Kamis, 11 JUNI 2026 • 14:46 WIB

Tas dari Kulit TRex Dilelang, Harganya Bisa Rp8 Miliar

Author

Tas berbahan DNA TRex dilelang di Paris dengan harga hingga Rp8 miliar. (Reuters/Ardee Napolitano)

INDOZONE.ID - Sebuah tas tangan yang diklaim dibuat dari material berbasis DNA TRex akan dilelang di Paris, Prancis, pada 11 Juni 2026.

Tas ini diperkirakan terjual hingga USD500.000 atau sekitar Rp8,1 miliar dan disebut sebagai tas pertama di dunia yang menggunakan kolagen dari fosil Tyrannosaurus rex yang ditumbuhkan di laboratorium.

Melansir NYPost, rumah lelang Hotel Drouot di Paris, akan melepas tas tangan unik yang dibuat menggunakan material hasil rekayasa bioteknologi.

Bahan dasarnya diklaim berasal dari kolagen yang direkonstruksi dari fosil Tyrannosaurus rex berusia sekitar 66 juta tahun.

Harga pembukaan antara 300.000 Euro hingga 500.000 Euro atau sekitar Rp5,6 miliar hingga Rp9,4 miliar.

“Tas kulit T. rex ini menandai momen penting dalam karier saya. Sebuah karya unik yang menjadi tonggak sejarah,” kata Alexandre Giquello dari Hotel Drouot.

Baca juga: Doolysaurus, Dinosaurus Bayi Pertama dengan Fragmen Tengkorak di Korea Selatan

Bagaimana Kulit TRex Bisa Dibuat?

Proyek ini melibatkan sejumlah ilmuwan dan perusahaan bioteknologi, termasuk profesor rekayasa jaringan dari Universitas Newcastle, Che Connon.

Tas berbahan DNA TRex dilelang di Paris dengan harga hingga Rp8 miliar. (Reuters/Ardee Napolitano)

Tim tersebut mengembangkan material dengan memanfaatkan informasi biologis yang diperoleh dari fosil Tyrannosaurus rex.

Baca juga: Aplikasi AI Kini Bisa Identifikasi Spesies Dinosaurus Lewat Jejak Kaki

Prosesnya cukup panjang. Peneliti melakukan analisis filogenetik terhadap DNA purba, memasukkan informasi tersebut ke dalam sel bio-kulit yang direkayasa secara khusus, lalu menumbuhkannya menjadi material menyerupai kulit sebelum melalui proses penyamakan.

Hasil adalah bahan yang diklaim memiliki hubungan biologis dengan predator paling terkenal dalam sejarah bumi.

Tas berbahan DNA TRex dilelang di Paris dengan harga hingga Rp8 miliar. (Reuters/Ardee Napolitano)

Banyak Ahli Masih Meragukan

Proyek ini juga menuai kritik.

Sejumlah ahli skeptis mempertanyakan apakah material tersebut benar-benar bisa disebut sebagai kulit TRex.

Mereka menilai klaim tersebut terlalu jauh karena fosil dinosaurus berusia puluhan juta tahun telah mengalami berbagai perubahan biologis selama proses fosilisasi.

Namun Che Connon tetap yakin dengan pendekatan yang mereka gunakan.

“Bagian tersulitnya adalah membuat kulit dari sel, dan kami telah berhasil melakukannya,” kata Connon.

Ia juga menanggapi keraguan yang muncul.

“Sebagian orang salah paham dan mengatakan, 'Yah, kamu tidak bisa melakukannya.' Tapi itu tidak benar. Yakinlah, semua ini telah terbukti’,” lanjutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nypost

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU