Sabtu, 18 APRIL 2026 • 16:23 WIB

Seberapa Tua Usia Bumi sampai Saat Ini Menurut Ilmuwan? Ancaman dan Bagaimana Cara Merawatnya

Author

Ilustrasi Bumi untuk perayaan Hari Bumi Internasional. (Pixabay/@geralt).

INDOZONE.ID - Bumi yang kita tinggali saat ini diperkirakan telah berusia sekitar 4,54 miliar tahun, menjadikannya salah satu saksi bisu dari awal terbentuknya Tata Surya yang lahir sekitar 4,6 miliar tahun lalu. 

Dalam rentang waktu yang begitu panjang, planet ini mengalami berbagai proses kosmik dan geologis yang perlahan membentuk wajahnya seperti sekarang—sebuah dunia dengan kehidupan yang kompleks.

Dari Nebula Surya hingga Lahirnya Bumi

Mengutip situswal mula terbentuknya Bumi berakar dari awan raksasa gas dan debu yang dikenal sebagai nebula surya. Awan ini runtuh akibat gravitasi, kemudian berputar dan memipih membentuk cakram. 

Di pusatnya, material terkonsentrasi hingga membentuk Matahari, sementara sisa materi di sekitarnya mulai menggumpal menjadi planetesimal—cikal bakal planet.

Baca juga: Gak Usah Khawatir Lagi, NASA Pastikan Asteroid Gak Bakal Tabrak Bumi Hari Valentine 2046

Seiring waktu, planetesimal ini saling bertabrakan dan bergabung, membentuk objek yang lebih besar yang disebut protoplanet. Dari proses inilah Bumi lahir sekitar 4,5 miliar tahun lalu. 

Pada fase awalnya, Bumi masih berupa bola panas yang terus berkembang melalui tabrakan dan akumulasi material.

Tabrakan Besar dan Lahirnya Bulan

Ilustrasi gempa bumi. (Freepik)

Salah satu peristiwa paling dramatis dalam sejarah awal Bumi adalah tabrakan dengan protoplanet seukuran Mars yang dikenal sebagai Theia. Benturan dahsyat ini melontarkan material ke luar angkasa, yang kemudian berkumpul dan membentuk Bulan.

Selain itu, periode yang dikenal sebagai Pengeboman Berat Akhir turut mempercepat perubahan besar di Bumi. Pada masa ini, asteroid dan komet menghantam permukaan planet secara intensif, memicu pelelehan kerak, pembentukan atmosfer awal, dan kemungkinan awal terbentuknya lautan.

Baca juga: Setelah 232 Hari di Luar Angkasa, 4 Astronot Balik ke Bumi dengan Pesawat Dragon SpaceX 

Dari Planet Panas ke Dunia Berair

Sekitar 4,3 miliar tahun lalu, suhu Bumi mulai menurun. Uap air di atmosfer mengembun dan membentuk lautan pertama. Aktivitas vulkanik yang sangat aktif pada masa itu melepaskan gas-gas penting yang kemudian membangun atmosfer awal Bumi.

Tak lama setelah kondisi menjadi lebih stabil, kehidupan mulai muncul dalam bentuk organisme bersel tunggal sederhana, diperkirakan antara 3,5 hingga 4 miliar tahun lalu. Dari titik inilah evolusi biologis perlahan berkembang hingga menghasilkan keanekaragaman hayati yang kita kenal sekarang.

Bumi yang Terus Berubah

Meskipun saat ini Bumi tampak stabil dengan benua, samudra, dan iklim yang relatif ramah, planet ini sejatinya masih terus berevolusi. Aktivitas tektonik, letusan gunung berapi, hingga perubahan iklim menjadi bagian dari dinamika yang tak pernah berhenti.

Menariknya, bukti sejarah awal Bumi tidak hanya ditemukan di planet ini sendiri. Analisis batuan dari misi Apollo menunjukkan bahwa sebagian material Bumi bahkan pernah terlempar hingga ke Bulan akibat benturan besar di masa lalu, lalu bertahan sebagai “arsip” geologis yang masih bisa dipelajari hingga kini.

Bagaimana Ilmuwan Menentukan Usia Bumi?

Untuk mengetahui usia Bumi, para ilmuwan mengandalkan metode seperti penanggalan radiometrik. Teknik ini mengukur peluruhan isotop radioaktif dalam batuan untuk menentukan usia absolutnya. 

Dengan membandingkan isotop induk dan hasil peluruhannya, para peneliti dapat menghitung berapa lama proses tersebut berlangsung.

Namun, karena sebagian besar batuan tertua di Bumi telah mengalami daur ulang ke dalam mantel, ilmuwan juga mempelajari meteorit dan asteroid sebagai pembanding. Salah satu contohnya adalah Bennu, yang diyakini terbentuk pada masa awal Tata Surya. 

Sampel dari asteroid ini, yang dibawa oleh misi OSIRIS-REx, memberikan wawasan penting tentang kondisi awal pembentukan planet.

Baca juga: Inilah 24 Planet yang Mirip Bumi dan Bisa Dihuni, Bahkan Jauh Lebih Nyaman Lho!

Ancaman terhadap bumi dan bagaimana merawatnya

Kini, di era modern, ancaman terhadap Bumi bukan lagi berasal dari tabrakan kosmik, melainkan dari aktivitas manusia sendiri. Perubahan iklim, deforestasi, pencemaran laut, hingga eksploitasi sumber daya menjadi tantangan nyata yang mempercepat kerusakan lingkungan. 

Fenomena seperti pemanasan global bukan lagi isu masa depan, melainkan kondisi yang sudah dirasakan saat ini melalui suhu ekstrem, naiknya permukaan laut, dan perubahan pola cuaca.

Merawat Bumi bukan berarti melakukan hal besar sekaligus, tetapi dimulai dari langkah sederhana yang konsisten. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi listrik, serta memilih transportasi yang lebih ramah lingkungan adalah contoh nyata yang bisa dilakukan sehari-hari. 

Selain itu, menjaga hutan dan ekosistem alami juga sangat penting, karena hutan berperan sebagai “paru-paru dunia” yang menyerap karbon dan menjaga keseimbangan iklim.

Baca juga: Apa Itu Badai Magnetik? Penjelasan Lengkap Penyebab dan Dampaknya bagi Bumi

Di sisi lain, kesadaran kolektif juga menjadi kunci. Edukasi tentang lingkungan, dukungan terhadap kebijakan berkelanjutan, serta partisipasi dalam gerakan pelestarian alam dapat memperkuat upaya menjaga Bumi. 

Teknologi pun bisa menjadi bagian dari solusi, mulai dari energi terbarukan hingga inovasi pengelolaan limbah yang lebih efisien.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Planetary.org

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU