INDOZONE.ID - Bagi sebagian orang, istilah black hole dan wormhole sering terdengar sama, padahal kedua konsep ini memiliki perbedaan mendasar.
Untuk memahaminya, mari kita kupas satu per satu. Berikut penjelasan mengenai worm hole dan black hole:
Baca juga: Menjelajahi Misteri Black Hole: Gerbang Menuju Alam Semesta Paralel?
Black Holes. (Photo/Ilustrasi/Pixabay)
Black hole atau lubang hitam adalah salah satu objek kosmik paling misterius di alam semesta.
Meskipun banyak dipelajari oleh astronom, masih banyak yang belum sepenuhnya dipahami.
Dilansir dari laman NASA, Black hole sebenarnya bukan “lubang” seperti namanya, melainkan kumpulan massa yang sangat besar dalam ruang yang sangat kecil. Gravitasi di sekitar black hole begitu kuat hingga apa pun yang melewati event horizon (batas imajiner) di sekeliling black hole yang tidak bisa kembali, termasuk cahaya.
Sebagian besar black hole terbentuk ketika bintang masif kehabisan bahan bakar dan meledak sebagai supernova. Sisa materi yang runtuh kemudian membentuk singularitas, inti sangat padat yang menjadi pusat black hole.
Baca juga: Astronom Menemukan Objek di Angkasa yang Diduga Nenek Moyang 'Black Hole'
Contoh black hole yang terkenal adalah TON 618. Dikutip dari Discover Magazine, TON 618 merupakan supermassive black hole dengan massa sekitar 60 miliar Matahari, dan terletak lebih dari 10 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Selain itu, ada pula Sagittarius A*. Sagittarius A* merupakan black hole di pusat galaksi Bima Sakti dengan massa sekitar 4,3 juta Matahari, berjarak sekitar 26.000 tahun cahaya dari Bumi.
Black hole supermasif seperti TON 618 biasanya sangat aktif, menarik materi dari sekitarnya yang membentuk accretion disc, sehingga para ilmuwan bisa mengamatinya secara langsung.
Baca juga: Akhirnya, Prediksi Besar Mengenai Black Hole Milik Stephen Hawking Diamati
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Space.com, NASA, Discover Magazine