INDOZONE.ID - Galaksi merupakan sistem masif yang terdiri dari miliaran bintang, gas, dan debu yang terikat oleh gaya gravitasi.
Alam semesta menaungi beragam jenis galaksi dengan variasi bentuk serta ukuran yang ditentukan oleh kepadatan bintang dan tingkat luminositasnya.
Planet Bum merupakan bagian dari Bima Sakti, sebuah galaksi bertipe spiral yang jika diamati dari sudut vertikal, akan memperlihatkan struktur menyerupai kincir raksasa yang sedang berputar.
Baca juga: "Bumi Super" di Ujung Galaksi: Planet Mirip Bumi yang Disebut Berpotensi Menampung Kehidupan
Di sekitar Bima Sakti, terdapat berbagai galaksi tetangga dengan jarak yang bervariasi. Berikut adalah ulasan mengenai beberapa galaksi yang letaknya paling berdekatan dengan galaksi kita.
1. Canis Major Dwarf
Canis Major Dwarf adalah galaksi kerdil berbentuk tidak beraturan dengan massa sekitar satu miliar massa matahari. Dikutip dari Swinburne University of Technology, ini merupakan salah satu tetangga terdekat kita, terletak sekitar 25.000 tahun cahaya dari Matahari dan 42.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti.
Namun, akhir-akhir ini, Canis Major Dwarf tidak terlihat di balik debu dan gas di piringan Bima Sakti. Galaksi ini hanya ditemukan selama survei inframerah Two-Micron All Sky Survey (2MASS), yang memungkinkan para astronom melihat melampaui debu.
2. Sagittarius Dwarf
Galaksi kerdil Sagittarius (Sagittarius Dwarf) adalah satelit Bima Sakti berbentuk elips yang berjarak sekitar 70.000 tahun cahaya dari Tata Surya.
Memiliki dimensi diameter sebesar 10.000 tahun cahaya, galaksi ini menyimpan empat gugus bola utama.
Messier 54 atau M54 terletak tepat di jantung galaksi, sementara gugus Terzan 7, Terzan 8, dan Arp 2 berada di area sekitarnya.
Struktur ini memberikan gambaran unik mengenai komposisi galaksi satelit yang mengelilingi rumah galaksi kita.
3. Segue 1
Segue 1 adalah satelit Bima Sakti yang hanya berjarak sekitar 75.000 tahun cahaya, menurut American Astronomical Society. Segue 1 merupakan galaksi sferoid kerdil ultra-samar pertama yang ditemukan, dan para ilmuwan telah memperdebatkan sifatnya sejak lama.
Selain memperdebatkan sifat dasarnya, ilmuwan kini tengah menelusuri sejarah pembentukan Segue 1 dan prosesnya mengorbit Bima Sakti.
Sebagai upaya pemecahan masalah tersebut, para peneliti dari University of Virginia dan University of La Laguna menginisiasi pengamatan gerak diri pertama pada objek ini. Studi ini menandai babak baru dalam memahami dinamika galaksi kerdil di sekitar kita.
4. Large Magellanic Cloud
Terletak 163.000 tahun cahaya dari Bumi, Awan Magellan Besar merupakan galaksi yang didominasi oleh gas.
Temuan terkini meragukan statusnya sebagai satelit tetap Bima Sakti karena kecepatannya yang dianggap terlalu tinggi untuk terikat dalam orbit.
Interaksi gravitasi dengan Bima Sakti telah mendistorsi bentuk asli galaksi ini, sekaligus memberikan efek balik yang mengubah struktur terluar Bima Sakti.
Fenomena ini membuktikan betapa dinamisnya hubungan antara galaksi kita dengan tetangga terdekatnya.
5. Small Magellanic Cloud
Terletak sejauh 200.000 tahun cahaya, Awan Magellan Kecil merupakan satelit Bima Sakti yang hanya dapat disaksikan dengan jelas dari belahan bumi selatan.
Galaksi ini memiliki nilai sejarah tinggi sebagai pemandu navigasi tradisional bagi budaya Polinesia.
Dengan diameter sekitar 7.000 tahun cahaya, ukurannya tergolong kecil dibandingkan galaksi spiral besar lainnya, namun tetap menyimpan potensi ratusan juta bintang.
Posisinya yang dekat menjadikannya salah satu objek studi terpenting dalam memahami lingkungan galaksi kita.
6. Draco Dwarf
Draco Dwarf adalah galaksi yang mengorbit pusat Bima Sakti. Tetapi, jaraknya sangat jauh sehingga dibutuhkan sekitar satu hingga dua miliar tahun untuk menyelesaikan satu putaran.
Seperti yang dijelaskan laman StarDate, bintang-bintang di galaksi Draco sedikit dan redup. Secara keseluruhan, mereka memancarkan cahaya lebih sedikit daripada bintang paling terang di Bima Sakti.
Baca juga: Penampakan Tiga Galaksi Bertabrakan, Kata Nasa Bukan Kejadian Langka
7. Ursa Minor Dwarf
Ursa Minor Dwarf menempati jajaran galaksi satelit kecil Bima Sakti dengan jarak tempuh sekitar 240.000 tahun cahaya.
Merujuk pada data SEDS USA, galaksi ini diklasifikasikan sebagai sistem elips atau bola kerdil yang didominasi oleh populasi bintang tua, tanpa adanya materi antarbintang dalam jumlah yang berarti.
Ulasan di atas merangkum deretan galaksi yang menjadi tetangga terdekat Bima Sakti. Kendati demikian, jarak kosmik tersebut tetaplah luar biasa luas, di mana perjalanan menuju ke sana akan memakan waktu hingga ribuan tahun bahkan dengan teknologi tercepat sekalipun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Space