INDOZONE.ID - Mengapa satu hari di Neptunus hanya 16 jam? Neptunus merupakan planet kedelapan dan memiliki nuansa gelap, dingin, dan diterpa angin supersonik, raksasa es Neptunus berjarak lebih dari 30 kali lebih jauh dari Matahari daripada Bumi.
Planet berwarna biru ini memiliki hal unik, dimana satu hari di Neptunus hanya 16 jam berbeda dengan di Bumi yang membutuhkan waktu 24 jam. Artinya, planet raksasa es ini berputar jauh lebih cepat dibanding Bumi untuk satu rotasi penuh.
Lantas, mengapa rotasinya bisa secepat itu? Dan bagaimana dampaknya terhadap cuaca ekstrem di sana?
Jawabannya bukan sekadar angka, melainkan kunci dari lahirnya angin tercepat di tata surya.
Baca juga: Benda-benda Langit di Sekitar Kita: Dari Planet sampai Meteor yang Sering Disebut Bintang Jatuh
Mengapa Rotasi Neptunus Sangat Cepat?
Dikutip dari laman NASA, Selasan (24/02/2026) secara ilmiah, terdapat beberapa faktor utama yang membuat Neptunus berotasi begitu cepat:
1. Terbentuk dari Momentum Awal Tata Surya
Neptunus terbentuk dari awan gas dan es yang runtuh miliaran tahun lalu. Saat materi runtuh dan memadat, hukum kekekalan momentum sudut membuat putarannya semakin cepat, mirip seperti skater es yang berputar makin kencang saat menarik tangannya ke dalam.
2. Struktur Raksasa Gas dan Es
Sebagai planet raksasa es, Neptunus tidak memiliki permukaan padat seperti Bumi. Lapisan luarnya terdiri dari hidrogen, helium, dan metana, dengan inti padat di bagian dalam.
Distribusi massa yang besar namun relatif “cair” ini memungkinkan rotasi tetap stabil dalam kecepatan tinggi.
Baca juga: Tak Lagi Disebut Planet, Ini Fakta Seputar Planet Katai
3. Minim Gesekan Permukaan
Karena tidak memiliki daratan atau pegunungan, tidak ada hambatan permukaan yang memperlambat atmosfernya. Akibatnya, energi rotasi Neptunus dapat langsung diteruskan ke sistem cuaca.
Dampak Rotasi 16 Jam: Angin 2.100 km/jam!
Rotasi super cepat ini menciptakan efek dramatis pada atmosfer Neptunus.
Perputaran 16 jam menghasilkan gaya Coriolis yang sangat kuat. Gaya ini membelokkan aliran udara secara ekstrem dan mempercepat pergerakan massa atmosfer. Hasilnya?
Angin tercepat di tata surya, dengan kecepatan mencapai 2.100 km/jam.
Sebagai perbandingan, badai terkuat di Bumi jarang melampaui 300 km/jam. Di Neptunus, angin tersebut mendekati kecepatan supersonik di atmosfer dingin planet itu.
Baca juga: Fenomena Planet Sejajar akan Hadir di Februari 2026, Catat Tanggalnya!
Badai Raksasa yang Mengamuk
Rotasi kilat turut memicu pembentukan badai raksasa di Neptunus. Salah satu fenomena paling terkenal adalah Great Dark Spot yang pernah diamati wahana Voyager 2.
Badai-badai ini terbentuk karena:
- Perbedaan suhu ekstrem antara lapisan atmosfer
- Energi panas internal Neptunus (planet ini memancarkan lebih banyak energi daripada yang diterimanya dari Matahari)
- Rotasi cepat yang memperkuat pusaran atmosfer
- Putaran yang singkat berarti sistem badai “diputar” lebih cepat, memperbesar dan memperkuat pusaran hingga menciptakan struktur atmosfer yang mengerikan dan masif.
Baca juga: Mengapa Planet Tidak Jatuh ke Matahari? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Hubungan Durasi Hari dan Cuaca Ekstrem
Di Neptunus, durasi hari yang hanya 16 jam bukan sekadar fakta astronomi, melainkan mesin penggerak cuaca ekstrem.
Semakin cepat rotasi sebuah planet, semakin kuat efek Coriolis dan semakin besar pula peluang terbentuknya pusaran raksasa.
Itulah sebabnya rotasi cepat Neptunus langsung terhubung dengan fenomena alam paling ekstrem di tata surya.
Baca juga: AT2018hyz: Jet Lubang Hitam yang Bikin Planet Ngeri
Planet Raksasa dengan Musim Panjang
Menariknya, meski satu hari sangat singkat, satu tahun di Neptunus berlangsung sekitar 165 tahun Bumi.
Dengan kemiringan sumbu 28 derajat, mirip dengan Bumi. Planet ini tetap mengalami musim, tetapi masing-masing dapat berlangsung lebih dari 40 tahun.
Kombinasi antara, rotasi super cepat (16 jam), energi panas internal tinggi, dan atmosfer tebal dan dinamis, menjadikan Neptunus laboratorium alami untuk mempelajari fisika atmosfer dalam kondisi ekstrem.
Baca juga: Fakta Planet Neptunus, Suhunya Lebih Dingin dari Yang Diperkirakan Sebelumnya!
Itulah alasan dari satu hari di Neptunus hanya 16 jam. Rahasia rotasi cepat Neptunus terletak pada warisan momentum awal pembentukannya dan struktur raksasa esnya. Akan tetapi, dampaknya jauh lebih dramatis. Rotasi 16 jam di Neptunus menciptakan angin 2.100 km/jam dan badai raksasa paling ganas di tata surya. Di sana, satu hari yang singkat berarti cuaca yang luar biasa brutal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA