Kamis, 02 APRIL 2026 • 14:30 WIB

Kemasan Kertas Tanpa Lem: Peneliti Jerman Gunakan Laser untuk Rekatkan Kemasan Ramah Lingkungan

Author

Kantong kertas. (Pixabay/matthiasboeckel)

INDOZONE.ID - Kertas memang dikenal lebih ramah lingkungan dibanding plastik. Namun, ada satu masalah yang sering muncul: kemasan kertas kerap terkontaminasi bahan tambahan seperti perekat, sehingga menyulitkan proses daur ulang dan menurunkan kualitas hasilnya.

Kini, peneliti di Jerman menghadirkan solusi inovatif. Mereka mengembangkan metode menutup kemasan kertas tanpa lem atau plastik, melainkan menggunakan laser karbon dioksida (CO₂).

Empat lembaga Fraunhofer di Jerman berkolaborasi dalam proyek bernama Papure. Masing-masing berfokus pada riset polimer, teknik pengemasan, serta teknologi laser. Hasilnya adalah metode yang mampu mengubah permukaan kertas menjadi “lem alami”.

Baca juga: Teknologi, Astronomi, dan Kertas: Warisan Hebat dari Dinasti Tang

Bagaimana Cara Kerjanya?

Proses diawali dengan analisis komposisi kimia berbagai jenis kertas. Peneliti menggunakan teknik seperti mikroskop elektron dan spektroskopi fotoelektron sinar-X untuk menentukan apakah kertas dapat direkatkan tanpa bahan tambahan.

Kandungan seperti hemiselulosa, selulosa, lignin, bedak, dan kalsium karbonat dalam kertas diketahui memengaruhi kekuatan segel yang dihasilkan.

Setelah jenis kertas dipilih, permukaannya disinari laser CO₂ dalam proses terkontrol. Sinar laser memanaskan permukaan kertas dengan cepat, mengubah lignin, hemiselulosa, dan selulosa menjadi senyawa rantai pendek.

Senyawa tersebut kemudian tetap berada di permukaan dan bertindak seperti perekat alami. Saat diberi tekanan dan panas tambahan, permukaan kertas dapat menyatu dan membentuk segel yang kuat tanpa perlu bahan tambahan.

Baca juga: Kertas hingga Mesiu, Warisan China Kuno yang Masih Dipakai Dunia

Masih dalam Tahap Pengembangan

Tim peneliti saat ini masih menyempurnakan berbagai parameter, seperti intensitas laser dan desain sambungan kertas, guna memaksimalkan kekuatan ikatan.

Meski demikian, potensi teknologi ini dinilai sangat besar. Jika berhasil diterapkan secara luas, kemasan kertas dapat menjadi lebih mudah didaur ulang, mengurangi kontaminasi, serta meningkatkan kualitas hasil daur ulang.

Mengapa Ini Penting?

Kemasan kertas yang terkontaminasi lem atau plastik sering kali berakhir di tempat pembuangan karena sulit diproses ulang. Dengan teknologi ini, kertas dapat didaur ulang secara lebih efisien tanpa perlu memisahkan lapisan perekat.

Inovasi ini menjadi kabar baik bagi lingkungan sekaligus industri, yang terus mencari solusi pengemasan yang benar-benar berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Theverge.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU