Senin, 19 JANUARI 2026 • 20:22 WIB

Mars Bisa Picu Zaman Es di Bumi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Author

Mars bisa memicu Zaman Es di Bumi. (Wikimedia Commons.)

INDOZONE.ID - Studi terbaru mengungkap Mars ternyata ikut memengaruhi iklim Bumi. Meski kecil, gravitasi Planet Merah berperan dalam siklus orbit jangka panjang yang berkaitan dengan Zaman Es. Tanpa Mars, beberapa siklus iklim utama Bumi bahkan bisa hilang sama sekali.

Mars selama ini dikenal sebagai “tetangga merah” yang dingin dan sepi. Ukurannya cuma sekitar setengah Bumi, dengan massa tak sampai sepersepuluhnya.

Sekilas, mustahil planet sekecil itu punya dampak besar ke iklim Bumi.

Tapi riset terbaru justru berkata sebaliknya. Dalam simulasi terbaru, Mars, Bumi, dan Zaman Es ternyata terhubung lewat tarikan gravitasi yang selama ini luput diperhitungkan.

Tampilan Bumi yang diambil pesawat ruang angkasa Juno. (photo/NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS/Kevin M. Gill.)

Mars dan Siklus Iklim Bumi

Penelitian ini dipublikasikan di Publications of the Astronomical Society of the Pacific.

Tim peneliti internasional mencoba menjawab pertanyaan sederhana, “apa yang terjadi pada iklim Bumi jika Mars tidak ada, atau massanya diubah drastis?”

Stephen Kane, profesor astrofisika planet dari University of California, Riverside, mengaku awalnya skeptis.

“Saya tahu Mars memiliki pengaruh terhadap Bumi, tetapi saya berasumsi pengaruhnya sangat kecil,” kata Kane dikutip dari ZME Science, Senin (19/12026).

“Saya pikir pengaruh gravitasinya terlalu kecil untuk diamati dengan mudah dalam sejarah geologi Bumi,” lanjutnya.

Baca juga: Fakta-fakta Sinkhole: Lubang Misterius yang Bisa Muncul Tiba-Tiba dari Dalam Tanah

Simulai Memutar “Kenop” Mars

Untuk menguji asumsi itu, tim peneliti menjalankan simulasi N-body jangka panjang Tata Surya. Massa Mars “diputar” dari nol persen hingga dua kali lipat, bahkan sampai 1.000 persen dari massa saat ini.

Hasilnya cukup mengejutkan. Beberapa pola orbit Bumi berubah signifikan hanya karena Mars dihilangkan atau dibuat lebih berat.

“Saya kemudian mencoba untuk memeriksa asumsi saya sendiri,” ujar Kane.

Siklus Milankovitch dan Zaman Es
Iklim Bumi sangat dipengaruhi oleh Siklus Milankovitch, yaitu perubahan orbit dan rotasi Bumi yang terjadi secara perlahan dan berulang. Siklus ini mengatur distribusi sinar Matahari dan ritme Zaman Es.

Salah satu siklus utama berdurasi sekitar 430 ribu tahun, didorong oleh Venus dan Jupiter. Siklus ini tetap stabil, dengan atau tanpa Mars.

Namun masalah muncul di dua siklus lain.

Tanpa Mars, Dua Siklus Iklim Hilang

Ketika Mars dihilangkan dari simulasi, dua siklus penting, berdurasi 100 ribu tahun dan 2,3 juta tahun, benar-benar lenyap.

“Ketika Anda menghilangkan Mars, siklus-siklus itu lenyap,” kata Kane

“Dan jika Anda meningkatkan massa Mars, siklus-siklus itu akan semakin pendek karena Mars memiliki pengaruh yang lebih besar.”

Artinya, Mars ikut mengunci ritme jangka panjang yang memicu dan mengatur Zaman Es di Bumi.

Kenapa Mars Bisa Berpengaruh Besar?

Mars memang kecil, tapi posisinya yang lebih jauh dari Matahari justru membuat pengaruh gravitasinya ke Bumi jadi signifikan. Kuncinya ada pada jarak.

“Semakin dekat suatu planet dengan Matahari, semakin besar pengaruh gravitasi Matahari terhadap planet tersebut,” jelas Kane.

“Karena Mars lebih jauh, pengaruh gravitasinya terhadap Bumi jauh melebihi ukuran sebenarnya,” tambah dia lagi.

Dampak ke Kemiringan Bumi

Simulasi juga melihat kemiringan sumbu Bumi, faktor penting dalam mencair atau membekunya lapisan es kutub. Normalnya, siklus kemiringan Bumi berlangsung sekitar 41 ribu tahun.

Namun ketika massa Mars diperbesar, siklus ini bisa memanjang hingga 45–55 ribu tahun. Perubahan kecil di orbit, dampaknya bisa besar bagi iklim.

Meski begitu, para peneliti menegaskan Mars bukan “penyebab tunggal” Zaman Es. Lautan, atmosfer, lapisan es, dan siklus karbon tetap memainkan peran utama.

Mars lebih berfungsi sebagai pengatur ritme, seperti metronom kosmik, yang menjaga tempo perubahan iklim Bumi tetap konsisten selama jutaan tahun.

Temuan ini juga penting untuk pencarian planet layak huni di luar Tata Surya. Sebuah planet mirip Bumi bisa saja berada di zona layak huni, tapi iklimnya belum tentu stabil.

“Planet-planet yang lebih jauh di dalam sistem tersebut dapat memengaruhi iklim planet mirip Bumi itu,” kata Kane.

Bagaimana Jika Mars Tidak Pernah Ada?

Pertanyaan paling muncul di akhir studi. Jika Mars tidak terbentuk, atau massanya berbeda sejak awal, ritme iklim Bumi mungkin akan berubah total.

“Tanpa Mars, orbit Bumi akan kehilangan siklus iklim utama,” ujar Kane.

“Seperti apa rupa manusia dan hewan lainnya jika Mars tidak ada?” kata dia lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Zme Science

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU