Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 AGUSTUS 2025 • 14:30 WIB

Misteri Lingkaran Goseck: Situs Prasejarah yang Lebih Tua dari Stonehenge, Tapi Jarang Dibahas!

Misteri Lingkaran Goseck: Situs Prasejarah yang Lebih Tua dari Stonehenge, Tapi Jarang Dibahas!Lingkaran Goseck di Jerman. (sumber: charismaticplanet)

INDOZONE.ID - Di sebuah desa kecil bernama Goseck, Jerman, tersembunyi sebuah situs kuno yang membuat para peneliti terperangah. Namanya adalah Goseck Circle. Mungkin namanya belum sepopuler Stonehenge di Inggris, tetapi tahukah kamu? Formasi melingkar ini sudah ada jauh sebelum Stonehenge maupun Piramida Giza dibangun.

Goseck Circle pertama kali menarik perhatian publik pada 1991, saat gambarnya muncul dalam pemetaan udara. Dari atas, terlihat jelas pola lingkaran besar dengan dua parit melingkar serta deretan lubang yang tersusun rapi. Namun, baru pada 2002 penggalian resmi dilakukan dan hasilnya benar-benar mengejutkan.

Struktur Goseck terdiri dari dua parit konsentris dan pagar kayu yang membentuk lingkaran besar berdiameter sekitar 75 meter. Di antara pagar kayu tersebut, terdapat tiga gerbang yang sengaja dibangun menghadap arah tertentu: dua gerbang sejajar dengan titik matahari terbit dan terbenam saat solstis musim dingin, sementara satu gerbang lainnya mengarah ke utara.

Temuan ini membuat para arkeolog yakin bahwa Goseck Circle bukan sekadar ruang ritual biasa, melainkan observatorium matahari tertua di Eropa. Tempat ini digunakan manusia purba untuk melacak pergerakan matahari dan menandai pergantian musim.

Baca juga: Misteri Skellig Michael: Pulau Karang Terpencil yang Jadi Lokasi Syuting Star Wars

Situs ini diperkirakan berdiri sejak sekitar 4900 SM, menjadikannya berusia lebih dari 7.000 tahun, jauh lebih tua dibandingkan Stonehenge yang dibangun sekitar 3000 SM. Artinya, manusia purba di Eropa Tengah sudah memahami astronomi sederhana ribuan tahun lebih awal dari yang diperkirakan.

Menariknya, material utama bangunan ini bukan batu besar seperti situs megalitikum lain, melainkan kayu. Faktor inilah yang membuat Goseck Circle tersembunyi selama berabad-abad, hingga akhirnya jejaknya baru terlihat dari udara akibat perbedaan warna tanah.

Keberadaan situs ini memicu diskusi tentang kepercayaan manusia prasejarah terhadap alam semesta. Karena bentuk lingkarannya dan arah gerbang yang mengikuti siklus matahari, banyak yang menduga tempat ini digunakan untuk ritual musim dingin, atau mungkin pemujaan terhadap dewa matahari dan kekuatan alam.

Meski begitu, tidak ditemukan tulisan, simbol, atau ukiran di lokasi ini. Tak ada artefak yang secara langsung menjelaskan fungsi pastinya. Namun, kombinasi arsitektur, orientasi terhadap matahari, dan sejarah pertanian kuno memperkuat dugaan bahwa Goseck Circle adalah pusat kegiatan spiritual sekaligus ilmiah.

Setelah penelitian selesai, pemerintah Jerman memutuskan merekonstruksi situs ini dengan teknik dan bahan mirip aslinya. Kini, Goseck Circle telah dibuka untuk umum dan menjadi destinasi wisata arkeologi, meski popularitasnya masih kalah dibanding situs prasejarah lain.

Baca juga: Jejak Misterius di Gurun Peru: Rahasia Nazca Lines yang Belum Terpecahkan Ribuan Tahun

Sayangnya, meski usianya mencengangkan dan fungsinya penting, Goseck Circle jarang dibahas di media arus utama. Padahal, situs ini bisa menjadi kunci penting untuk memahami bagaimana peradaban manusia mulai mengamati langit dan membangun hubungan dengan kosmos.

Satu hal yang pasti, Goseck Circle bukan sekadar lingkaran dari tanah dan kayu, melainkan jejak kecerdasan manusia purba yang mencoba memahami alam dengan cara sederhana, namun visioner.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Spottinghistory.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Misteri Lingkaran Goseck: Situs Prasejarah yang Lebih Tua dari Stonehenge, Tapi Jarang Dibahas!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!