Kamis, 26 MARET 2026 • 15:20 WIB

4 Fakta Ilmiah tentang Cara Kucing Berkomunikasi dengan Manusia, Ternyata Penuh Makna

Author

Ilustrasi kucing. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Kucing memang makhluk yang ekspresif, meski bahasa yang mereka gunakan sering kali menjadi teka-teki bagi pemiliknya. 

Selain lewat suara meong yang akrab di telinga, mereka juga berkomunikasi melalui bahasa tubuh, mimik wajah, hingga jejak aroma. 

Dengan mengenali cara kucing berinteraksi, kamu akan menjadi lebih peka terhadap keinginan dan emosi mereka. 

Simak beberapa fakta ilmiah menarik berikut ini mengenai cara unik kucing menyampaikan pesan kepada manusia maupun sesama spesiesnya.

Baca juga: Kucing Dijadiin Mata-Mata Sama CIA Berujung Gagal, Begini Kisahnya

1. Mengeong Hanya untuk Berkomunikasi dengan Manusia

Kucing mengeong. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

Mengeong adalah bahasa unik yang dikembangkan kucing dewasa khusus untuk manusia, bukan untuk sesama kucing. 

Penelitian mengungkapkan bahwa ini adalah strategi komunikasi adaptif guna menyampaikan pesan seperti rasa lapar atau ajakan bermain. 

Frekuensi suaranya pun memiliki makna spesifikasi. Nada tinggi untuk sebuah keinginan dan nada rendah sebagai tanda ketidaknyamanan. 

Fakta ini menegaskan bahwa kucing domestik memiliki kecerdasan emosional yang mumpuni dalam membangun relasi sosial dengan manusia.

2. Gerakan Ekor Kucing Memperlihatkan Emosi dan Sikap

Kucing sering kali menggerakkan ekornya sebagai alat komunikasi visual. Ekor yang tegak lurus pada umumnya menandakan kepercayaan diri atau perasaan bahagia, sedangkan ekor yang mengembang seolah menunjukkan adanya ketakutan atau bahkan agresi.

Kendali otot halus yang terhubung ke jaringan saraf memberikan kemampuan bagi kucing untuk menggunakan ekornya sebagai instrumen komunikasi emosional. 

Presisi dalam setiap gerakannya mencerminkan suasana hati yang spesifik. Fenomena ini menempatkan bahasa tubuh kucing sebagai salah satu sistem interaksi tanpa suara yang paling rumit di antara hewan peliharaan lainnya.

3. Sentuhan dan Gesekan Mengandung Sinyal Sosial

Aktivitas menggosokkan tubuh pada manusia adalah cara kucing berkomunikasi secara kimiawi menggunakan kelenjar aroma mereka. 

Feromon yang dihasilkan di area pipi dan dagu berfungsi untuk menandai zona nyaman atau rasa percaya. Dikenal dengan sebutan bunting, perilaku ini menjadi simbol interaksi sosial yang positif. 

Secara saintifik, ini membuktikan bahwa kucing memiliki mekanisme unik dalam memperkuat ikatan emosional serta identifikasi sosial dengan makhluk di sekitarnya.

4. Tatapan Mata dan Kedipan Lambat sebagai Bahasa Cinta

Kucing sering kali menunjukkan komunikasi lewat mata dengan cara yang sangat halus, namun sebetulnya penuh dengan makna. 

Pada saat seekor kucing menatap dan kemudian secara perlahan memejamkan mata, maka itu sebenarnya merupakan tanda kepercayaan dan kenyamanan.

Baca juga: Mitos atau Fakta: Kucing Bisa Mabuk Perjalanan saat Mudik Lebaran?

Kedipan lambat merupakan indikator ilmiah bahwa sistem saraf kucing dalam keadaan tenang dan bebas dari stres. 

Membalas kedipan tersebut adalah teknik sederhana namun ampuh bagi manusia untuk memperdalam bonding dengan kucing mereka. 

Fenomena ini menyingkap tabir kerumitan cara kucing berkomunikasi guna mengekspresikan emosi serta kebutuhan mereka secara halus. 

Pada akhirnya, kepekaan dalam menerjemahkan bahasa alami kucing akan membantu siapa pun membangun relasi yang lebih solid dengan hewan peliharaan mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Www.petmd.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU