INDOZONE.ID - Di Teluk California, sekelompok orca telah mengembangkan taktik berburu hiu yang unik, memungkinkan mereka mengalahkan salah satu predator laut terbesar.
Kawanan Moctezuma ini membalikkan hiu putih besar hingga tak bisa bergerak, lalu mengambil hati mereka yang kaya nutrisi.
Strategi berburu orca yang brutal namun efektif ini ternyata sudah menjadi kejadian rutin, di mana mereka secara berulang mengincar hiu putih besar remaja. Hal ini membuat para peneliti penasaran, bagaimana hiu muda bisa merespons ancaman yang bahkan membuat hiu dewasa ketakutan.
Baca juga: Fenomena Aneh dan Unik Burung Hantu! Mata Terlihat Melalui Telinga, Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Mengapa Orca Memakan Hati Hiu?
Melenyapkan hiu putih besar dewasa itu bukanlah tugas yang mudah. Predator ini biasanya memiliki panjang 4,5 meter (15 kaki) dan berat hingga 2.267 kilogram (5.000 pon), namun orca tidak tertarik memakan ikan utuh, orca hanya mengincar hati hiu.
"Mamalia laut, termasuk orca, menyimpan cadangan energi di lapisan lemaknya," ujar penulis studi Salvador Jorgensen , seorang ahli ekologi kelautan dan staf pengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam di Cal State Monterey Bay, kepada IFLScience. "Namun, hiu putih menyimpan energi di hati mereka."
Hati hiu putih dewasa memiliki berat lebih dari 600 kilogram atau setara dengan 1.323 pon dan sangat kaya kalori. Seekor orca dapat melumpuhkan hiu putih dewasa dan mengambil hatinya dalam hitungan menit. Bukan kebetulan jika orca di seluruh dunia menyukai hati, mereka tahu di mana letak kandungan yang baik.
Hiu putih besar memiliki cadangan energi besar yang dibutuhkan untuk migrasi panjang mereka, namun orca telah menemukan cara untuk mengambil keuntungan dari hal ini.
Orca di seluruh dunia telah belajar bahwa hiu putih besar membawa "harta karun" di perut mereka, yaitu hati yang kaya nutrisi, membuat mereka menjadi target empuk bagi orca.
Imobilitas Tonik pada Hiu
Orca diketahu mempunyai daya yang sangat kuat, tetapi "velociraptor laut" ini juga menguasai seni berburu penyelarasan dan menggunakan beragam cara untuk melumpuhkan dan membunuh mangsanya.
Pendekatan mereka saat berburu hiu putih besar tampaknya memanfaatkan sesuatu yang dikenal sebagai imobilitas tonik.
Imobilitas tonik adalah kondisi kelumpuhan refleks yang terjadi pada berbagai spesies, termasuk hiu, ketika posisinya diubah, seperti dibalikkan. Ini menyebabkan hiu menjadi tidak bergerak dan tidak bisa berenang, membuatnya rentan terhadap predator seperti orca.
Orca juga kerap dianggap mampu membuat hiu putih besar tidak bergerak sama sekali dengan menabrak sisi tubuhnya dengan kecepatan tinggi. Hal ini membuat mereka pingsan dan tidak bergerak, sehingga mudah untuk diposisikan ulang dengan sisi ventral menghadap ke atas.
Apakah Hiu Menanggapi Serangan Orca?
Hiu dewasa sudah belajar untuk tunduk pada orca dan akan segera melarikan diri dari area tersebut ketika mereka tiba. Namun, kini usai orca tampaknya memanfaatkan bagaimana perairan hangat mengubah area pembibitan hiu, para ilmuwan bertanya-tanya: apakah hiu remaja juga merespons ancaman tersebut?
"Hiu putih di seluruh dunia sangat peka terhadap kedatangan orca," kata Jorgensen. "Mereka akan berpencar dan pada dasarnya menghilang dari tempat perburuan tempat mereka berkumpul jika orca mendekat."
Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Gajah Punah? Dampaknya Besar bagi Bumi
Semua hiu putih lokal kemudian akan menghindari kawasan tersebut hingga satu tahun. Yang belum diketahui adalah apakah itu tanggapan yang harus dipelajari melalui pengalaman, yang akan terjadi jika bertemu dengan orca.
Kalau ini adalah bagian yang harus dipelajari, bukan naluri, maka hiu putih muda yang berkumpul di area pembibitan hiu bisa sangat rentan. Anak kalkun, misalnya, secara naluriah akan bersembunyi di bawah dedaunan dan tetap diam jika merasakan bahaya.
"Ini adalah studi pertama yang menemukan penargetan berulang terhadap hiu muda, jadi kami ingin tahu apakah hiu putih muda memiliki naluri antipredator untuk melawan temuan baru ini.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Iflscience.com