INDOZONE.ID - Karakter badut menyeramkan Pennywise dari film horor IT bukan muncul tanpa inspirasi.
Stephen King penulis novel IT mengaku sosok fiksi tersebut terinspirasi dari figur nyata bernama John Wayne Gacy, seorang pembunuh berantai asal Amerika Serikat yang dikenal dengan julukan “Killer Clown” karena kerap tampil sebagai badut bernama Pogo di acara amal dan pesta anak-anak.
Di balik riasan badut dan senyum ramahnya, John Wayne menyimpan rahasia kelam yakni, serangkaian pembunuhan brutal terhadap puluhan remaja laki-laki.
Baca juga: Misteri Asal Kuntilanak: Dari Cerita Sang Sultan hingga Mitosnya di Negara Tetangga
Siapa John Wayne Gacy?
John Wayne Gacy lahir pada tahun 1942 di Chicago. Masa kecilnya dipenuhi kekerasan dan pelecehan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Ayahnya merupakan pecandu alkohol yang kerap melakukan kekerasan fisik dan verbal terhadap John. Pengalaman traumatis tersebut yang membentuk pribadi John menjadi tertutup dan penuh konflik batin.
Baca juga: Bikin Merinding, Beberapa Tempat Di Universitas Indonesia Konon Menyimpan Kisah Horor
Setelah meninggalkan rumah pada usia muda, Gacy sempat bekerja di Las Vegas dan kemudian kembali ke Midwest, menikah, serta terlihat menjalani kehidupan normal sebagai pengusaha dan tokoh masyarakat. Ia mengelola beberapa restoran KFC milik mertuanya, aktif dalam organisasi sosial Jaycees, dan memiliki dua anak. Hal inilah yang membuat banyak orang tak pernah mencurigainya sebagai pembunuh berantai.
Awal Mula Kejahatan dan Penangkapan
John pertama kali berurusan dengan hukum pada 1968 setelah terbukti menyodomi anak laki-laki berusia 15 tahun. Ia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, namun dibebaskan bersyarat setelah hanya menjalani 18 bulan.
Setelah bebas, John pindah ke Chicago dan menikah untuk kedua kalinya. Pada masa inilah kejadian pembunuhan mengerikan mulai dilakukan.
Baca juga: Candi Sumur: Situs Mini Majapahit yang Menyimpan Misteri Hilangnya Tokoh Penting
Antara tahun 1972 hingga 1978, John menculik, menyiksa, melecehkan, dan membunuh sedikitnya 33 remaja laki-laki berusia 14–21 tahun. Kebanyakan korban dijebak dengan tawaran pekerjaan di perusahaan kontraktornya, atau John temui di stasiun bus.
Rata-rata korban dari John Wayne dirantai dengan trik borgol, dibius dengan chloroform, lalu dibunuh dengan cara dicekik atau ditikam.
Sebagian besar jasad korban ditemukan terkubur di ruang bawah rumahnya di wilayah Norwood Park, Chicago. Ketika ruang bawah tanah tak lagi cukup, John membuang beberapa mayat ke Sungai Des Plaines.
Akhir Pelarian dan Pengungkapan Kasus
Baca juga: Misteri 796 Bayi di Irlandia: Kisah Horor di Panti Ibu dan Anak
Kasus John Wayne Gacy mulai terungkap ketika seorang remaja bernama Robert Piest dilaporkan hilang pada Desember 1978. Polisi menemukan bahwa Piest terakhir terlihat bersama John, dan penyelidikan mendalam pun dilakukan.
Hasilnya, polisi berhasil menemukan barang bukti di rumah John dan mengaitkannya dengan sejumlah kasus orang hilang.
Setelah interogasi intensif, John akhirnya mengakui perbuatannya. Pada penggeledahan berikutnya, polisi menemukan 26 mayat terkubur di bawah rumahnya, serta beberapa mayat lainnya berada di luar lokasi.
Baca juga: Bukan Horor, Ini Alasan Mayat Bisa Kedut dan Tubuh Berubah
Proses Hukum dan Hukuman Mati
Pada tahun 1980, John dinyatakan bersalah atas 33 pembunuhan dan dijatuhi hukuman mati melalui suntikan mematikan.
John dieksekusi pada Mei 1994 tanpa pernah menunjukkan penyesalan atas tindakannya. Eksekusi tersebut mengakhiri rangkaian kejahatan salah satu pembunuh berantai paling sadis dalam sejarah Amerika.
Dampak dan Warisan Kelam
Kasus John Wayne Gacy meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat. Rumah John Wayne Gacy sebagao tempat kejahatan terjadi akhirnya dihancurkan pada 1979, dan investigasi terhadap identitas korban terus berlangsung hingga tahun 2021.
Kasus ini mendorong lahirnya sistem darurat pelaporan anak hilang yang kini dikenal sebagai Amber Alert.
Baca juga: Misteri Kematian Kim Jong Nam: Drama Keluarga Paling Kelam
Kisah John Wayne Gacy telah diangkat ke berbagai film dokumenter dan serial, termasuk Conversations with a Killer: The John Wayne Gacy Tapes serta Devil in Disguise.
Popularitasnya yang mengerikan ini yang kemudian menginspirasi karakter badut menakutkan Pennywise dalam film IT.
Di balik penampilan ceria seorang badut, tersimpan salah satu pembunuh paling kejam dalam sejarah kriminal Amerika. Kisah John Wayne Gacy menjadi peringatan bahwa pelaku kejahatan tidak selalu tampak seperti yang kita bayangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aetv.com