Minggu, 17 DESEMBER 2023 • 13:15 WIB

5 Fakta Mencengangkan Paus Orka, Benarkah Predator yang Lebih Berbahaya dari Hiu Putih?

Author

Ilustrasi paus orca. (Freepik)

INDOZONE.ID - Di lautan yang luas, kita sudah mengetahui bahwa predator di perairan biru tersebut adalah hiu putih. Tak jarang, banyak laporan yang menyatakan bahwa hiu putih sering menyerang manusia.

Bagaimana dengan penyu, dan hewan lain yang ada di Lautan? Tentu saja mereka semua merupakan mangsa bagi Hiu Putih tersebut. Namun jika kalian bertanya pada ahli apakah Hiu Putih merupakan puncak rantai makanan? Jawabannya sudah pasti bukan

Karena faktanya, Paus Orcalah yang menjadi puncak rantai makanan di luasnya Samudera. Paus Orca bahkan tercatat pernah memangsa singa laut, lumba-lumba, pinguin hingga anjing laut.

Walaupun belum terdapat laporan yang menyatakan bahwa paus orca pernah menyerang manusia, setidaknya dilihat dari cara memangsanya seharusnya manusia berpikir dua kali jika berurusan dengan hewan yang sering dianggap paus ini.

Lalu, fakta apa saja yang bisa kita dapatkan dari hewan yang memuncaki rantai makanan ini? Simak faktanya yang dikutip dari berbagai sumber, salah satunya dari Newsweek. 

Baca Juga: Mengapa Tubuh Ikan Paus Cenderung Berukuran Raksasa? Berikut Alasan Lengkapnya

1. Paus Orca Memangsa Hiu Putih

Kalian tidak salah baca, karena memang hiu putih merupakan santapan bagi paus orca. Studi yang dipublikasikan oleh African Journal of Marine Science pada tahun 2022 menyatakan bahwa sejak tahun 2017 delapan bangkai hiu putih besar terdampar di pantai sekitar Western Cape dekat Gansbaai akibat serangan paus orca.

Peneliti mengungkapkan alasan bahwa Paus Orca memangsa Hiu Putih adalah pada organ Liver Hiu Putih memiliki cukup banyak sejenis minyak yang mengandung kalori yang membantu paus orca tumbuh lebih besar lagi. Dengan alasan tersebut Paus Orca dinobatkan sebagai puncak rantai makanan di Lautan.

Namun, perlu dicatat bahwa ini tidak terjadi secara umum atau sering, dan kejadian semacam itu tergolong langka. Paus orca dikenal sebagai pemangsa serba bisa yang memiliki kemampuan berburu yang luas dan beragam.

Beberapa insiden di lepas pantai Afrika Selatan telah tercatat di mana orca, terutama pod orca yang dikenal sebagai "pod bintang," diketahui menyerang dan membunuh hiu putih besar. Mereka menggunakan taktik khusus dalam serangan ini, memanfaatkan kelemahan anatomi hiu putih yang membuatnya rentan saat berada di posisi terbalik.

Baca Juga: Penampakan Paus Biru Pertama Kali di Labuan Bajo, Pemandangan yang Sulit Didapat

Meskipun paus orca bisa menjadi pemangsa hiu putih, kejadian semacam itu bukanlah pola perilaku yang umum atau lazim di habitat alami mereka. Keduanya adalah predator laut yang berbeda dengan peran ekologi yang berbeda pula. Kebanyakan waktu, paus orca lebih cenderung memakan ikan, cumi-cumi, mamalia laut, atau hewan laut lainnya yang menjadi bagian dari diet mereka yang lebih umum.

2. Menopause juga dialami Paus Orca

Seperti manusia dan beberapa spesies mamalia lainnya yang memiliki kehidupan sosial dan keluarga yang kuat, paus orca betina biasanya hidup lama dan pengalaman menopause. Saat paus orca betina mencapai usia tertentu, biasanya sekitar 40 hingga 50 tahun, mereka bisa mengalami menopause.

Ini berarti mereka tidak lagi mengalami siklus reproduksi yang aktif, tetapi tetap hidup dalam pod mereka dan berperan dalam kelompok sosial sebagai nenek atau anggota tua yang bijaksana.

Peran nenek dalam pod orca sangat penting. Meskipun tidak lagi memiliki anak sendiri, nenek orca membantu dalam membesarkan dan menjaga keturunan mereka, memberikan pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga yang membantu kelompok secara keseluruhan.

Hal ini menunjukkan pentingnya kehidupan sosial yang kompleks dan budaya yang ada dalam pod orca, di mana nenek memiliki peran khusus yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup kelompok.

3. Paus orca bukanlah seekor paus

Orca sering disebut paus pembunuh, mereka tentu saja memiliki ukuran yang tidak bisa disamakan dengan makhluk besar lainnya. Namun, orca sebenarnya bukanlah paus mereka adalah lumba-lumba (dan merupakan spesies lumba-lumba terbesar.

Baca Juga: Suntik Mati Paus Orca yang Terdampar di Sungai Seine Prancis, Sudah Tepatkah?

Secara taksonomi, mereka termasuk dalam famili Delphinidae yang merupakan lumba-lumba samudera. Ada teori yang mengatakan bahwa istilah yang salah tersebut berasal dari para pelaut yang melihat orca berburu dengan ganas terhadap hewan laut besar dan menjuluki mereka sebagai "pembunuh paus". Kemudian, istilah tersebut entah bagaimana berubah seiring berjalannya waktu.

4. Mempunyai strategi berburu dalam kelompok

Paus orca dikenal karena strategi berburu yang kompleks dan terkoordinasi. Dalam kelompok-kelompok yang disebut pod, mereka menggunakan komunikasi suara yang rumit dan gerakan tubuh yang terkoordinasi untuk berburu secara efektif.

Mereka memiliki berbagai taktik berburu yang disesuaikan dengan jenis mangsa yang mereka kejar. Mulai dari taktik penyergapan untuk menangkap ikan hingga menciptakan gelombang besar untuk mengeksploitasi anjing laut di lingkungan es, orca menunjukkan kecerdasan yang luar biasa dalam mengambil mangsa mereka.

Bahkan, di beberapa tempat, mereka bahkan menggunakan strategi khusus untuk menangkap hiu putih besar atau menyita hewan laut besar seperti paus biru dengan berkolaborasi dalam pod mereka. Semua taktik ini menunjukkan kemampuan berburu yang terorganisir dan cerdas dalam strategi kolektif orca, memungkinkan mereka menjadi predator yang sangat efisien di habitat laut mereka.

Baca Juga: Mengenal Megalodon: Hiu Purba yang Disebut Makhluk Laut Terbesar, Pernah Ada di Indonesia?

5. Mampu berkomunikasi bahkan menggunakan dialek mereka

Paus orca memiliki kemampuan untuk berkomunikasi yang kompleks, dan mereka diyakini memiliki dialek atau pola panggilan yang berbeda-beda antara pod-pod yang berbeda. Namun, kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan spesies lain masih dalam tahap penelitian.

Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan interaksi komunikasi antara paus orca dan spesies lain, seperti lumba-lumba atau paus bungkuk, terutama ketika mereka berada dalam lingkungan yang sama atau ketika berbagi area makanan. Namun, pemahaman tentang tingkat interaksi komunikasi antar-spesies ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut

Dalam hal dialek, setiap pod orca memiliki suara panggilan khas mereka sendiri yang dapat dibedakan oleh para ilmuwan. Orca dalam pod yang sama cenderung menggunakan panggilan yang serupa, sementara pod yang berbeda memiliki pola panggilan yang berbeda, menunjukkan adanya dialek atau variasi suara yang spesifik untuk setiap kelompok orca.

Baca Juga: Hiu Ternyata Lebih dulu Muncul dari Dinosaurus, Sudah Ada Sejak 450 Juta Tahun yang Lalu

Penelitian terus berlangsung untuk memahami lebih dalam kemampuan komunikasi orca, termasuk interaksi komunikasi dengan spesies lain dan kompleksitas dari dialek atau bahasa mereka sendiri. Ini menunjukkan tingkat kecerdasan sosial yang tinggi dan kompleksitas komunikasi dalam kelompok-kelompok orca.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Newsweek

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU