Selasa, 26 MEI 2026 • 15:33 WIB

Mengenal Castor dan Pollux dan Cara Menemukannya: Dua Bintang Kembar di Konstelasi Gemini

Author

Ilustrasi Castor dan Pollux, konstelasi dari Gemini (Gemini AI)

INDOZONE.ID - Kalau kamu sering dan familiar dengar tentang zodiak Gemini, kamu pasti tahu tentang wujudnya sebagai konstelasi di angkasa. Nah, dua kepala Gemini yang biasanya membentuk sosok kepa si kembar itu disebut dengan bintang Castor dan Pollux.

Sebenarnya dimana letak kedua bintang tersebut? Berdasarkan situs skyatnightmagazine.com, Castor terletak sekitar 51 tahun cahaya dari Bumi, sedangkan Pollux berada lebih dekat dengan jarak sekitar 33,8 tahun cahaya.

Secara sekilas, Castor dan Pollux tampak hampir serupa. Namun ketika diamati lebih detail, Pollux terlihat lebih terang dengan rona warna yang lebih jingga dibanding saudara kembarnya dalam kisah mitologi.

Dengan artikel ini, kamu akan diperkenalkan lebih jauh dengan kedua bintang menarik tersebut sekaligus memahami sejumlah fakta unik yang dapat menjadi bahan pengamatan saat melihat langit malam.

Baca juga: Mengenal Konstelasi Satelit, Teknologi Kunci di Tengah Persaingan Antariksa Dunia

Cara Menemukan Castor dan Pollux

Salah satu metode paling mudah untuk menemukan Castor dan Pollux adalah dengan membuat garis imajiner dari bintang Rigel yang berada di bagian kanan bawah konstelasi Orion, melewati Betelgeuse di sisi kiri atas, lalu menemukan garis tersebut hingga menemukan dua bintang terang yang posisinya berdekatan.

Selain itu, Castor dan Pollux juga dapat ditemukan menggunakan pola bintang The Plough atau Biduk. Caranya adalah dengan menarik garis dari gagang The Plough melewati bintang kanan pada bagian dasarnya, kemudian melanjutkan garis tersebut.

Mengenal Castor

Termasuk Castor (Alphan Geminorum) yang merupakan salah satu dari dua bintang “kembar” dalam Gemini, sementara pasangan lainnya adalah Pollux (Beta Geminorum).

Di antara keduanya, Castor berada di posisi paling utara. Status mereka sebagai saudara kembar berasal dari cerita mitologi, bukan karena hubungan fisik antarbintang, di mana Castor digambarkan sebagai sosok fana sementara Pollux bersifat abadi.

Dari segi tampilan, Castor terlihat lebih redup dengan warna kekuningan dibanding Pollux yang tampak lebih oranye.

Baca juga: Mengenal Zodiak Gemini: Si Kembar yang Aktif dan Suka Bersosialisasi

Walaupun terlihat sebagai satu titik cahaya dengan mata telanjang, Castor sebenarnya adalah sistem multi-bintang yang cukup rumit.

Menggunakan teleskop dengan pembesaran sekitar 100 kali dan diameter minimal 3 inci, Castor dapat dipisahkan menjadi dua bintang utama yang tampak mirip, yaitu Castor A dengan magnitudo +1,9 dan Castor B dengan magnitudo +3,0.

Jarak pemisahan antara keduanya mengalami peningkatan dari sekitar 2 detik busur pada tahun 1970 menjadi kurang lebih 6 detik busur saat ini.

Kedua bintang tersebut memiliki periode orbit selama 445 tahun dengan kemiringan bidang orbit sekitar 25 derajat terhadap sudut pandang dari Bumi.

Pendamping ketiga bernama Castor C terlihat sekitar 1,2 menit busur di sisi selatan. Meski jauh lebih redup dengan magnitudo +9,1, bintang ini masih dapat diamati menggunakan teleskop kecil.

Menariknya, ketiga komponen utama Castor termasuk dalam kategori bintang ganda spektroskopik, yaitu pasangan bintang yang letaknya sangat berdekatan sehingga karakter aslinya hanya bisa diketahui melalui pengamatan spektroskopi.

Secara keseluruhan, sistem Castor terdiri dari enam bintang. Jarak rata-rata antara Castor A dan Castor B mencapai 104 AU, dengan variasi antara 71 hingga 138 AU.

Komponen utama Castor A dan B masing-masing memiliki luminositas sekitar 37 dan 13 kali lebih terang daripada Matahari, dengan massa sekitar 2,4 dan 1,9 kali massa Matahari.

Baca juga: Cara Menemukan Buhul Santet di Rumah Pakai Media Garam, Begini Caranya!

Sementara itu, pasangan dekat mereka diperkirakan memiliki massa sekitar setengah dari massa Matahari.

Castor C memiliki posisi terhadap Bumi yang menyebabkan cahayanya mengalami gerhana oleh dua bintang pendampingnya. Kondisi ini menjadikannya sebagai sistem bintang ganda spektroskopik gerhana.

Castor C juga dikenal dengan nama bintang variabel YY Geminorum dan terdiri dari dua bintang katai merah dengan periode orbit sekitar 19,54 jam.

Mengenal Pollux

Poluux merupakan bintang raksasa tua dan termasuk bintang jenis ini yang paling dekat dengan matahri. Massanya diperkirakan sekitar dua kali massa matahari dengan radius hampoir sembilan kali lebih besar. 

Walaupun berstatus beta 'beta;, Pollux dengan magnitudo +1,2 justru menjadi bintang paling terang di Gemini sekaligus bintang paling terang ke-17 di langit malam. 

Baca juga: Kelahiran Bintang-Bintang di Konstelasi Beruang Besar

Hubungan antara Polluz dan Castor lebih berkaitan dengan mitologi dibanding  keterkaitan fisik secara astronomi. 

Pollux diketahui memiliki sebuah planet gas raksasa yang mengorbit di sekelilingnya dengan perkiraan massa sekitar 2,3 kali Jupiter.

Planet tersebut dikenal sebagai Pollux b dan memiliki orbit yang hampir melingkar dengan radius sekitar 1,64 AU. Planet ini memerlukan waktu sekitar 1,6 tahun untuk menyelesaikan satu kali revolusi mengelilingi Pollux.

Nama resmi Pollux b yang diberikan oleh IAU adalah Thestias, hasil nominasi publik pada tahun 2015.

Pollux mempunyai tipe spektral K0 III. Kode K0 menunjukkan posisinya dalam sistem klasifikasi spektral Morgan-Keenan.

Posisi tersebut dianggap penting karena Pollux termasuk salah satu “anchor star” dalam sistem klasifikasi itu, yakni bintang dengan tipe spektral utama yang tetap konsisten selama bertahun-tahun. Sementara kode III menandakan bahwa Pollux merupakan bintang raksasa normal.

Pollux juga memancarkan emisi sinar-X lemah yang mirip dengan Matahari.

Baca juga: Penasaran Sisi Menarik dan Sisi Gelap Si Gemini? Ini Kepribadian Asli Mereka yang Jarang Diomongin

Medan magnet Pollux tergolong sangat lemah, dengan kekuatan di bawah 1 Gauss, sehingga menjadi salah satu medan magnet terlemah yang pernah terdeteksi pada sebuah bintang.

Perbedaan Castor dan Pollux

Perbedaan warna antara Castor dan Pollux terlihat cukup jelas dan menjadi objek menarik dalam fotografi astronomi.

Salah satu teknik terbaik untuk memperlihatkan perbedaan tersebut adalah dengan memotret kedua bintang dalam satu frame menggunakan eksposur panjang sehingga jejak cahaya keduanya tampak lebih jelas dan mempertegas perbedaan warnanya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Skyatnightmagazine.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU