INDOZONE.ID - Gurita kerap disebut sebagai salah satu hewan paling cerdas di laut berkat kemampuan berpikir, belajar, hingga memecahkan masalah yang dimilikinya. Gurita mampu menyelesaikan tugas kompleks, seperti membuka tutup wadah, dan menunjukkan rasa ingin tahu terhadap lingkungan.
Yang menarik, kecerdasan tersebut dimiliki oleh gurita meskipun mereka bukan hewan bertulang belakang, melainkan invertebrata dengan sistem saraf yang sangat berbeda dari manusia. Untuk memahami bagaimana gurita dapat memiliki kecerdasan tersebut, para ilmuwan menelusuri sistem saraf gurita yang nyatanya memiliki karakteristik sangat berbeda dari hewan lainnya.
Sistem Saraf Gurita yang Tidak Biasa
Sistem saraf unik yang dimiliki gurita menjadi salah satu alasan hewan ini dianggap cerdas. Gurita memiliki sekitar 500 juta neuron yang tersebar di delapan lengannya. Setiap lengan gurita dapat bergerak sekaligus merespons rangsangan secara mandiri.
Kemampuan ini memungkinkan gurita melakukan banyak aktivitas dalam waktu yang bersamaan, seperti meraba objek, membuka sesuatu, dan bereaksi terhadap ancaman. Sistem saraf tersebut membantu gurita beradaptasi dengan lingkungannya.
Baca juga: Dianggap Hewan Pintar, Gurita Ternyata Berbagi Gen Kecerdasan dengan Manusia Loh!
Kemampuan Belajar dan Pemecahan Masalah
Dalam berbagai penelitian, gurita menunjukkan kecenderungan untuk belajar dengan baik. Gurita mampu membuka wadah tertutup untuk mendapatkan makanan dan mengingat cara melakukannya untuk digunakan kembali pada kesempatan berikutnya.
Selain belajar dari pengalaman, gurita juga diduga mampu belajar melalui pengamatan. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku gurita tidak hanya didorong oleh insting, tetapi juga dipengaruhi oleh proses kognitif dan pengalaman sebelumnya.
Memanfaatkan Alat di Sekitarnya
Gurita diketahui memanfaatkan benda di sekitarnya, seperti tempurung kelapa atau cangkang, sebagai tempat berlindung. Gurita juga dapat membawa benda tersebut untuk digunakan kembali di tempat lain.
Perilaku ini menandakan adanya kemampuan perencanaan dan pemahaman sebab-akibat. Gurita tidak hanya bereaksi terhadap situasi saat ini, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kebutuhan di masa depan.
Perilaku Bermain dengan Rasa Ingin Tahu
Gurita tidak hanya bertindak untuk bertahan hidup, tetapi juga menunjukkan perilaku yang menyerupai aktivitas bermain. Dalam pengamatan di akuarium, gurita kerap terlihat berinteraksi dengan benda-benda di sekitarnya tanpa tujuan langsung, seperti mendorong bola atau menyemprotkan air ke arah tertentu.
Perilaku tersebut mendorong anggapan bahwa gurita memiliki rasa ingin tahu yang besar. Melalui aktivitas bermain, gurita dapat mengeksplorasi lingkungan, mengenali objek baru, dan mengasah keterampilannya. Hal ini semakin memperkuat pandangan bahwa gurita memiliki kemampuan kognitif yang kompleks, bukan sekadar mengandalkan naluri.
Baca juga: Peneliti Oxford Sebut Gurita Diprediksi Menjadi Penerus Peradaban Bumi Saat Manusia Punah
Mengapa Gurita Bisa Sangat Cerdas?
Kecerdasan gurita tidak muncul secara kebetulan, melainkan terbentuk melalui proses evolusi yang panjang. Gurita berkembang menjadi makhluk dengan kemampuan berpikir tinggi sebagai respons terhadap tantangan lingkungan laut yang keras.
Untuk bertahan hidup di lingkungan laut yang penuh tantangan, gurita dituntut mampu berburu dengan cermat, menghindari ancaman predator, serta menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Tekanan inilah yang mendorong berkembangnya kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Kecerdasan gurita pun lahir bukan dari ukuran otak yang besar, melainkan dari kebutuhan untuk terus beradaptasi.
Kecerdasan gurita membuka cara pandang baru tentang makna kecerdasan itu sendiri. Dengan sistem saraf yang unik dan kemampuan beradaptasi yang tinggi, gurita menjadi contoh nyata betapa alam mampu menciptakan kecerdasan dengan cara yang tak terduga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ocean.si.edu