Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 08:40 WIB

Dari Penelitian Fosil, Unta Ternyata Pernah Menguasai Amerika Utara Selama Jutaan Tahun

Author

Unsplash unta. (Robert Metz)

INDOZONE.ID - Unta memiliki sejarah panjang di Amerika Utara, dengan beberapa spesies yang mendiami kawasan tersebut selama tiga juta tahun, dari wilayah Arktik hingga area yang kini menjadi Honduras. 

Meski demikian, mereka lenyap sekitar 13.000 tahun yang lalu dari benua tempat mereka berevolusi. Unta, seperti yang kita kenal sekarang, tidak lagi berkeliaran di alam liar Amerika Utara.

Unta Baktria berpunuk dua dari Asia; unta dromedari berpunuk tunggal dari Afrika; serta llama, guanaco, alpaka, dan vicuna dari Amerika Selatan adalah satu-satunya anggota yang masih hidup dari kelompok mamalia yang beragam ini. 

Melihat kembali sejarah unta yang membentang hingga 46 juta tahun mengungkap bahwa hewan ini telah melewati perubahan ekologi yang sangat besar. 

Baca juga: Kisah Kasim, Dikebiri sejak Kecil hingga Menguasai Kekaisaran Tiongkok

Lantas, bagaimana bisa unta musnah dari benua asalnya, Amerika Utara, sementara justru berkembang subur di wilayah lain?

Fosil Unta

Dalam garis evolusinya, unta modern termasuk dalam kelompok herbivor tylopod, istilah yang merujuk pada bentuk kaki beralas empuk dengan dua jari.

Lebih dari seratus tahun pengumpulan fosil menunjukkan bahwa para ahli telah menemukan puluhan spesies tylopod dari berbagai penjuru dunia. 

"Sekitar 100 spesies unta purba di Amerika Utara saja telah punah," kata Selina Viktor Robson dari Leibniz Institute for the Analysis of Biodiversity Change.

Digabungkan dengan fosil yang ditemukan di benua lain, unta memiliki salah satu jejak fosil paling lengkap di antara mamalia berkuku darat.

Akan tetapi, unta tidak pernah mendapatkan status sebagai ikon evolusi seperti halnya fosil kuda karena dulunya orang Eropa dan para pemukim di Amerika Utara sangat berfokus pada kuda.

Robson dan timnya kini meneliti kembali garis evolusi unta, mencoba memetakan keterkaitan antarspesies serta melihat bagaimana hewan herbivora ini beradaptasi ketika kondisi bumi semakin mengering sejak masa awal kemunculannya. 

Meskipun generasi paleontolog sebelumnya yakin telah memahami evolusi unta dan spesies terkait, Robson menilai beberapa klasifikasi dan pandangan lama harus direvaluasi. “Tylopoda,” ujar Robson, “benar-benar rumit ketika diteliti lebih dalam.”

Perpindahan Unta

Ketika benua terus bergerak dan permukaan laut naik turun mengikuti perubahan iklim, berbagai jalur baru dan jembatan darat pun terbentuk.

Sekitar tujuh juta tahun silam, unta berukuran raksasa yang masih satu garis keturunan dengan unta modern hidup di kawasan Arktik Amerika Utara. 

Struktur giginya menunjukkan bahwa hewan ini memakan ranting-ranting pohon konifer berjarum di hutan taiga purba.

Ketika jalur darat baru terbentuk menuju kawasan yang kini merupakan Rusia, unta mulai bermigrasi, menyeberangi wilayah tersebut, dan menyebar ke berbagai penjuru benua. Dari proses itu, mereka berevolusi menjadi unta dromedari dan bactrian yang kini hidup di Afrika serta Asia. 

Peristiwa serupa juga terjadi sekitar tiga juta tahun silam, saat jembatan darat yang kokoh muncul di antara Amerika Utara dan Amerika Selatan melalui jalur Tanah Genting Panama.

Hewan-hewan dari Amerika Selatan, misalnya armadillo dan kukang raksasa, merambat naik ke utara, sedangkan mamalia dari Amerika Utara seperti nenek moyang jaguar, serigala berambut surai, serta llama, bergerak turun ke selatan. Unta sendiri berasal dari Amerika Utara, namun menyebar ke berbagai benua setelah rute migrasi baru tersedia.

Unta Punah di Tempat Asalnya

Alasan mengapa unta dapat terus hidup di berbagai wilayah lain, tetapi hilang dari tanah asalnya, masih menjadi topik yang diperdebatkan. Spesies unta Amerika Utara, termasuk Camelops berukuran besar, lenyap sepenuhnya sekitar 13.000 tahun silam. 

Meski manusia pada era es diketahui memburu mereka, para ahli menilai kepunahan tersebut melibatkan faktor yang jauh lebih kompleks.

Di kawasan yang kini dikenal sebagai California Selatan, misalnya, populasi unta tampaknya lenyap lebih cepat dibandingkan megafauna lain seperti mastodon dan serigala mengerikan (dire wolf). 

Hal ini terjadi pada masa kekeringan panjang yang menyebabkan pohon-pohon mati dan mengubah lanskap secara drastis.

Baca juga: Olimpiade di Zaman Kuno: Akar Sejarah Ajang Olahraga yang Awalnya Penghormatan untuk Zeus

Kondisi iklim yang makin hangat dan kering diduga kuat menjadi faktor utama yang mendorong punahnya unta Amerika Utara, bahkan sebelum manusia mulai memanfaatkan api untuk mengubah hutan menjadi area semak yang lebih terbuka.

Kumpulan tekanan lingkungan yang sangat besar ini membuat wilayah tersebut tidak lagi ramah bagi hewan raksasa Zaman Es yang sebenarnya sudah berjuang keras menghadapi kekeringan.

Unta akhirnya menghilang dari tanah kelahirannya, tetapi perjalanan evolusi mereka yang panjang di benua tersebut justru membekali hewan herbivor berleher panjang dan sangat adaptif ini untuk berkembang dan menetap di berbagai wilayah dunia.

Dengan riwayat evolusi yang begitu luas, bukan tidak mungkin keturunan unta modern suatu hari nanti akan kembali memasuki fase perkembangan baru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Smithsonianmag.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU