadi pernikahan Lisa dan Francesco saat itu bukanlah sesuatu yang aneh bagi mereka.
Baca Juga: Apa Itu Khodam? Istilah Hubungan Manusia dengan Makhluk Gaib yang Jadi Trending Topic
Sebagai mas kawin untuk pernikahan putrinya, Ayahnya Lisa menjual lahan peternakannya di Chianti seharga 570 florin (koin emas). Per tahun 2022, 1 florin setara dengan $187. Jika mengikuti perhitungan inflasi, di tahun 2024 ini harga 1 florin setara dengan $200. Itu berarti keluarganya Lisa memberikan mas kawin sebesar $114.000.
Pernikahan Lisa dan Francesco berjalan harmonis. Berkat tersohornya nama keluarga Francesco sebagai seorang pedagang bahan pakaian, status sosial Lisa mulai naik. Meski demikian, Lisa masih setia dengan kehidupannya yang sederhana.
Pada 5 Maret 1503, Lisa dan Francesco memutuskan untuk pindah ke rumah mereka sendiri, setelah sebelumnya mereka tinggal di rumah orang tuanya Lisa. Saat menetapi di rumah barunya inilah Francesco mulai meminta Leonardo da Vinci untuk membuatkan lukisan untuk sang Istri.
Baca Juga: Menelusuri Challenger Deep: Dasar Palung Mariana, Sisi Terdalam Samudra yang Misterius
Pernikahannya Lisa dan Francesco dikaruniai 6 orang anak, namun 2 diantaranya meninggal tak lama setelah dilahirkan. Selain merawat anak kandungnya, Lisa juga merawat anak tirinya yang merupakan anak dari pernikahan Francesco yang pertama. Sama halnya dengan Ayahnya Lisa, Francesco juga ditinggal mati oleh istri pertamanya usai melahirkan. Fun fact lainnya, mantan istrinya Francesco dan mantan Ibu tirinya Lisa ternyata adalah pasangan Kakak beradik.
Kesibukan Lisa usai menikah adalah menjadi pemasok bahan baku untuk biara Sant'Orsola. Selain biara, Lisa juga menjadi pemasok di beberapa tempat. Untuk bahan baku yang biasa Ia pasok diantaranya ada keju, gula, kulit binatang, kain wol dan sabun.
Lisa juga turut membantu pekerjaan sang suami sebagai penjual bahan pakaian. Tak hanya itu, Ia juga memiliki bisnis properti dan peminjaman uang.
Baca Juga: Kekejaman Elizabeth Wettlaufer, Suster Psikopat Asal Kanada yang Tega Menghabisi Nyawa Para Lansia
Dengan kepandaiannya dalam mengelola bisnis, kehidupan ekonomi keluarganya Lisa mulai mengalami peningkatan. Sampai di tahun 1499, Francesco menjadi pejabat di pemerintahan Firenze.
Singkat cerita pada Juni 1537, kondisi kesehatan Francesco kian memburuk. Di saat-saat terakhirnya, Ia mewariskan semua hartanya untuk sang istri. Selang setahun kemudian, Francesco menghembuskan nafas terakhirnya.
Kematian sang suami membuat Lisa merasa sangat terpukul, akibatnya Ia mulai jatuh sakit hingga waktu yang cukup lama. Sampai di tanggal 14 Juli 1542, Lisa menyusul sang suami berpulang kepada Yang Maha Kuasa. Sejak kematian orang tuanya, anak-anaknya Lisa dan Francesco berusaha untuk mempertahankan dan menjalankan bisnis keluarga. Tapi sayangnya, bisnis tersebut berakhir bangkrut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia