Peneliti Menaruh Sosok Batman di KRL untuk Melihat Mana Penumpang yang Mau Membantu Sesama
INDOZONE.ID - Apakah sosok Batman bisa membuat seseorang menjadi baik di dunia nyata sekalipun? Jawabannya inilah yang dicoba dicari tahu beberapa peneliti dengan cara menempatkan Batman di kereta bawah tanah.
Sebuah tim psikolog dari Università Cattolica del Sacro Cuore di Milan, Italia, melakukan penelitian dengan metode yang tak biasa. Mereka ingin mengetahui apakah suatu kejadian yang tidak terduga dapat mendorong seseorang menjadi lebih peduli terhadap orang lain
Untuk mengujinya, mereka menghadirkan sosok Batman di dalam kereta bawah tanah, seperti yang dikutip aku thefeedski
Eksperimen tersebut dilakukan dengan skenario sederhana. Seorang peneliti perempuan yang mengenakan perut prostetik agar tampak seperti sedang hamil menaiki kereta bawah tanah di Milan.
Sementara itu, seorang pengamat mencatat berapa banyak penumpang yang rela memberikan tempat duduknya. Kondisi ini menjadi kelompok kontrol dalam penelitian.
Baca juga: Kemasan Kertas Tanpa Lem: Peneliti Jerman Gunakan Laser untuk Rekatkan Kemasan Ramah Lingkungan
Pada tahap berikutnya, peneliti perempuan yang sama kembali menaiki kereta. Namun kali ini, dari pintu yang berbeda, muncul seorang peneliti lain yang mengenakan kostum Batman lengkap dengan jubah, topeng, dan logo kelelawar khas sang pahlawan super.
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Ketika Batman tidak hadir, hanya sekitar 37 persen penumpang yang menawarkan tempat duduk kepada perempuan yang tampak hamil tersebut. Namun saat Batman berada di dalam gerbong, angkanya melonjak menjadi 67 persen atau hampir dua kali lipat. Peluang seseorang untuk membantu juga tercatat lebih dari tiga kali lebih besar dibandingkan kondisi tanpa kehadiran Batman.
Temuan yang lebih menarik muncul setelah para peneliti mewawancarai penumpang yang telah memberikan tempat duduknya. Sebanyak 44 persen dari mereka mengaku sama sekali tidak menyadari ada seseorang berkostum Batman di dalam gerbong.
Para peneliti menduga fenomena ini berkaitan dengan meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar (mindfulness). Kehadiran sesuatu yang tidak biasa, seperti seseorang berkostum Batman di tengah perjalanan pagi, diyakini mampu mengganggu kebiasaan orang yang sedang bertindak secara otomatis.
Baca juga: ‘Batman' Meksiko Ikat Pencuri Motor di Tiang Lampu
Gangguan kecil tersebut membuat mereka lebih sadar terhadap kondisi di sekitarnya, termasuk memperhatikan orang lain yang membutuhkan bantuan.
Dengan kata lain, Batman bukan membuat orang ingin menjadi pahlawan super. Kehadirannya hanya membuat mereka lebih sadar sejenak, sehingga lebih peka dan terdorong untuk berbuat baik kepada sesama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram