Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 10:10 WIB

14 Fakta Mencengangkan Cacing Tanah: Punya 5 Jantung hingga Mata di Kulit!

Author

Cacing tanah di tanah. (photo/Ilustrasi/Pixabay/Natfot)
INDOZONE.ID - Sering dianggap menjijikkan, keberadaan cacing tanah seringkali disepelekan. 

Padahal, hewan invertebrata ini adalah arsitek alami ekosistem darat dan menyimpan segudang fakta unik yang bisa membuat Anda tercengang.

Di balik bentuknya yang berlendir, cacing tanah memiliki anatomi dan perilaku yang luar biasa. 

Cacing bahkan berperan vital dalam menjaga kesuburan tanah dan kelangsungan hidup manusia.

Dirangkum dari Fact Animal, berikut adalah 14 fakta mencengangkan tentang cacing tanah yang perlu Anda ketahui.

Baca juga: 10 Fakta Menarik Angsa, Burung Setia yang Jago Terbang dan Mendarat

1. Memiliki Lima Pasang Jantung

Ya, Anda tidak salah baca. Cacing tanah bukan hanya punya satu, tapi bisa memiliki lima pasang jantung! 

Jantung-jantung ini terletak di segmen tertentu dan disebut lengkung aorta. Fungsinya memompa darah ke seluruh tubuh.

2. Bernapas Melalui Kulit

Cacing tanah tidak memiliki paru-paru! Mereka bernapas secara keseluruhan melalui kulit mereka. 

Ini sebabnya kulit cacing harus selalu lembab agar oksigen dapat diserap dan karbon dioksida dikeluarkan. Jika kulitnya kering, cacing akan mati lemas.

Baca juga: 11 Fakta Unik Burung Merak, Si Burung Ekor Megah yang Penuh Pesona

3. Hewan Hermaprodit Sejati

Cacing tanah adalah hermaprodit, artinya satu individu memiliki organ reproduksi jantan (testis) dan betina (ovarium). 

Namun, umumnya mereka tetap membutuhkan cacing lain untuk kawin silang (pertukaran sperma) untuk bereproduksi.

4. Tidak Punya Mata dan Telinga

Cacing tanah buta dan tuli. Mereka tidak memiliki organ mata atau telinga. 

Sebagai gantinya, mereka sangat sensitif terhadap cahaya, getaran, dan sentuhan berkat sel-sel reseptor khusus yang tersebar di kulit. 

Inilah yang membantu mereka menghindari predator dan sinar matahari yang mematikan.

Baca juga: 7 Fakta Unik yang Sedikit Orang Tahu tentang Komodo, Sang Naga Purba Nusantara

5. Dapat Hidup Bertahun-tahun

Di alam liar, cacing tanah rata-rata hidup sekitar 4 hingga 8 tahun. 

Namun, beberapa spesies, jika berada dalam kondisi ideal atau budidaya, dilaporkan dapat bertahan hidup hingga mencapai 15 tahun.

6. Punya Otak Mini

Meskipun tidak memiliki otak yang kompleks, cacing tanah memiliki jaringan sel saraf di bagian depan tubuh yang bertindak sebagai otak primitif (disebut ganglia serebral). Ini membantu mereka memproses informasi sensorik.

Baca juga: 4 Hewan Tertua di Dunia yang Masih Bertahan hingga Kini

7. Kemampuan Regenerasi yang Terbatas

Mitos bahwa cacing yang terpotong akan menjadi dua cacing utuh itu tidak sepenuhnya benar. Hanya bagian anterior (depan/kepala) yang bisa meregenerasi tubuh yang hilang. 

Jika terpotong di bagian posterior (ekor), bagian ekor biasanya akan mati.

8. Pemakan Tanah dan Kotoran Paling Efisien

Makanan utama cacing adalah tanah yang mengandung bahan organik yang membusuk, seperti daun mati, akar, dan mikroorganisme. 

Mereka bisa makan material seberat tubuh mereka sendiri setiap hari!

Baca juga: Mengenal Tupai Darat Berumbai Kalimantan: Mitologi "Tupai Vampir" dan Fakta Ekor Besarnya

9. Kotorannya Adalah 'Pupuk Emas'

Kotoran cacing tanah disebut kascing (vermicast). Kascing ini sangat kaya nutrisi, termasuk nitrogen, fosfor, dan kalium, yang jauh lebih mudah diserap tanaman dibandingkan pupuk konvensional. Inilah mengapa mereka disebut sebagai "pembuat tanah".

10. Menggali Liang Hingga 2 Meter

Beberapa jenis cacing, seperti Lumbricus terrestris, dikenal sebagai cacing Anecic yang aktif menggali liang vertikal yang sangat dalam. 

Liang mereka dapat mencapai kedalaman hingga 2 meter atau lebih di bawah permukaan tanah.

Baca juga: 5 Arti Mimpi Kabur Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa Ya?

11. Mampu Menggemburkan Tanah secara Alami

Aktivitas menggali cacing membantu menggemburkan (aerasi) dan memperbaiki drainase tanah. 

Mereka menciptakan saluran yang memungkinkan udara, air, dan nutrisi masuk ke akar tanaman.

12. Alexander Agung Dikenal Melindungi Cacing Tanah

Kaisar Makedonia yang agung, Alexander Agung, dilaporkan pernah melarang tentara dan rakyatnya untuk menyakiti cacing tanah. 

Ia menyadari betapa pentingnya peran cacing dalam menjaga kesuburan tanah pertanian.

Baca juga: Hadzabe, Suku Unik di Afrika dengan Misteri Bahasa 'Klik' yang Sulit Ditiru

13. Berkontribusi pada Sejarah Dunia

Naturalis terkenal Charles Darwin bahkan mendedikasikan buku terakhirnya pada tahun 1881 untuk cacing tanah, berjudul The Formation of Vegetable Mould through the Action of Worms. 

Ia memperkirakan bahwa cacing dapat memindahkan 10-15 ton tanah per hektare per tahun.

14. Cacing Raksasa Australia Capai Panjang 3 Meter

Spesies cacing tanah terbesar di dunia adalah Megascolides australis, atau Giant Gippsland Earthworm dari Australia. 

Cacing ini bisa mencapai panjang lebih dari 3 meter dengan diameter sebesar selang air.

Dari 14 fakta di atas, manakah yang paling mengejutkan bagi Anda?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Factanimal.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU