INDOZONE.ID - Para arkeolog meyakini bahwa mereka telah menemukan versi Stonehenge yang lebih tua dibanding yang telah dikenal dunia selama ini.
Temuan tersebut terletak di Desa Bulford, hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari monumen prasejarah Stonehenge di Salisbury, Wiltshire, Inggris.
Situs diperkirakan berusia sekitar 5.000 tahun. Dengan kata lain, umurnya 500 tahun lebih tua daripada Stonehenge.
Stonehenge sendiri merupakan struktur megalitik prasejarah. Situs tersebut berupa formasi batuan menjulang tinggi dengan berat puluhan ton yang disusun berbentuk melingkar.
Baca juga: 7 Ras Anjing Penjaga Terbaik untuk Melindungi Rumah, Nomor 1 Jadi Andalan Polisi Dunia
Sayangnya, apa yang diyakini sebagai "Stonehenge yang lebih tua" itu tinggal menyisakan dua lubang di tanah.
Namun, bagi tim peneliti lubang-lubang tersebut dulunya menampung tiang kayu yang posisinya sejajar dengan titik terjauh Matahari musim panas dan musim dingin.
Struktur Bulford memang jauh lebih sederhana dibanding Stonehenge, hanya terdiri dari dua tiang kayu yang sudah lama membusuk.
Tiang-tiang tersebut diposisikan terpisah pada jarak 120 meter. Tingginya diperkirakan antara 2 hingga 4 meter.
Baca juga: Tak Selalu Buruk, Ini Dampak Positif Efek Rumah Kaca bagi Kehidupan di Bumi
Pemimpin Ekskavasi, Phil Harding dari Wessex Archaeology, mengatakan bahwa ini adalah salah satu temuan terbaik dalam kariernya.
"Dua lubang tiang ini memberi tahu saya lebih banyak tentang orang-orang 5.000 tahun yang lalu," katanya.
Ketika menemukannya, Harding menyadari bahwa tiang-tiang tersebut sejajar dengan Matahari. Polanya mirip dengan Stonehenge.
"Saya mengambil pensil dan penggaris, lalu menghubungkannya, dan saya sadar bahwa lubang-lubang itu seperti mengarah ke arah umum matahari terbit pada pertengahan musim panas," katanya.
Baca juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Energi Listrik? Ini Jawabannya
Peneliti juga menemukan sejumlah artefak di sekitar situs tersebut, seperti tembikar, alat dari batu rijang, dan tulang hewan.
Objek-objek ini telah membantu memastikan usia situs di Bulford. Peneliti menggunakan metode radiokarbon untuk menentukan usianya.
"Ini memberi tahu saya tentang seluruh komunitas tersebut, ini memberi tahu saya tentang bagaimana mereka berpikir, bagaimana mereka berperilaku, dan bagaimana mereka memuja langit," ujar Harding.
"Penemuan Bulford sebenarnya menunjukkan bahwa mungkin orang-orang yang membangun tahap pertama Stonehenge berbasis atau tinggal di sana, atau setidaknya berkumpul secara musiman untuk melakukan pekerjaan konstruksi di Stonehenge," timpal Dr. Jennifer Wexler, kurator sejarah di English Heritage.
Baca juga: Galaksi Terjauh di Alam Semesta Berhasil Ditemukan, Cahaya Tempuh Lebih dari 13 Miliar Tahun
Jejak struktur yang lebih awal dibanding Stonehenge ini sebenarnya telah ditemukan satu dekade lalu di Bulford.
Namun baru sekarang analisis mendalam dilakukan, peneliti juga melibatkan astronom untuk melihat keselarasannya dengan benda langit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC