INDOZONE.ID - Kalau ngomongin nyamuk, kebanyakan orang langsung mikir ke hal yang nyebelin: gigitannya yang bikin gatal, merah, dan kadang bisa bawa penyakit.
Tapi, tahukah kamu kalau ternyata nggak semua nyamuk itu suka menggigit manusia? Yap, di balik “aksi teror” nyamuk, ada perbedaan besar antara nyamuk jantan dan betina.
Baca juga: Di Balik Perilaku "Zoomies": Ketika Kucing Mendadak Sangat Aktif dengan Intensitas Tinggi
Penampilan: Siapa yang Lebih Gagah?
Kalau diperhatiin dengan detail, nyamuk jantan dan betina itu nggak sama persis. Nyamuk betina biasanya ukurannya lebih besar, sedangkan nyamuk jantan lebih mungil.
Selain itu, antena mereka juga berbeda. Antena si jantan bentuknya lebih lebat, mirip sisir kecil yang berbulu. Sementara nyamuk betina punya antena yang tipis dan polos.
Nah, yang paling penting: mulut mereka beda fungsi. Nyamuk betina punya alat penghisap yang tajam untuk menembus kulit dan menghisap darah.
Nyamuk jantan? Mereka nggak punya “senjata” itu, jadi mereka cuma bisa menikmati nektar bunga.
Baca juga: Tupai Tanah California yang Berburu Tikus, Adaptasi di Tengah Ledakan Populasi Mangsa
Perilaku: Siapa yang Lebih Galak?
Nyamuk betina jelas lebih agresif kalau soal mencari makan. Alasannya sederhana: mereka butuh protein dan zat besi dari darah manusia atau hewan buat menghasilkan telur.
Jadi, kalau kamu digigit, itu sebenarnya mereka lagi "minta bekal" buat jadi ibu nyamuk.
Sementara itu, nyamuk jantan hidupnya lebih kalem. Mereka cuma sibuk mencari nektar bunga buat bertahan hidup.
Kalau soal terbang, nyamuk jantan biasanya bergerombol, terutama di musim kawin. Nyamuk betina lebih sering terbang sendirian, cari inang yang bisa “disedot.”
Karena darah jadi kebutuhan utama buat produksi telurnya, nyamuk betina sering kali jadi perantara penyakit. Virus kayak Zika, Demam Berdarah, sampai West Nile bisa menular lewat gigitannya.
Sementara nyamuk jantan aman—mereka nggak bisa gigit, otomatis nggak bisa menularkan penyakit.
Baca juga: 5 Zodiak yang Dikenal Pecinta Musik Klasik, Salah Satunya Kamu?
Siklus Hidup: Peran Jantan vs Betina
Awalnya, nyamuk lahir dari larva yang hidup di air. Setelah dewasa, peran mereka terpisah.
Nyamuk jantan lebih fokus buat kawin, sementara betina selain kawin juga harus cari darah biar bisa bertelur. Dari sini aja sudah kelihatan kalau beban hidup nyamuk betina lebih “berat.”
Nah, biar nggak jadi korban gigitannya, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Yang paling penting: jangan biarkan air menggenang, sekecil apa pun wadahnya, karena itu tempat favorit nyamuk buat berkembang biak.
Pakai baju berwarna terang juga bisa bantu, soalnya nyamuk lebih tertarik ke warna gelap. Dan tentu saja, kalau lagi di luar ruangan, lebih baik tutupi kulit biar aman dari gigitan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Orkin.com