Garis Nazca di Peru (sumber: The New York Times)
INDOZONE.ID - Di wilayah kering di bagian selatan Peru, terbentang sejumlah garis berukuran raksasa yang membentuk pola-pola mengagumkan ketika disaksikan dari udara. Pola-pola tersebut bukan hasil teknologi canggih masa kini atau bukti keberadaan makhluk luar angkasa, melainkan peninggalan peradaban kuno yang dikenal sebagai Garis Nazca, sebuah misteri arkeologis yang hingga kini belum sepenuhnya terpecahkan.
Terletak di Gurun Nazca yang kering dan luas, sekitar 400 km di selatan ibu kota Lima, formasi ini mencakup area hampir 500 kilometer persegi. Dari permukaan, yang tampak hanyalah jejak tipis di tanah berwarna cokelat gelap. Namun, dari udara, barulah terlihat bentuk-bentuk mencengangkan, seekor laba-laba, monyet, burung kolibri, ikan, bahkan figur manusia dan pola-pola geometris yang rumit.
Garis-garis ini dibuat dengan cara mengangkat batu-batu gelap dari permukaan gurun untuk memperlihatkan lapisan tanah berwarna terang di bawahnya. Dengan metode sederhana ini, masyarakat kuno menciptakan gambar yang tetap terlihat jelas selama lebih dari 1.500 tahun. Diperkirakan, Garis Nazca dibuat antara 500 SM hingga 500 M oleh budaya Nazca yang mendominasi wilayah tersebut pada masa itu.
Beberapa gambar membentang hingga 370 meter panjangnya, setara dengan tiga lapangan sepak bola. Ketepatan proporsi dan akurasi bentuknya membuat para ilmuwan modern terus bertanya-tanya, bagaimana mereka dapat membuat gambar sebesar itu tanpa bantuan teknologi modern atau sudut pandang dari udara?
Tujuan sebenarnya pembuatan Garis Nazca masih menjadi perdebatan para ahli. Tidak ditemukan tulisan atau catatan sejarah yang menjelaskan makna di balik gambar-gambar ini. Namun, lokasi garis-garis ini berada di dataran tinggi yang kering, sehingga pola-pola tersebut mampu bertahan selama berabad-abad tanpa banyak kerusakan.
Beberapa bentuk, seperti burung raksasa atau laba-laba, diyakini memiliki makna simbolis terkait kepercayaan masyarakat kuno. Pola-pola lurus yang memanjang memunculkan dugaan bahwa garis-garis ini mungkin berhubungan dengan perbintangan, ritual keagamaan, atau penanda sistem irigasi. Meski begitu, semua teori ini masih belum memiliki bukti konklusif.
Baca juga: Geoglyph Garis Nazca, Desain Raksasa Misterius di Dataran Peru
Nazca peninggalan peradaban kuno. (sumber: Machu Travel Peru)
Salah satu hal yang membuat Garis Nazca begitu misterius adalah kenyataan bahwa pola-pola raksasa ini hampir tidak terlihat dari permukaan tanah, seolah memang dirancang untuk disaksikan dari ketinggian. Banyak gambar baru ditemukan pada awal abad ke-20, ketika penerbangan pertama melintas di atas wilayah tersebut.
Beberapa peneliti berpendapat bahwa masyarakat Nazca mungkin menggunakan alat sederhana seperti tiang dan tali untuk memastikan proporsi gambar tetap akurat. Teori lain menyebutkan adanya menara pengamatan dari tanah atau batu. Namun, hingga kini belum ditemukan bukti arkeologis yang cukup kuat untuk memastikan metode pengerjaannya.
Sejak 1994, Garis Nazca telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Pemerintah Peru dan lembaga internasional bekerja sama untuk melestarikan kawasan ini, karena ancamannya cukup besar, mulai dari pembangunan jalan, pertambangan ilegal, vandalisme, hingga badai pasir dan perubahan iklim yang perlahan mengikis kejelasan garis.
Berbagai upaya pelestarian dilakukan, termasuk pemetaan ulang dan dokumentasi digital. Teknologi seperti drone dan pemindaian satelit kini membantu para arkeolog menemukan gambar-gambar baru yang tersembunyi di antara bukit dan hamparan gurun.
Baca juga: Misteri Skellig Michael: Pulau Karang Terpencil yang Jadi Lokasi Syuting Star Wars
Hingga kini, lebih dari 800 garis lurus, 300 bentuk geometris, dan sekitar 70 gambar hewan serta tumbuhan telah diidentifikasi. Namun, hanya sebagian kecil yang maknanya benar-benar dipahami. Setiap motif baru yang ditemukan memunculkan spekulasi dan interpretasi baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britanica.com, Worldhistory.org