Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 11:51 WIB

Tak Lagi Disebut Planet, Ini Fakta Seputar Planet Katai

Author

Ilustrasi planet. (freepik)

INDOZONE.ID - Penelitian NASA yang dirilis melalui jurnal Science Advances menunjukkan bahwa Ceres pernah memiliki samudra bawah permukaan yang hangat miliaran tahun lalu. 

Hal ini disebabkan oleh inti berbatu Ceres yang memancarkan panas hingga 280°C akibat aktivitas radioaktif yang berlangsung selama 2 miliar tahun. 

Temuan ini memperkuat bukti bahwa Ceres bukan sekadar batu ruang angkasa mati, melainkan objek yang pernah memiliki energi untuk mendukung kehidupan.

Baca juga: Fenomena Planet Sejajar akan Hadir di Februari 2026, Catat Tanggalnya!

Sebagai planet katai yang letaknya paling dekat dengan Bumi, Ceres menjadi satu-satunya objek sejenis di tata surya bagian dalam. Melalui data yang dihimpun wahana

Dawn selama masa orbitnya (2014–2018), para ilmuwan berhasil mengidentifikasi keberadaan mineral asin, jejak air, hingga material karbon organik.

Berbagai temuan ini memperkuat indikasi kuat adanya samudra luas yang tersembunyi jauh di bawah permukaan berbatu Ceres.

Sebelumnya, para ilmuwan menilai Ceres tidak mungkin mendukung kehidupan karena tak memiliki sumber energi. Namun temuan baru ini membantah anggapan tersebut.

“Di Bumi, ketika air panas dari dalam tanah bercampur dengan laut, hasilnya sering kali menjadi jamuan bagi mikroba, pesta energi kimia,” kata Samuel Courville, ilmuwan planet dari Arizona State University sekaligus penulis utama studi, dikutip dari laporan Live Science pada Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Mengapa Planet Tidak Jatuh ke Matahari? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Temuan ini dinilai sebagai terobosan besar oleh Courville dalam memahami potensi hunian di ruang angkasa. 

Panas radioaktif di pusat Ceres diduga memicu terbentuknya semburan hidrotermal kaya mineral, serupa dengan sistem penopang kehidupan di kedalaman samudra Bumi. 

Jika Ceres memiliki mekanisme yang sama dengan ventilasi laut dalam kita, maka kemungkinan adanya kehidupan mikroba di sana di masa lalu menjadi sangat masuk akal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: NASA, Live Science

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU