Minggu, 15 MARET 2026 • 11:16 WIB

Mitos atau Fakta: Kucing Bisa Mabuk Perjalanan saat Mudik Lebaran?

Author

Ilustrasi kucing. (Freepik)

INDOZONE.ID - Bagi para pecinta kucing (cat lovers), euforia mudik Lebaran kerap kali dibarengi dengan dilema tentang siapa yang akan menjaga kucing di rumah. 

Akhirnya, banyak yang memilih untuk mengajak anabul mereka menempuh perjalanan jauh ke kampung halaman. 

Namun, muncul pertanyaan penting: benarkah kucing bisa merasakan mabuk darat? Mungkinkah hewan peliharaan kita merasa tidak nyaman, mual, hingga pusing akibat guncangan selama di jalan?

Yuk, simak penjelasan medisnya di bawah ini!

Baca juga: 11 Mitos Seputar Kucing yang Cukup Populer di Kalangan Cat Lovers!

Mitos atau Fakta Kucing Mabuk Perjalanan?

Faktanya, manusia bukan satu-satunya makhluk hidup yang bisa mengalami mabuk perjalanan.

Kucing juga bisa merasa tidak nyaman saat menaiki moda transportasi tertentu, termasuk mobil, pesawat, bahkan perahu atau kapal, melansir Pet Health Network

Perlu diketahui bahwa tingkat kerentanan setiap kucing terhadap mabuk perjalanan berbeda-beda. 

Biasanya, kondisi ini lebih mudah menyerang anabul yang jarang diajak berkendara atau mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi terhadap perubahan suasana. 

Secara biologis, motion sickness muncul saat guncangan konstan mengacaukan koordinasi antara panca indra dan sistem keseimbangan di otak. 

Selain faktor fisik, rasa takut serta stres selama perjalanan turut menjadi pemicu utama munculnya gejala tersebut.

Mabuk perjalanan memang bukan kondisi yang fatal bagi anabul. Maka dari itu, hal ini dapat membuatnya merasa tidak nyaman selama perjalanan bahkan setelah sampai tujuan. 

Melansir dari Wag Walking, kucing bahkan dapat mengalami muntah dan diare yang akhirnya memicu dehidrasi.

Gejala Mabuk Perjalanan pada Kucing

Meski kucing berisiko mabuk perjalanan, gejalanya terkadang tidak langsung terlihat jelas. 

Tanpa kemampuan untuk berkomunikasi secara verbal, anabul hanya bisa memberikan sinyal lewat reaksi tubuh seperti produksi liur berlebih, muntah, atau diare. 

Selain gangguan fisik tersebut, Neater Pets mencatat bahwa kucing juga sering mengekspresikan kecemasan mereka melalui tanda-tanda stres perjalanan sebagai berikut:

  • Vokalisasi berlebihan atau jadi lebih berisik 
  • Merasa resah, gelisah, jengkel (agitasi)
  • Menjilat bibir secara berlebihan
  • Keluar air liur berlebihan
  • Lesu atau tidak aktif bahkan setelah turun dari kendaraan.

Cara Mencegah Kucing Mabuk Perjalanan

Ilustrasi kucing (Sumber : Freepik)

Agar perjalanan bersama kucing tetap menyenangkan, kamu mungkin perlu menyiapkan beberapa hal.

Tujuannya agar anabul merasa tenang di perjalanan dan terhindar dari risiko motion sickness. 

Tahap awal yang perlu dilakukan adalah mengakrabkan anabul dengan pet cargo serta simulasi perjalanan jarak dekat. 

Kamu bisa membiarkan kucing bereksplorasi di dalam kandangnya sambil sesekali memberikan camilan (treats) sebagai bentuk apresiasi agar mereka merasa tenang. 

Begitu kucing mulai terbiasa, ajaklah mereka masuk ke dalam mobil tanpa perlu menyalakan mesin terlebih dahulu, biarkan mereka mengenali atmosfer kendaraan sembari kamu memberikan pujian dan hadiah makanan. 

Jika mereka sudah tampak rileks, barulah mulai rutin melakukan perjalanan singkat secara bertahap. 

Meski memakan waktu, proses adaptasi ini sebaiknya dilakukan jauh sebelum jadwal mudik tiba agar kucing tidak kaget.

Sebagai langkah pencegahan mabuk perjalanan pada kucing, VCA Animal Hospitals menyarankan agar pemilik tidak memberikan makanan kepada anabul hingga delapan jam sebelum keberangkatan guna meminimalisir rasa mual sekaligus mengurangi frekuensi kebutuhan ke toilet. 

Baca juga: 5 Arti Mimpi Melihat Kucing Hitam Menurut Islam, Pertanda Buruk?

Selama di perjalanan, pastikan kucing tetap memiliki akses terhadap air bersih, misalnya dengan menyediakan botol minum yang digantung pada pet cargo yang nyaman dan aman bagi mereka. 

Selain itu, penting untuk menjaga kondisi kendaraan agar tetap sejuk serta senyap demi ketenangan sang kucing. 

Untuk meningkatkan rasa nyaman, kamu bisa meletakkan selimut atau kaus yang memiliki aroma tubuh pemilik di dalam kandang, serta sesekali menawarkan mainan kesukaan mereka agar perhatian kucing dapat teralihkan selama berkendara.

Setelah mengetahui apakah kucing bisa mabuk perjalanan atau tidak, kamu tentu bisa jadi lebih waspada.

Apabila gejala tidak membaik bahkan setelah turun kendaraan, sebaiknya bawa kucing ke dokter, ya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pet Health Network

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU