Senin, 18 MEI 2026 • 18:20 WIB

Astronom China Temukan Dua Sistem Bintang Biner Langka di Alam Semesta

Author

Ilustrasi bintang. (National Geographic)

INDOZONE.ID - Tim astronom internasional yang dipimpin peneliti asal China berhasil menemukan dua sistem bintang biner langka baru di alam semesta. 

Sistem tersebut diberi nama Bernhard-1 dan Bernhard-2, yang masing-masing terdiri dari dua bintang pusat yang saling mengorbit. 

Menariknya, kedua sistem ini dikelilingi cakram gas dan debu dengan posisi miring terhadap jalur orbit bintang-bintang di pusatnya, sebagaimana dijelaskan Zhu Wei dari Tsinghua University selaku pemimpin tim penelitian tersebut.

Baca juga: Astronom Perancis Ini Menjadi Pemegang Rekor Peneliti Komet Terbanyak Sepanjang Masa

Temuan ini dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters.

Pada umumnya, cakram gas dan debu padat yang mengelilingi bintang, dikenal sebagai piringan protoplanet, berada sejajar dengan jalur orbit bintangnya, mirip seperti mayoritas planet dan satelit di tata surya yang bergerak pada bidang orbit serupa. 

Namun, Zhu menjelaskan bahwa dua sistem bintang biner yang baru ditemukan ini tergolong tidak biasa karena piringan di sekelilingnya justru berada dalam posisi miring terhadap orbit kedua bintang pusatnya. 

Akibat kemiringan tersebut, cakram itu tampak bergerak bergoyang layaknya gasing yang sedang berputar.

Zhu mengungkapkan bahwa ketika sebuah piringan bergoyang, piringan itu bergerak antara Bumi dan bintang-bintang biner selama beberapa dekade, menyebabkan kecerahan bintang-bintang biner bervariasi secara teratur.

Dari pengamatan di Bumi, sistem tersebut tampak mengalami penurunan cahaya ketika salah satu bintang dalam pasangan biner bergerak di balik piringan protoplanet. 

Baca juga: Penjelasan Lengkap tentang Fase Bulan, Kenapa Bentuknya Selalu Berubah? Ini Kata Ahli Astronom!

Setelah kembali terlihat, tingkat kecerahannya pun kembali seperti semula. Berdasarkan hasil penelitian, Bernhard-1 mengalami fase redup selama sekitar 112 hari dalam siklus 192 hari, sementara Bernhard-2 meredup selama 20 hari setiap 62 hari. 

Kedua sistem bintang biner ini diketahui berada pada jarak sekitar 3.000 hingga 10.000 tahun cahaya dari Bumi. 

Zhu menilai penemuan tersebut menjadi temuan penting untuk membantu para ilmuwan memahami proses pembentukan planet di alam semesta.

Studi itu dilakukan berkolaborasi dengan sejumlah astronom profesional dan amatir, serta peneliti dari China dan luar negeri. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU