Selasa, 28 APRIL 2026 • 19:20 WIB

Bukan Berasal dari Matahari, Ilmuwan Ungkap Misteri Debu di Asteroid Ryugu!

Author

Ilustrasi Asteroid Ryugu (Freepik)

INDOZONE.ID - Penelitian terbaru membuka fakta menarik tentang asal-usul debu di Asteroid Ryugu. Berbeda dari anggapan umum, material yang menyusun asteroid ini ternyata tidak sepenuhnya berasal dari Matahari.

Temuan ini memberikan petunjuk baru tentang bagaimana tata surya terbentuk di masa awal.

Misi Hayabusa2 dan Sampel Langka dari Ryugu

Melansir laman Discovery, Selasa (28/04/2026) badan antariksa Jepang melalui Hayabusa2 berhasil mengumpulkan sampel langsung dari permukaan Ryugu pada tahun 2018. Sampel tersebut kemudian dikirim ke Bumi dan mendarat di Australia pada 2020.

Material yang dibawa ini tergolong sangat berharga, karena merupakan sampel asteroid kaya karbon paling murni yang pernah diteliti.

Baca juga: Misi DART Berhasil, NASA Ubah Jalur Asteroid untuk Pertama Kalinya

Tidak seperti meteorit yang jatuh ke Bumi, sampel Ryugu tidak mengalami perubahan akibat gesekan atmosfer, sehingga kondisinya masih sangat asli.

Mengapa Debu Ryugu Tidak Berasal dari Matahari?

Berdasarkan laman Discovery, ada beberapa petunjuk penting yang mengarah pada kesimpulan bahwa debu di Ryugu tidak terbentuk dekat Matahari:

1. Kaya Karbon dan Tidak Terpapar Panas Tinggi

Sampel Ryugu menunjukkan kandungan karbon dan bahan organik yang sangat tinggi. Kondisi ini menandakan bahwa material tersebut tidak pernah mengalami suhu ekstrem.

Jika terbentuk dekat Matahari, seharusnya unsur-unsur tersebut sudah berubah atau rusak akibat panas.

2. Mengandung Jejak Air

Para ilmuwan juga menemukan adanya senyawa yang mengandung air. Hal ini mengindikasikan bahwa Ryugu dulunya memiliki es dalam jumlah besar.

Jika berada terlalu dekat dengan Matahari, es tersebut pasti sudah menguap dan tidak akan tersisa dalam bentuk kimia seperti yang ditemukan.

3. Terbentuk di Pinggiran Tata Surya

Dari dua petunjuk di atas, peneliti menyimpulkan bahwa Ryugu kemungkinan besar terbentuk jauh dari pusat tata surya, bahkan di luar orbit Jupiter. Area ini memungkinkan material tetap dingin dan stabil.

Lebih Tua dari Matahari?

Temuan paling mengejutkan adalah kemungkinan bahwa material Ryugu sudah ada sebelum Matahari terbentuk. Berdasarkan laman Discovery, asteroid ini diduga berasal dari cakram debu dan gas yang berputar sebelum Matahari menyala sebagai bintang.

Baca juga: Asteroid Ryugu Bawa 5 Bahan Pembentuk DNA, Mungkinkah Ada 'Bumi Lain' di Alam Semesta?

Artinya, debu di Ryugu bisa menjadi “sisa-sisa” awal pembentukan tata surya. Setelah terbentuk, asteroid ini kemudian terdorong oleh gravitasi planet besar seperti Jupiter atau Saturnus ke sabuk asteroid, tempatnya berada selama miliaran tahun.

Ryugu, Kapsul Waktu Tata Surya

Penemuan ini membuat Ryugu dianggap sebagai kapsul waktu kosmik. Asteroid seperti ini menyimpan informasi penting tentang kondisi tata surya sebelum planet-planet terbentuk.

Berdasarkan laman Discovery, inilah alasan utama para ilmuwan sangat tertarik meneliti asteroid kaya karbon. Dengan mempelajarinya, manusia bisa memahami bagaimana bahan dasar kehidupan dan planet terbentuk sejak miliaran tahun lalu.

Baca juga: Deretan Asteroid Terbesar yang Pernah Diteliti, Termasuk Letaknya di Tata Surya

Misteri debu di Asteroid Ryugu membuka wawasan baru bahwa tidak semua material di tata surya berasal langsung dari Matahari. Justru, sebagian di antaranya mungkin lebih tua dari Matahari itu sendiri.

Penelitian ini menegaskan bahwa asteroid bukan sekadar batu luar angkasa, melainkan jejak sejarah awal tata surya yang masih tersimpan hingga kini.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Discovery

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU