Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 16:48 WIB

AT2018hyz: Jet Lubang Hitam yang Bikin Planet Ngeri

AT2018hyz: Jet Lubang Hitam yang Bikin Planet NgeriIlustrasi AT2018hyz Jet Lubang Hitam (Freepik)

INDOZONE.ID - Para astronom baru-baru ini menemukan sebuah pancaran partikel bermuatan dari lubang hitam supermasif yang bergerak hampir secepat cahaya, yang disebut sebagai salah satu fenomena paling terang dan berenergi di alam semesta.

Melansir laman Space, pancaran ini terbentuk dari sisa-sisa bintang yang hancur akibat tarikan gravitasi ekstrem lubang hitam, dan memiliki energi yang luar biasa hingga sulit dibandingkan dengan fenomena dunia nyata.

Astronom Yvette Cendes dari Universitas Oregon, yang memimpin studi ini, bahkan membandingkannya dengan Death Star dari Star Wars, perangkat fiksi yang mampu menghancurkan planet.

"Planet-planet akan hancur dalam beberapa tahun cahaya pertama," ujarnya yang dikutip dari laman Space (06/02/2026).

Baca juga: Gaia-BH1: Lubang Hitam Terdekat dari Bumi yang Pernah Ditemukan

Peristiwa Gangguan Pasang Surut (TDE) dan Pancaran Energi

Pancaran ini dikategorikan sebagai peristiwa gangguan pasang surut (tidal disruption event/TDE), yang terjadi ketika sebuah bintang terlalu dekat dengan lubang hitam supermasif.

Gaya gravitasi ekstrem mulai merenggangkan dan merobek bintang hingga hancur. Sebagian materi bintang tertelan oleh lubang hitam, sementara sebagian lain dialihkan keluar oleh medan magnet, membentuk cakram akresi dan memicu pancaran jet yang sangat kuat.

Baca juga: Akhirnya, Ilmuwan dapat Menguji Teori Stephen Hawking tentang Lubang Hitam di Angkasa!

"jet" yang dimaksud bukanlah seperti pesawat jet yang biasa kita jumpai, melainkan sebuah aliran yang terlihat seperti “sinar/jet” yang memancar ke luar angkasa.

Fenomena yang diberi kode AT2018hyz, awalnya terdeteksi pada 2018 dan tampak seperti TDE biasa. Namun, pada 2022, pancaran jet tiba-tiba meningkat 50 kali lipat dalam kecerahan gelombang radio, yang kemungkinan dihasilkan oleh radiasi sinkrotron dari jet.

Cendes bahkan menjuluki jet ini Jetty McJetface, merujuk pada insiden Boaty McBoatface, untuk menyoroti betapa menakjubkannya kekuatan pancaran ini.

Baca juga: Astronom Menemukan Objek di Angkasa yang Diduga Nenek Moyang 'Black Hole'

Energi yang Mengagumkan

Dilansir dari laman Space, total energi pancaran AT2018hyz sangat besar. Pancaran relativistik dari TDE hanya terjadi sekitar 1% dari semua kasus TDE, sementara 99% lainnya menghasilkan aliran energi yang jauh lebih lambat.

Untuk AT2018hyz, energi pancaran diperkirakan mencapai 5 x 10 55 erg, triliunan kali lebih besar dari perkiraan energi fiksi Death Star. Model menunjukkan puncaknya akan terjadi sekitar tahun 2027, sebelum perlahan menurun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Space

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

AT2018hyz: Jet Lubang Hitam yang Bikin Planet Ngeri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!