Sabtu, 11 JULI 2026 • 11:53 WIB

8 Kecoa Paling Cantik di Dunia, Ada yang Berwarna Hijau Metalik

Author

 Kecoa paling cantik di dunia Nimfa Ellipsidion australe. (Wikimedia Commons/Graham Wise)

INDOZONE.ID - Kecoa sering dianggap sebagai salah satu serangga paling menjijikkan. Namun, anggapan tersebut mungkin akan berubah setelah kamu melihat beberapa spesies kecoa yang hidup di alam liar. Alih-alih hanya berwarna cokelat kusam, sebagian di antaranya justru memiliki corak mencolok, warna metalik yang berkilau, hingga pola tubuh yang membuatnya terlihat seperti serangga hias.

Ternyata, hanya sebagian kecil spesies kecoa yang kita kenal sebagai hama rumah tangga. Banyak spesies lain yang hidup di alam liar dan memiliki penampilan yang sangat berbeda dari kecoa yang biasa kita temui. 

Nah, berikut delapan spesies kecoa unik dengan tampilan yang bisa mematahkan stereotip tentang serangga satu ini.

1. Ellipsidion australe

Ellipsidion australe adalah jenis kecoa asli Australia yang hidup di kawasan hutan terbuka. Kecoa ini disebut juga sebagai eastern ellipsidion atau kecoa semak. Ukurannya tergolong kecil, sekitar 10–15 mm. 

Baca juga: “Partai Kecoa” Viral di India: Anggotanya Harus Pengangguran dan Pemalas, Bentuk Sindiran dari Anak Muda?

Kecoa dewasa memiliki sayap dengan corak oranye mencolok, sedangkan nimfanya (fase muda) mudah dikenali dari deretan bintik putih di bagian perut. 

Selain itu, spesies ini memiliki antena yang lebih panjang dari tubuhnya dan kaki berduri yang membantunya bergerak dengan lincah.

Ellipsidion australe berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kecoa ini diduga memakan serbuk sari, embun madu, dan jamur. Warna tubuhnya yang cerah juga berfungsi untuk memperingatkan predator agar tidak memangsanya. Warna dan corak tubuhnya yang cantik membuat kecoa ini diberi julukan beautiful cockroach. 

Julukan beautiful cockroach terbilang unik karena kata "indah" jarang dikaitkan dengan kecoa, tetapi justru itulah yang membuat spesies ini menarik dibandingkan kebanyakan kecoa lainnya.

2. Polyzosteria mitchelli

Polyzosteria mitchelli atau Mitchell’s diurnal cockroach adalah salah satu kecoa asli Australia yang dikenal karena warna tubuhnya yang cerah dan mencolok. Kombinasi warna dan coraknya lah yang membuat spesies ini dijuluki Mardi Gras Cockroach, mengacu pada festival Mardi Gras yang identik dengan warna-warni meriah. 
Penampilannya yang unik bahkan sering membuat sebagian orang mengira serangga ini adalah kumbang, bukan kecoa.

Baca juga: Ciri-ciri Rumah Dapat Kiriman Sihir: Salah Satunya Banyak Kecoa Muncul Seketika

Menurut ahli serangga David Rentz, sebagian besar kecoa asli Australia hidup di alam dan memiliki peran penting dalam lingkungan. Meski kecoa sering mendapat citra buruk, keberadaan spesies berwarna cerah seperti Polyzosteria mitchelli menunjukkan bahwa tidak semua kecoa memiliki penampilan yang sama dengan kecoa hama yang dikenal masyarakat.

Pseudoglomeris magnifica. (iNaturalist/Tim Parker)

3. Pseudoglomeris magnifica

Pseudoglomeris magnifica atau metallic emerald cockroach merupakan spesies kecoa yang berasal dari China dan Vietnam. Kecoa ini dikenal karena warna tubuhnya yang berkilau seperti logam, mulai dari hijau hingga tembaga tergantung pantulan cahaya. 

Penampilannya yang mencolok membuat spesies ini lebih mirip kumbang daripada kecoa. Berukuran sekitar 3 cm, emerald cockroach aktif pada siang hari dan sering terlihat menjelajahi lingkungannya untuk mencari makanan.

Spesies ini menyukai lumut kerak, serbuk sari, dan berbagai buah manis. Berbeda dari banyak jenis kecoa lainnya, tingkat reproduksinya tergolong rendah dengan maksimal sekitar 12 nimfa dalam sekali kelahiran. 

Nimfa yang baru lahir akan menempel di bagian bawah tubuh induknya hingga mengalami pergantian kulit pertama. Kombinasi warna metalik yang unik dan perilakunya yang aktif pada siang hari menjadikan Pseudoglomeris magnifica salah satu spesies kecoa yang paling menarik untuk diamati.

4. Eushelfordia pica

Eushelfordia pica. (iNaturalist/desertnaturalist)

Eushelfordia pica adalah spesies kecoa yang hidup di hutan hujan Amazon, terutama di wilayah Brasil, Peru, dan Ekuador. Spesies ini mudah dikenali berkat pola warnanya yang kontras. Bagian perisai di belakang kepala berwarna kekuningan dengan bercak hitam besar di tengah, sementara sayap depannya didominasi warna hitam yang dihiasi bintik-bintik kuning dan putih. 

Kombinasi warna tersebut membuat Eushelfordia pica tampak lebih mencolok dibandingkan kebanyakan kecoa yang umumnya berwarna cokelat atau gelap.

Spesies ini hidup di lantai hutan yang lembap, terutama di antara serasah daun, kayu lapuk, dan lumut. Meski perilakunya belum banyak dipelajari, Eushelfordia pica diduga aktif di permukaan tanah dan berperan sebagai pengurai dengan memakan bahan organik yang membusuk. Tubuhnya yang pipih membantunya bergerak di sela-sela serasah daun, sementara pola warnanya diduga membantu menyamarkan diri di habitat alaminya.

Baca juga: Mengenal Kamitetep: Serangga Kecil yang Sering Muncul di Rumah

5. Therea petiveriana

Therea petiveriana merupakan spesies kecoa yang berasal dari India bagian selatan. Kecoa ini dikenal dengan beberapa nama umum, seperti domino cockroach, Indian domino cockroach, seven-spotted cockroach, dan desert cockroach. Julukan domino cockroach diberikan karena pola hitam-putih kontras pada tubuhnya yang menyerupai susunan titik pada kartu domino.

Bentuk tubuhnya yang agak membulat dan coraknya yang mencolok membuat spesies ini mudah dikenali dibandingkan banyak jenis kecoa lainnya. Umumnya spesies ini hidup di lantai hutan semak dan aktif pada waktu senja hingga fajar. Saat cuaca panas pada siang hari, Therea petiveriana biasanya bersembunyi dengan menggali tanah yang gembur atau berlindung di bawah tumpukan serasah daun.

6. Therea olegrandjeani

Therea olegrandjeani merupakan spesies kecoa asal India yang terkenal karena pola unik pada sayap depannya. Corak tersebut menyerupai tanda tanya, sehingga spesies ini juga disebut sebagai question mark cockroach. Penampilannya yang mencolok membuatnya menjadi salah satu jenis kecoa yang paling mudah dikenali dan sering menarik perhatian para pecinta serangga.

Spesies ini lebih aktif pada waktu senja dan malam hari, sedangkan siang hari biasanya dihabiskan dengan bersembunyi di bawah daun atau di dalam tanah. Salah satu perilaku uniknya adalah berpura-pura mati saat merasa terancam. Kecoa ini akan tetap diam tanpa bergerak hingga situasi dianggap aman. 

Menariknya, nimfa atau anakan Therea olegrandjeani belum memiliki pola menyerupai tanda tanya dan baru mengembangkan corak khas tersebut setelah mencapai fase dewasa.

Baca juga: Faktanya Membasmi Kecoa Pakai Insektisida Justru Makin Buat Kecoak Lebih Kuat Loh!

7. Panchlora kozaneki

Panchlora kozaneki merupakan spesies kecoa yang ditemukan di Hutan Nasional Yasuni, Ekuador. Spesies ini memiliki penampilan yang tidak biasa karena tubuhnya didominasi warna putih kekuningan dengan corak dekoratif pada bagian punggung dan sayap. Sayap depannya tampak hampir putih dengan semburat kebiruan halus, sementara bagian tepinya dihiasi garis cokelat kemerahan dan hitam yang membentuk pola kontras.

Dengan panjang tubuh sekitar 1,7 cm, Panchlora kozaneki termasuk kecoa berukuran sedang. Spesies ini hidup di hutan hujan tropis dataran rendah dan pertama kali dideskripsikan berdasarkan spesimen yang ditemukan di Taman Nasional Yasuni pada 2004. Nama kozaneki diberikan untuk menghormati Milan Kozánek, seorang entomolog yang turut mengumpulkan spesimen yang digunakan dalam penelitian tersebut.

8. Rochaina Mexicana

Rochaina Mexicana adalah kecoa hutan asal Meksiko yang mempunyai penampilan sangat mencolok. Tubuhnya dihiasi kombinasi warna hitam dan kuning cerah pada bagian punggung dan sayap, membuatnya lebih mirip kumbang daripada kecoa. Ukurannya sekitar 2-2,8 cm dengan antenna bercincin kuning dan tubuh hitam mengkilap yang ditutupi rambut-rambut halus keemas an. 

Corak kontras tersebut diduga berfungsi sebagai peringatan bagi predator agar tidak memangsanya.

Spesies ini hanya ditemukan di Meksiko dan hidup di Kawasan hutan tropis dan sub-tropis yang lembap. Meski belum banyak diteliti, Rochaina Mexicana diduga aktif pada malam hari dan berperan sebagai pengurai dengan memakan bahan organik yang membusuk.

Menariknya, kecoa ini sempat dikenal dengan nama Paratropes Mexicana sebelum akhirnya dipindahkan ke genus Rochaina melalui revisi taksonomi pada 2021.

Delapan spesies tadi membuktikan bahwa kelompok serangga ini juga punya bentuk, warna, dan corak yang luar biasa beragam. Bahkan, beberapa di antaranya bisa dibilang tak kalah menariknya dibandingkan kupu-kupu atau kumbang hias.  Jadi, spesies mana yang menurutmu paling cantik?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Australiangeographic.com.au, Grokipedia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU