Pria Skotandia Temukan Tulang Lumba-Lumba Berusia 8000 Tahun saat Gali Kolam Renang di Belakang Rumah
INDOZONE.ID - Seorang pria asal Skotlandia bernama Paul McDonald, menemukan kerangka lumba-lumba prasejarah yang mengejutkan arkeolog. Betapa tidak, dia menemukan tulang lumba-lumba yang diperkirakan berusia 8000 tahun.
Dilansir BBC, saat itu, McDonald yang berusia 44 tahun sedang menggali lubang kolam renang di halaman belakang rumahnya. Tanpa berharap bakal menemukan apa-apa, dia justru malah menemukan tengkorak lumba-lumba yang diduga dari zaman prasejarah.
“Saya sedang menggali di kolam renang ketika saya menangkap sesuatu yang tidak biasa," kata McDonald.
“Saya menggulungnya kembali dan turun dan menariknya keluar. Saya melihat tengkoraknya yang bulat dan kemudian melihat moncong dan giginya, dan saya langsung tahu itu adalah lumba-lumba," lanjut dia.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Manusia Purba dan Kehidupan Prasejarah di Gua Braholo Jogja
Saat ditemukan di sekitar 31 inci di bawah permukaan tanah, tulang lumba-lumba tersebut telah diawetkan secara alami di tanah liat.
Para arkeolog percaya bahwa tulang tersebut telah terkubur di area tersebut hingga 8.000 tahun, yang kemungkinan berasal dari lumba-lumba yang terdampar setelah Zaman Es berakhir.
Tidak jauh dari area penemuan, terdapat sebuah alat yang sudah rusak yang terbuat dari tanduk rusa. Arkeolog percaya bahwa alat tersebut digunakan untuk memotong daging lumba-lumba. Sebab pada zaman itu, diyakini bahwa penduduk kuno menjadikan lumba-lumba sebagai santapan makanan.
“Terjebak di tanah liat pada kedalaman itu, saya tahu itu pasti sudah tua. Sekarang alat telah ditemukan yang memberi tahu kita lebih banyak tentang apa yang sedang terjadi, itu sangat mengejutkan,” kata McDonald.
Baca Juga: Penemuan Tulang Ular Terpanjang di China, Berusia 6.000 Tahun Ungkap Perburuan Prasejarah
“Kami membeli rumah itu enam tahun lalu, dan saya menemukan beberapa barang menarik, seperti botol dan koin tua, tetapi saya selalu ingin menemukan yang seperti ini,” lanjut dia.
Sejauh ini, para ahli dari Museum Nasional Skotlandia (NMS) telah mengambil tengkorak lumba-lumba tersebut untuk dianalisis. Rencananya, area tersebut akan digali lagi untuk menemukan sisa kerangka lumba-lumba.
Arkeolog Stirling bernama Murray Cook mengatakan, penemuan ini bisa menjadi yang pertama dari sejenisnya di Skotlandia dalam lebih dari satu abad.
"Saya tidak berpikir salah satu dari ini pernah mengalami penggalian modern," kata Cook.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Spesies Baru Berang-berang Prasejarah, Ukurannya Sebesar Singa Modern
Catatan terbaru menunjukkan bahwa tulang paus ditemukan di dekat Stirling pada tahun 1897, tetapi tidak ada catatan tentang penemuan lumba-lumba.
“Setelah Zaman Es, mengikuti mundurnya es, daerah ini adalah laut pedalaman yang luas yang penuh dengan kehidupan. Nenek moyang kita yang paling awal akan berjalan di garis pantai setiap hari untuk mencari makanan seperti rumput laut dan kerang, dan jika anjing laut, paus, atau lumba-lumba terdampar, mereka akan langsung diukir,” jelas Cook.
“Alat yang terbuat dari antler tine berarti mereka meretas lumba-lumba dan itu sangat mengasyikkan. Ujungnya putus - kami masih berharap menemukannya - dan mereka membuangnya,” tambah dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC