Senin, 20 JULI 2026 • 08:56 WIB

Makan Ganja yang Dibuang Sembarangan, Anjing Pingsan Diselamatkan dari Jalur Pendakian

Author

Seekor anjing bernama Tokyo, pingsan di jalur pendakian Gunung Ben Nevis usai diduga menelan ganja yang dibuang. (Dok. Instagram lochabermrt)

INDOZONE.ID - Seekor anjing labrador hitam bernama Tokyo pingsan di Gunung Ben Nevis di Skotlandia, setelah diduga menelan ganja yang dibuang di jalur pendakian.

Insiden ini membuat tim penyelamat gunung turun tangan untuk mengevakuasi Tokyo dari ketinggian 1.345 meter sebelum akhirnya pulih di bawah penanganan dokter hewan.

Peristiwa ini terjadi saat Christina Bluhme mendaki Gunung Ben Nevis, gunung tertinggi di Inggris, 10 Juli 2026 lalu.

Di tengah perjalanan, anjing peliharaannya, Tokyo, tiba-tiba kehilangan kemampuan menggerakkan kaki. Kondisinya terus memburuk hingga mulai kehilangan kesadaran.

Melihat situasi tersebut, tim penyelamat gunung Lochaber langsung melakukan evakuasi.

Baca juga: 3 Kisah Aneh dari Sejarah Pemakaian Ganja, Salah Satunya Dianggap Bisa Meramal Cinta

Baca juga: Studi Ini Ungkapkan Asal Usul dari Tanaman Ganja!

Tokyo yang tak sadarkan diri dibawa turun dari puncak setinggi 4.413 kaki atau sekitar 1.345 meter. Dia dibawa ke dokter hewan di Fort William.

Keesokan harinya, Tokyo dilaporkan pulih. Dokter hewan menduga penyebabnya adalah ganja yang tertelan saat berada di jalur pendakian.

Menurut dokter hewan, Tokyo kemungkinan menemukan ganja yang dibuang sembarangan di sepanjang jalur pendakian.

Bluhme mengaku tidak pernah menyangka benda seperti itu bisa ditemukan di kawasan pegunungan.

“Tanpa tim penyelamat gunung Lochaber yang luar biasa, mustahil saya bisa membawa Tokyo turun dari gunung dengan selamat. Membawa anjing Labrador seberat 25 kg menuruni Ben Nevis sendirian adalah hal yang mustahil,” tuturnya mengutip The Guardian.

Bluhme juga mengaku sempat mengira akan kehilangan anjing kesayangannya.

“Saya pikir, saya akan kehilangan dia,” lanjutnya.

Ia pun mengingatkan para pemilik hewan peliharaan agar lebih waspada saat membawa anjing ke alam terbuka.

“Sebagai pengingat bagi sesama pemilik anjing, harap waspada bahwa obat-obatan terlarang dan zat beracun lainnya yang dibuang terkadang dapat ditemukan bahkan di tempat-tempat alam yang paling indah sekalipun,” sarannya.

Menurut Vets Now, ganja bisa berdampak jauh lebih serius pada anjing dibanding manusia.

Penyebabnya, otak anjing memiliki lebih banyak reseptor cannabinoid yang bereaksi terhadap zat aktif dalam ganja.

Gejala biasanya muncul dalam waktu 30 hingga 90 menit setelah tertelan.

Tanda-tandanya antara lain kehilangan keseimbangan, sering tersandung, sulit berdiri, pupil membesar, mata berkaca-kaca, hingga buang air kecil tanpa disadari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU