Rabu, 03 SEPTEMBER 2025 • 16:00 WIB

Dunia Bawah Tanah: Misteri Hades ala Yunani dan Romawi

Author

Dalam kepercayaan orang Yunani dan Romawi kuno, manusia pasti akan mencapai Dunia Bawah Tanah setelah meninggal dan tinggal di sana selamanya. (sumber: nationalgeographic.grid.id)

INDOZONE.ID - Pernah kepikiran gimana orang Yunani dan Romawi kuno membayangkan hidup setelah mati? Mereka percaya ada tempat bernama Dunia Bawah Tanah atau Hades, tempat semua jiwa manusia “tinggal” setelah meninggal. Tapi Hades ini bukan cuma gelap dan seram, ada aturan, penjaga, dan jalur yang bikin perjalanan ke sana menarik banget.

Siapa yang Menguasai Hades?

Hades dijaga oleh Pluto dan istrinya, Persephone. Selain mereka, ada dewa-dewa khusus yang tugasnya menjaga dunia bawah tanah. Jadi, tidak sembarangan jiwa bisa masuk atau keluar dari tempat ini.

Baca juga: MC 75 : Palu Harapan Armada Pemberontak melawan Kekaisaran

Perjalanan ke Dunia Bawah Tanah

Kalau mau ke Hades, jiwa manusia harus dibimbing oleh Hermes, sang pemandu jiwa. Mereka juga harus membayar Charon, penambang abadi, untuk menyeberangi Sungai Styx atau Acheron. Jangan lupa, ada Cerberus, si anjing berkepala tiga, yang menjaga gerbang Hades.

Perjalanan ke Hades terbagi dua: katabasis yaitu turun ke dunia bawah, dan anabasis yaitu naik kembali ke dunia atas (yang sangat jarang bisa dilakukan).

Kisah Seru: Aeneas dan Dunia Bawah Tanah

Aeneas, pahlawan Trojan, ingin bertemu ayahnya yang sudah meninggal. Dibantu Deiphobe, seorang peramal, ia harus menyelesaikan ritual dan mendapatkan dahan emas untuk masuk Hades.

Di perjalanan, ia bertemu arwah bayi, orang yang mati tragis, dan jiwa-jiwa yang bunuh diri. Ia harus memilih jalur Tartarus (penjara orang jahat) atau Elysium (taman bahagia bagi jiwa baik). Berkat keberaniannya, Aeneas akhirnya bisa ke Elysium dan belajar tentang reinkarnasi serta masa depan Romawi.

Baca juga: Air Tanah: Harta Karun Tersembunyi dari Bumi

Pelajaran dari Dunia Bawah Tanah

Cerita-cerita ini juga mengajarkan kita soal pilihan dan kebijaksanaan. Misalnya, cerita Er dari Plato: orang yang meninggal tapi tidak minum air Sungai Lethe tetap mengingat hidupnya sebelumnya. Jiwa-jiwa bisa belajar dari pengalaman mereka dan “memilih” kehidupan baru yang lebih baik.

Intinya, mitologi ini bilang bahwa hidup dengan bijak itu penting, karena setiap tindakan punya konsekuensi di dunia ini maupun di dunia berikutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: National Geographic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU